"Dunia Buku adalah
sebuah dunia tempat aksara menciptakan keajaiban, satu demi satu
dipintal menjadi kata, ditenun menjadi kalimat, dijahit menjadi buku,
dan diapresiasi selaras emosi dan logika"
If you want to be updated on this weblog Enter your email here:
Wednesday, May 13, 2009
KELUARGA FLOOD: Tersangka Utama
Judul:
Keluarga Flood -Tersangka Utama
Judul Asli: Floods 5: Prime Suspect
Penulis: Colin Thompson (2007)
Penerjemah: Ferry Halim
Penyunting: Indah Nurchaidah
Terbit: Cetakan 1, Maret 2009
Tebal: 200 hlm; 13 x 20 cm
Penerbit: Atria ( an Imprint of PT Serambi Ilmu Semesta)
Keluarga Flood: Rencana Profesor Belgia
Yang Mati
Bagi Colin Thompson, ada tiga
jenis orang: super keren, super keren dan brilian, dan pecundang
sejati. Pembaca mungkin langsung akan memosisikan diri sebagai super keren
dan brilian. Padahal sebenarnya
pecundang sejati. Bagaimana bisa masuk kategori pecundang sejati? Jawabannya
mudah saja: Anda tidak tahu buku berjudul Tersangka Utama (Prime
Suspect) ini merupakan buku kelima dari serial The Floods (Keluarga
Flood). Berarti Anda juga tidak tahu, sebelum Tersangka Utama, telah
terbit Tetangga Menyebalkan, Sekolah Sihir, Asal Usul Keluarga
Flood, dan Tetangga Culun.
Maka, jika Anda ingin menjadi super keren dan brilian, Anda sebaiknya terus
membaca tulisan di bawah ini.
Sebuah rencana brilian yang akan tercatat dalam sejarah sebagai rencana
tercerdik dan terlicik telah ditetapkan. Si
perencana menamakan rencana enam langkahnya sebagai Rencana Profesor Belgia
Yang Mati. Tujuan dari rencana ini tidak lain adalah untuk membuat Mordonna dan
Nerlin, kepala keluarga Flood, keluar dari persembunyian. Si perencana akan
menaruh sosok mayat di Quicklime College, sekolah khusus penyihir di Patagonia
dan menciptakan situasi yang akan membuat lima anak keluarga Flood – Winchflat,
Morbid, Silent, Merlinmary, dan Satanella- yang bersekolah di sana dicurigai
sebagai pembunuh.
Si perencana berhasil. Departemen Penyidikan Khusus Forensik atau Forensic
Special Investigators mengutus Grusom, legenda di dalam keremangan dunia
ilmu forensik, untuk memecahkan kasus pembunuhan ini. Berbekal metode Lemparkan-Segenggam-Kacang-Polong-Ajaib-Ke-Udara
dan Avid, asisten barunya yang menawan, Grusom melakukan investigasi yang
sukses mengarahkan kecurigaan pada Flood Bersaudara.
Namun Colin Thompson, sang pengarang, telah memperingatkan. "Rencana itu
brilian dan sangat rumit serta licik sehingga bahkan .... (nama si perencana sengaja dikosongkan, walau jika Anda selesai baca
tulisan ini, Anda yang super keren dan brilian akan menebak dengan jitu)
sendiri pun tidak tahu apa yang akan terjadi kemudian" (hlm. 107). Si
Perencana memang tidak tahu, baginya telah disiapkan sebuah Botol-Super-Kuat-Yang-Sangat-Tembus-Pandang-Sehingga-Kau-Tidak-Melihatnya
untuk menjadi peraduannya.
Tersangka Utama masih dimasak dengan metode dan bahan
penyedap yang sama seperti pendahulunya. Sejak halaman awal, yang menjelaskan
jika kisah dalam buku kelima ini terjadi setahun setelah buku keempat (Tetangga
Culun), Thompson telah membubuhkan bahan penyedap, yang mungkin bagi
sebagian pembaca akan terasa terlampau gurih. Buku ini memang tidak berisi
cerita fantasi biasa yang kerap masih bisa diraba logikanya. Hampir semua yang
disampaikan pengarang bersifat hiperbolis. Pengarang sama sekali tidak malu
membangun kesan sebagai pribadi 'lewat takaran'. Seakan-akan apa yang di dalam
kisahnya belum cukup gokil, atas namanya sendiri (yang harusnya berada di luar
garis kisahnya), pengarang mengimbuhkan catatan kaki konyol. Gaya seperti ini
telah dipraktikkannya sejak buku pertama (Tetangga Menyebalkan). Ia,
jelas hendak menegaskan, serial ini ditulis tidak dengan maksud dibaca secara
serius. Semua kisah yang ia beber hanya sekadar hiburan yang bisa dinikmati
untuk mengusir kesuntukan. Makanya, pembaca tidak perlu tersiksa dengan semua
aspek mustahil di dalamnya.
Meskipun begitu, sebagaimana buku-buku sebelumnya, Tersangka Utama tidak
sampai kehilangan arah. Pengarang tetap meletakkan konflik di dalamnya, konflik
yang dipicu di Transylvania Waters, tempat asal Mordonna dan Nerlin Flood.
Kapan konflik itu akan berakhir, pembaca akan tahu begitu serial ini
ditamatkan.
Selain menulis cerita, pengarang yang telah menerima penghargaan seperti Kate
Greenaway Medal, Aurealis Award, dan Hampshire Illustrated Book
Award ini juga seorang ilustrator. Ia menghias buku ini dengan
gambar-gambar hitam putih yang boleh dibilang, sangat jauh dari kesan manis.
Edisi Indonesia terbitan Atria (imprint dari penerbit Serambi) enak dan
gampang dibaca. Penerjemah yang pada 2 buku pertama serial ini bertindak
sebagai penyunting (diterjemahkan oleh Shinta Harini) berhasil menerjemahkan
dan tetap konsisten dengan gaya penerjemahan sebelumnya. Satu yang tidak
konsisten adalah pemakaian nama Hearse Whisperer, agen rahasia kesayangan Raja
Quatorze. Jika pada buku ini muncul nama Hearse Whisperer, pada buku sebelumnya
(Asal Usul Keluarga Flood), pernah muncul nama Pembisik Maut. Namun,
terlepas dari itu, hasil penerjemahannya sama sekali tidak mengecewakan.
Nah,
pasti Anda sudah tahu ruginya tidak jadi super keren dan brilian.