<body><center><script language='JavaScript' type='text/javascript' src='http://ads.blogdrive.com/adx.js'></script> <script language='JavaScript' type='text/javascript'> <!-- if (!document.phpAds_used) document.phpAds_used = ','; phpAds_random = new String (Math.random()); phpAds_random = phpAds_random.substring(2,11); document.write ("<" + "script language='JavaScript' type='text/javascript' src='"); document.write ("http://ads.blogdrive.com/adjs.php?n=" + phpAds_random); document.write ("&amp;what=zone:3"); document.write ("&amp;exclude=" + document.phpAds_used); if (document.referrer) document.write ("&amp;referer=" + escape(document.referrer)); document.write ("'><" + "/script>"); //--> </script><noscript><a href='http://ads.blogdrive.com/adclick.php?n=a6b05a3e' target='_blank' rel=nofollow><img src='http://ads.blogdrive.com/adview.php?what=zone:3&amp;n=a6b05a3e' border='0' alt=''></a></noscript></center>






Selamat Datang di Dunia Buku-ku!
Blog ini berisi review buku-buku yang pernah kubaca.
Terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.



Home
About Me
Multiply
E-mail
Links


My Unkymood Punkymood (Unkymoods)


<< February 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29



Baca1


Silahkan Meracau di Sini....








Sebuah Buku



Untuk review lain, silahkan pilih:
 

Open in alternate window

This free script provided by
JavaScript Kit





 

web Jody’s Blog






"Dunia Buku adalah sebuah dunia tempat aksara menciptakan keajaiban, satu demi satu dipintal menjadi kata, ditenun menjadi kalimat, dijahit menjadi buku, dan diapresiasi selaras emosi dan logika"


Baca Buku




Kutipan-kutipan


Kutipan Harper Lee


Kutipan Alexander Romanoff


kutipan cinta








Botchan banner dari Gramedia








If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Saturday, February 16, 2008
ACCIDENTALLY ENGAGED

 

Judul Buku: Accidentally Engaged (Ditodong Tunangan)
Penulis: Mary Carter
Penerjemah : Icha Rahmanti
Penyunting: Christian Simamora
Tebal : iv + 452 hlm; 13 x 19 cm
Terbit : Cetakan 2, Desember 2007
Penerbit: GagasMedia


DITODONG TUNANGAN


Clair Ivars : "Sepertinya, aku memang ditakdirkan nggak akan bisa mendapatkan kepemilikan penis laki-laki untuk diriku sendiri, selama-lamanya." (hlm. 82)

Mike Wrench : "Aku punya selera yang mahal dalam memilih vagina." (hlm. 313)


"Nenekku adalah orang yang yang mengenalkan dan mengajari Tarot padaku. Setiap Sabtu pagi, kami akan duduk di dapurnya dengan teh hitam yang hangat, sementara aku terhanyut dalam susu dan gula, Nenek akan membalikkan kartu satu per satu sambil mengajari. Sebelum menjelaskan kartu itu atau artinya, dia akan memintaku untuk melihatnya dulu dan menceritakan isi pikiranku," (hlm. 387). Demikianlah Clair Ivars menceritakan bagaimana bakat neneknya sebagai peramal kartu Tarot bisa diwarisi olehnya. Dan bukan hanya mewarisi kemampuan membaca Tarot, sebelum meninggal Nenek Clair, Isabella Ivars meninggalkan pesan yang ditulisnya pada hari kematiannya. Isabella Ivars telah memilihkan calon suami buat Clair. Sejak Clair berusia 9 tahun. Selain itu, Isabella telah meramalkan apa yang akan terjadi sebelum Clair bertemu dengan jodoh pilihan neneknya.

Clair, 32 tahun, bukan lagi seorang perawan. Ia sudah menikah dan bercerai sebanyak 3 kali. "Bahkan susu kedelai berumur lebih panjang ketimbang hubunganku," katanya (hlm. 216). Untuk menghidupi dirinya, sebagaimana neneknya, Clair bekerja sebagai peramal dengan membaca kartu Tarot di Chicago. Sampai suatu hari, seorang perempuan cantik bernama Rachel Morgan mengunjunginya. Rachel datang bersama Susan Heron, calon kakak iparnya. Jack Heron, adik Susan adalah calon suami Rachel. Rachel minta diramalkan soal pernikahannya dengan Jack. Anehnya, ia minta hasil ramalan diburuk-burukkan. Didengar Susan, Clair meramalkan bahwa Jack bukan jodoh yang tepat buat Rachel. Setelah itu, Rachel meninggalkan Clair dengan cincin pertunangan dari berlian dan pesan untuk mengembalikan cincin itu kepada Jack di Heron Estates.

Sebetulnya saat itu Clair hendak melakukan perjalanan spiritual. Tapi setelah melihat Jack Heron di sebuah majalah, dia terdorong untuk benar-benar bertemu dengan lelaki yang dinilainya seksi itu. Sekalian mengembalikan cincin dari Rachel.

Pertemuannya dengan Jack membuat Clair jatuh cinta pada pandangan pertama. Jack, 35 tahun, benar-benar memikat hati Clair. Hanya, simultan dengan itu, di Heron Estates, Rachel bertemu Mike Wrench, yang dinilainya tak kalah seksi.

Kehadiran Rachel tidak membuat Madeline Heron, bunda Jack, gembira. Ia mau Rachel meninggalkan kediamannya. Tetapi, kedatangan Rachel akhirnya ingin dimanfaatkannya. Undangan sudah disebarkan, yang diundang sudah tahu Jack akan bertunangan, sayangnya si tunangan, Rachel Morgan, tidak menampakkan wajahnya. Clair ditodong untuk mengganti posisi Rachel, hanya untuk mengisi kekosongan di acara tunangan.

Berbeda dengan Madeline, nenek Jack, Elizabeth Heron, menyambut kedatangan Clair dengan senang, bahkan memanggil Clair dengan nama Rachel.

Tanpa Clair sadari, apa yang telah diramalkan Nenek Isabella menemukan kenyataannya di kediaman pemilik salah satu tempat penyimpanan anggur langka di dunia, Heron Cellars. Dia menemukan jodohnya.

Lalu, siapakah jodoh Clair? Pertanyaan ini akan dijawab dengan asyik oleh Mary Carter dalam ending yang tak terduga. 

Mary Carter

Meski novel ini tidak dilabeli chicklit, novel ini bisa dikategorikan sebagai chicklit. Tetapi, chicklit ala Mary Carter ini terasa berbeda. Ia memiliki pesona tersendiri dengan semangat humor yang bisa membuat pembaca tersenyum atau bahkan terbahak-bahak. Maka dari itu, novel ini jadi berbeda dengan novel-novel sejenis.  Novel ini juga menyimpan kejutan yang  dijaga hingga penghujung novel, menciptakan happy ending yang tidak basi, kendati secara garis besar plotnya terbilang  sederhana dan tidak sulit ditebak.

Mary Carter menggelontorkan ceritanya melalui perspektif orang pertama, yaitu perspektif Clair Ivars. Clair hadir sebagai narator ganjen penuh gairah yang memiliki kisah-kisah lucu (seperti kisah turkey baster dan baby carrot-nya) dan pemikiran-pemikiran konyol yang sensual.

Tetapi di sisi lain, Clair juga narator yang desperate dengan nasibnya. "Sepertinya, aku memang ditakdirkan nggak akan bisa mendapatkan kepemilikan penis laki-laki untuk diriku sendiri, selama-lamanya," katanya (hlm. 82). "32 tahun, penis-less." (hlm. 216). Ketika menemukan laki-laki yang ia harap bisa pas dengan kondom ukuran Xl yang dibawa-bawanya saat bepergian, ternyata laki-laki itu mencintai orang lain.

Tetapi dengan keganjenan dan keputusasaannya, ia adalah narator yang bisa memuaskan pembaca.

Icha Rahmanti menerjemahkan karya kedua penulis yang sebelumnya telah menulis novel She'll Take It (Berdoa Dulu Sebelum Mengutil) ini tanpa kehilangan kelincahan dan kekocakan. Tetapi ia juga penerjemah yang tidak pantang menggunakan kosa kata gaul dan logat lokal. Hasilnya, Accidentally Engaged (Ditodong Tunangan) menjadi dekat dengan pembaca Indonesia.  Bahkan tidak jauh dari atmosfer karya Icha Rahmanti, Cintapuccino dan Beauty Case, yang dilabel sebagai chicklit Indonesia asli.

Sayangnya, hasil cetakan terbitan GagasMedia ini terasa mengganggu aktivitas baca. Hasil penyuntingan tidak mulus. Masih banyak kesalahan cetak dan kata-kata yang kacau. Anehnya, meski sudah dicetak lebih dari sekali (sesuai informasi dalam buku), kesalahan-kesalahan yang ada masih dipertahankan.


Posted at 10:33 pm by Jody

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry