<body><center><script language='JavaScript' type='text/javascript' src='http://ads.blogdrive.com/adx.js'></script> <script language='JavaScript' type='text/javascript'> <!-- if (!document.phpAds_used) document.phpAds_used = ','; phpAds_random = new String (Math.random()); phpAds_random = phpAds_random.substring(2,11); document.write ("<" + "script language='JavaScript' type='text/javascript' src='"); document.write ("http://ads.blogdrive.com/adjs.php?n=" + phpAds_random); document.write ("&amp;what=zone:3"); document.write ("&amp;exclude=" + document.phpAds_used); if (document.referrer) document.write ("&amp;referer=" + escape(document.referrer)); document.write ("'><" + "/script>"); //--> </script><noscript><a href='http://ads.blogdrive.com/adclick.php?n=a6b05a3e' target='_blank' rel=nofollow><img src='http://ads.blogdrive.com/adview.php?what=zone:3&amp;n=a6b05a3e' border='0' alt=''></a></noscript></center>


"Aku tahu, setiap kali aku membuka sebuah buku, aku akan bisa menguak sepetak langit.  Dan jika aku membaca sebuah kalimat baru, aku akan sedikit lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya. Dan segala yang kubaca akan membuat dunia dan diriku menjadi lebih besar dan luas" – (Jostein Gaarder & Klaus Hagerup, Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken)







Selamat Datang di Dunia Buku-ku!
Blog ini berisi review buku-buku yang pernah kubaca.
Terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.



Home
About Me
Multiply
E-mail
Links





Jody Setiawan


Silahkan Berkomentar


Favorit Saat Ini:
Garth Stein -author






<< May 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


Baca di Kebun


Untuk review lain, silahkan pilih:
 

Open in alternate window











Kutipan dunia buku


Baca Buku




Kutipan-kutipan


Kutipan Harper Lee


Kutipan Alexander Romanoff


kutipan cinta








Botchan banner dari Gramedia








If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed


Sunday, May 04, 2008
MAXIMUM RIDE #1: THE ANGEL EXPERIMENT




Judul Buku: Maximum Ride #1:  Eksperimen Malaikat (The Angel Experiment)
Penulis: James Patterson (2005)
Penerjemah: Poppy Damayanti
Tebal : 536 hlm; 13,5 X 20 cm
Terbit: Cetakan pertama, April 2008
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama


 MAXIMUM RIDE #1 : THE ANGEL EXPERIMENT

 

Bayangkanlah diri Anda diambil dari kehangatan keluarga dan kehidupan normal, dikurung dalam kandang seperti tikus percobaan di laboratorium, dijejali DNA unggas, dan hadir sebagai produk rekayasa genetika, 98 persen manusia dan 2 persen burung. Anda manusia, tetapi memiliki sayap sehingga bisa terbang. Anda mungkin merasa girang karena bisa terbang, satu hal yang mungkin Anda angankan. Tetapi Anda tetap tampil aneh, manusia bersayap! Di dunia ramai, sebagai mutan,  Anda mungkin dijebloskan ke dalam kebun binatang.  

Jika Anda bisa membayangkan, maka Anda dengan mulus akan masuk dalam  kisah kehidupan enam manusia burung kreasi penulis terkenal, James Patterson. Para manusia burung ini merupakan hasil eksperimen malaikat, proyek sinting para ilmuwan gila, di sebuah laboratorium yang oleh mereka disebut sebagai Sekolah.

Keenam manusia burung -Max, Fang, Iggy, Nudge, Gasman dan Angel- tumbuh di laboratorium berbarengan dengan hasil eksperimen yang disebut Pemusnah, setengah manusia dan setengah serigala. Para pemusnah tampak seperti manusia, tetapi pada saat tertentu malihrupa menjadi manusia serigala, lengkap dengan bulu, taring, dan cakar. Para pemusnah ini menjadikan keenam manusia burung sebagai target mangsa dan mencegah eksistensi mereka diketahui dunia.

Empat tahun yang silam –dari waktu yang menjadi seting cerita, Jeb Batchelder, seorang ilmuwan (yang disebut Jas Putih) menculik keenam manusia burung ini dari Sekolah. Ia membawa mereka ke pegunungan, ke sebuah rumah berbentuk huruf E yang terkapar dan mengajari mereka berbagai hal untuk mempertahankan diri; terbang, membaca, bertarung. Namun, dua tahun lalu,  Jeb menghilang dan mereka menyangka ia sudah mati.

Sampai suatu hari, kediaman keluarga Max diserbu para pemusnah. Si bungsu Angel lenyap, dibawa kembali ke Sekolah. Max dkk tidak tinggal diam. Mereka berupaya mengambil Angel dari Sekolah, bahkan kemudian menyingkap misteri kehidupan mereka, dari mana mereka berasal. Semua tidak mudah dilakukan, karena entah bagaimana, para pemusnah selalu bisa menemukan mereka. Seiring dengan itu, produk eksperimen malaikat ini mendapati jika mereka memiliki berbagai kemampuan super, termasuk Max, yang bisa mendengar dan berkomunikasi dengan Suara dari dalam dirinya.

Sebagai sebuah novel, The Angel Experiment adalah sebuah bacaan yang menarik dan menghibur. Ceritanya mengalir lancar dan enak diikuti. Terpecah lebih dari 100 bagian, novel ditulis dalam bab-bab ringkas dan ringan sehingga per bab tidak terasa melelahkan dibaca. Bahkan dengan gaya penulisan seperti ini saya seperti diajak untuk terus melembari halaman novel berikutnya. Selain itu, ukuran huruf yang lebih ramah mata (dibanding Trilogi Bartimaeus, misalnya) mendukung kenikmatan membaca. Dan karena saya membaca edisi Indonesia, perlu ditambahkan, juga: hasil penerjemahan yang asyik.

Kemungkinan dengan membaca novel fantasi produk imajinasi James Patterson ini pembaca akan merasa terlibat dalam kehidupan para manusia burung  yang menimbulkan simpati. Seperti pembukaan sang narator utama novel, Max, "Jika kau berani membaca kisah ini, kau akan menjadi bagian Eksperimen" (hlm. 9). Dan itulah yang saya rasakan ketika menyelami perjalanan kehidupan mereka.

Tetapi, meski menghibur, kisah dalam The Angel Experiment (Eksperimen Malaikat) belum terlalu mencekam. Liuk kisahnya masih terbilang sederhana,  baru berkisar pada pertarungan Max dkk melawan Ari si Pemusnah dkk. Juga masih tersisa misteri yang menanti disingkapkan yang mungkin membuat pembaca penasaran untuk terus mengikuti kelanjutan kisahnya. Apalagi seperti kata Jeb, ada alasan Max diciptakan dan dipertahankan hidup yaitu untuk sebuah tujuan istimewa: menyelamatkan dunia (hlm. 246).  Dan hal ini belum kita temukan dalam The Angel Experiment. Kenyataannya, The Angel Experiment memang merupakan judul pertama dari serial fantasi tentang manusia burung karya James Patterson, Maximum Ride. Tiga judul selanjutnya berturut-turut: School's Out-Forever (2006), Saving the World and Other Extreme Sports (2007) dan The Final Warning (2008).

Menurut James Patterson dalam pengantar singkatnya (hlm. 7), ide menulis Maximum Ride muncul dari karya sebelumnya yang berjudul When the Wind Blows (1998) dan sekuelnya, The Lake House (2003). Dalam kedua novel ini terdapat karakter bernama Max yang melarikan dari sekolah yang mengerikan. Tetapi, dijelaskan Patterson, sebagian besar persamaannya hanya sampai pada masalah nama dan sekolah.


James Patterson

Mengenai James Patterson, ia dikenal sebagai pengarang serial detektif Alex Cross dan The Women's Murder Club. Lelaki kelahiran Newburgh (New York) 22 Maret 1947 ini menulis novel pertamanya pada usia 27 tahun, berjudul The Thomas Berryman Number dan berhasil meraih penghargaan Edgar Award untuk kategori Best First Novel (1977). Meski berhasil menghasilkan novel yang lain, ketenarannya sebagai penulis fiksi baru melangit setelah menulis novel pertama serial Alex Cross, Along Came a Spider. Selain menulis serial thriller, ia juga menulis novel romantis yang indah (seperti Suzanne's Diary for Nicholas dan Sam's Letters to Jennifer) dan kali ini novel fantasi untuk pembaca remaja.

Maximum Ride #1: Eksperimen Malaikat merupakan novel kesepuluh James Paterson yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Filmnya direncanakan beredar tahun 2010 dan telah dibuat versi manga-nya (bersama NaRae Lee) yang akan terbit Januari 2009.

 

Posted at 11:08 pm by Jody

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry





widgets