
ADDICTED TO
WEBLOG: Kisah Perempuan Dalam Dua Dunia (Kumpulan Cerpen)
Penulis :
Labibah Zain
Penerbit :
Pustaka Populer Obor, Agustus 2005
PEREMPUAN-PEREMPUAN
LABIBAH ZAIN
Pertama melihat kumpulan cerpen (kumcer) ini, dugaan saya adalah buku
ini sejenis teenlit, chicklit, atau metropop. Wajar, mengingat
judulnya. Sekarang banyak buku-buku dengan genre yang saya sebutkan diberi
judul dengan teknik yang sama.
Baru setelah
membacanya, saya sadar bahwa kumcer ini sebetulnya beda dengan jenis-jenis buku
tadi. Labibah mencoba memberi warna pada dunia yang rupanya sangat digemari dan
dikuasainya, terutama saat dia mengapung-apung dalam dunia maya. Labibah adalah
pengarang dengan napas cukup panjang dalam bertutur. Hal itu bukan karena dia
sudah menetaskan banyak telur, eh, karya, tetapi karena Labibah menulis dengan
narasi panjang-panjang. Labibah membentuk aliran sungai dari pegunungan
inspirasinya, berkelok-kelok tenang menggarisi dataran menuju jeram-jeram yang,
di sinilah pesona Labibah, mengejutkan. Sedikit saya teringat O. Henry yang doyan
membenturkan granat di benak pembaca di ujung cerpen-cerpennya.
Sesungguhnya judul
kumcer ini hanya mewakili 1 cerpen saja, yaitu cerpen dengan judul sama.
Cerpen-cerpen lain sama sekali tidak membicarakan ketagihan ber-weblog. Kalaupun menyinggung
internet, Labibah hanya menggunakan sebagai latar penceritaan saja.
Sisanya malah tidak nyambung. Addicted
to Weblog: Kisah Perempuan Dalam Dua Dunia, Perempuan dan Lelaki Maya, Perempuan itu Bernama Sinta dan Perempuan Dalam Dua Etalase
merupakan pengungkapan Labibah bagaimana dunia maya memberi efek yang bisa
merugikan (dan menguntungkan) penghuninya. Dalam dunia maya nyaris semua tidak
jelas. Apa saja bisa terjadi di sana. Ketagihan, perselingkuhan, kebohongan,
tipu muslihat, teror, dan penyimpangan seksual. Di sinilah kelebihan Labibah
bermain-main dengan cerkas.
Seorang istri
ketagihan weblog
sampai mengabaikan rumah tangga (Addicted
to Weblog: Kisah Perempuan Dalam Dua Dunia). Saking
ketagihannya menjadi blogger,
suaminya ketakutan. Coba simak kata-kata suaminya sebagai narator cerpen
ini: "Aku takut suatu saat
nanti, dia akan making love denganku
sambil ngeblog juga.
Bibirnya akan menciumi leherku, tangan kirinya akan mengelus-elus punggungku
tetapi matanya akan memandangi monitor dan tangan kirinya akan memegang
mouse untuk merefresh
weblognya! Dan ketika aku akan
mencapai puncak kepuasan, tiba-tiba dia akan berteriak menyuruhku menghentikan
permainan karena hasil refreshannya menandakan ada komentar baru yang harus
ditanggapi segera!" (hal. 21). Tetapi kemudian,
ternyata weblog yang
dibuat istrinya bisa juga bermanfaat.
Di dunia cyber, Sinta terus merahasiakan
diri dan menikmati pertemanan maya dengan seorang pria bernama Arjuna. Seorang
pengunjung dunia maya diceritakan senang merusak relasi dalam dunia maya.
Ternyata keduanya berhubungan dengan kehidupan Sinta. Sebuah rekayasa
kebetulan, tetapi mengasyikkan (Perempuan
dan Lelaki Maya).
Perempuan Itu
Bernama Sinta dan Perempuan Dalam Dua
Etalase menceritakan 2 hubungan antar manusia dalam dunia maya.
Salah satunya tidak mau bersikap terbuka. Dan bukan hal yang mengherankan,
karena mereka menyimpan rahasia di balik kiprah yang serba maya.
Samar saya bisa
menangkap Labibah sedang bermain simbol ketika menuturkan Perempuan Di Sudut Taman. Dalam
cerpen yang menurut saya biasa-biasa saja dan cenderung membosankan ini,
apalagi dengan sungai ciptaan Labibah yang panjang, rupanya Labibah sedang
menuturkan sebuah komunitas dalam dunia maya dengan seorang tokoh perempuan
berperilaku tidak menyenangkan di dalamnya. Tetapi entahlah, kurang jelas
sih.......
Dalam Perempuan Pengusung Tradisi
Habibah, seorang syarifah
sesuai ketentuan harus menikah dengan seorang habaib. Dikhianati seorang habaib, Habibah pacaran dengan
seorang ahwal, tetapi
kemudian zuwad dengan
Ucin tanpa cinta untuk menghormati tradisi. Setelah anak-anaknya dewasa, Liya,
salah seorang anaknya mengulangi pengalaman ibunya, tetapi dengan cara berbeda.
Saat itu, Habibah bermetamorfosis dari Perempuan Pengusung Tradisi ke Perempuan
Perombak Tradisi. Suatu gugatan kepada tradisi yang ada, tetapi bukan gugatan
yang meledak-ledak, biasa saja.
Amellia, 17 tahun,
gadis penggemar boneka berasal dari keluarga broken-home,
asimilasi wanita keturunan Cina dan pria keturunan Arab. Gadis ini bergaul
dengan seorang laki-laki bernama Andre dan hamil. Labibah berhasil menguraikan
kisahnya dengan gaya remaja, sesuai usia Amellia, tetapi kemudian tetap
menggunakan gayanya, menohok di ujung cerita (Perempuan, 17 Tahun).
Perempuan
Dalam Kegelapan namanya Petty. Petty tidak merasa bahagia dengan kehidupan rumah
tangga bersama Singgih. Singgih terlalu sibuk kuliah sehingga mengabaikan
istrinya. Bahkan dalam bercinta Singgih tidak pernah peduli istrinya puas atau
tidak. Petty ketemu Manas, meninggalkan suaminya, dan beruntun Labibah
menimpakan azab dalam hidup Petty. Kasihan si Petty gara-gara ulah sang dalang.
Membaca kumcer
Labibah sesungguhnya cukup mengasyikkan, tetapi Labibah tetap harus
memerhatikan gramar. Di beberapa tempat masih terlihat kebingungan membedakan di apakah sebagai awalan atau
preposisi (baca saja cerpen Perempuan
di Sudut Taman). Kemudian masih adanya susunan kalimat yang kacau.
Perhatikan saja halaman 70 (Perempuan
Dalam Kegelapan) paragraf pertama yang cukup panjang, baris 2
terakhir, temukan kelebihan pemakaian kata "cepat" di sana. Pada
halaman 77 malah Labibah menulis bahwa "Mah adalah kepanjangan dari
mamah" (bukannya malah kependekan?). Sesungguhnya cerpen-cerpen Labibah
perlu disunting supaya lebih bersinar lagi. Napas panjang dalam bertutur memang
punya efek pada terciptanya kalimat-kalimat rancu. Dan Labibah sang penggemar
nama Sinta yang agak doyan berkhotbah dalam ceritanya suka pada yang
panjang-panjang.
Kumcer ini hanya
berisi 8 cerpen, tergolong sedikit walau diimbangi dengan cerpen yang
'panjang-panjang'. Berikutnya, mungkin Labibah bisa bermurah hati menampilkan
cerpen yang sedikit lebih banyak, dan dengan kemahiran mengecoh serta
penyuntingan yang lebih baik tentu saja. Sebagai penulis, seharusnya sebelum
karyanya dipublikasi dialah yang harus melakukan penyuntingan perdana. Editor
hanya akan memberi sentuhan biar lebih berkilau.