<body><center><script language='JavaScript' type='text/javascript' src='http://ads.blogdrive.com/adx.js'></script> <script language='JavaScript' type='text/javascript'> <!-- if (!document.phpAds_used) document.phpAds_used = ','; phpAds_random = new String (Math.random()); phpAds_random = phpAds_random.substring(2,11); document.write ("<" + "script language='JavaScript' type='text/javascript' src='"); document.write ("http://ads.blogdrive.com/adjs.php?n=" + phpAds_random); document.write ("&amp;what=zone:3"); document.write ("&amp;exclude=" + document.phpAds_used); if (document.referrer) document.write ("&amp;referer=" + escape(document.referrer)); document.write ("'><" + "/script>"); //--> </script><noscript><a href='http://ads.blogdrive.com/adclick.php?n=a6b05a3e' target='_blank' rel=nofollow><img src='http://ads.blogdrive.com/adview.php?what=zone:3&amp;n=a6b05a3e' border='0' alt=''></a></noscript></center>






Selamat Datang di Dunia Buku-ku!
Blog ini berisi review buku-buku yang pernah kubaca.
Terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.



Home
About Me
Multiply
E-mail
Links


My Unkymood Punkymood (Unkymoods)


<< November 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30



Baca1


Silahkan Meracau di Sini....








Sebuah Buku



Untuk review lain, silahkan pilih:
 

Open in alternate window

This free script provided by
JavaScript Kit





 

web Jody’s Blog






"Dunia Buku adalah sebuah dunia tempat aksara menciptakan keajaiban, satu demi satu dipintal menjadi kata, ditenun menjadi kalimat, dijahit menjadi buku, dan diapresiasi selaras emosi dan logika"


Baca Buku




Kutipan-kutipan


Kutipan Harper Lee


Kutipan Alexander Romanoff


kutipan cinta








Botchan banner dari Gramedia








If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, November 23, 2006
TO KILL A MOCKINGBIRD


Bulan Maret 2006, Qanita sebuah penerbit di Indonesia menerbitkan novel " To Kill a Mockingbird" dalam bahasa Indonesia untuk pertama kalinya. Novel ini merupakan karya satu-satunya dari penulis wanita bernama Harper Lee pada tahun 1960. Usia novel ini tidak membuatnya ketinggalan zaman, karena tema yang diusungnya merupakan tema abadi yaitu keadilan dan kasih sayang. Novel yang memenangkan Pulitzer Prize pada tahun 1961 ini, oleh Time Magazine digolongkan ke dalam salah satu novel terbaik sepanjang zaman.

Menurut penulis The Princess Diaries Series, Meg Cabot, To Kill a Mockingbird mengingatkannya pada sebuah kalung mutiara, yang setiap kata-katanya diuntai secara hati-hati bagaikan permata berharga  (http://www.barnesandnoble.com/writers). Stephen King dalam bukunya On Writing : a Memoir of the Craft, menyatakan novel ini sebagai novel yang hebat.

Tema sentral novel adalah orang-orang yang baik sering menjadi korban ulah orang-orang jahat. Orang-orang yang jahat melakukan perbuatan jahat pada orang-orang yang baik yang sering menjadi tidak berdaya karenanya. Oleh Harper Lee, tindakan seperti itu diibaratkan sebagai membunuh burung Mockingbird.

Mockingbird menyanyi untuk dinikmati pendengarnya. Hanya itulah yang mereka lakukan. Mereka tidak makan tanaman di kebun, tidak membangun sarang di gudang jagung, tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang. Hanya menyanyi dengan tulus untuk menghibur, sehingga membunuh mereka dikatakan sebagai dosa. Boleh menembak burung bluejay sebanyak yang dimau, tetapi membunuh mockingbird adalah dosa, demikian kata Atticus.

Harper Lee menuturkan novelnya dengan indah dari sudut pandang Scout, si tomboi, adik Jem Finch, putri pengacara Atticus Finch. Dari tuturannya, kita mengetahui tewasnya Tom Robinson, pria kulit hitam yang kasusnya dibela Atticus, sebagai "to kill a mockingbird" karena Tom sama sekali tidak bersalah.

Tak merasa cukup dengan vonis yang mengakibatkan tewasnya Tom yang malang, si jahat Robert Ewell yang bersama putrinya, Mayella Ewell telah menjahati Tom, berniat mencelakakan keluarga Finch.

Pembaca akan tahu, sebetulnya apa yang terjadi di ujung kisah menyentuh ini, siapa sebetulnya pembunuh Robert Ewell, tetapi bersama Sheriff Maycomb County, Heck Tate, Atticus--yang ditegaskan dalam perkataan Scout, jika mempermasalahkan sosok yang menewaskan si kejam Ewell, yang bertanggung jawab terhadap kematian Tom Robinson, adalah sama saja dengan menembak mati mockingbird. Itulah yang menyebabkan si sheriff, menutup kasus itu, dengan menyatakan bahwa "biarkan yang mati saling menguburkan", kata-kata yang agaknya disitir dari Alkitab (Matius 8 : 22 ; Lukas 9 : 60).

Cobalah membaca novel indah dan memesona ini jika belum pernah membacanya. Dan salut buat Qanita, menerbitkan novel-novel bermutu.


Posted at 10:07 am by Jody

Name
March 5, 2009   07:04 PM PST
 
Saya membaca novel ini sampai tiga kali karena,karena yang saya baca versi English dan bahasa inggris saya amburadul. Saya kagum dengan keberanian dan petualangan scout dan kakaknya tiap malam keluar mengintip tetangganya yang mengisolasikan diri dari kehidupan bermasyarakat bahkan diangap gila oleh warga disekitarnya.tapi dia justru menjadi pahlawan bagi kakak scout
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry