<body><center><script language='JavaScript' type='text/javascript' src='http://ads.blogdrive.com/adx.js'></script> <script language='JavaScript' type='text/javascript'> <!-- if (!document.phpAds_used) document.phpAds_used = ','; phpAds_random = new String (Math.random()); phpAds_random = phpAds_random.substring(2,11); document.write ("<" + "script language='JavaScript' type='text/javascript' src='"); document.write ("http://ads.blogdrive.com/adjs.php?n=" + phpAds_random); document.write ("&amp;what=zone:3"); document.write ("&amp;exclude=" + document.phpAds_used); if (document.referrer) document.write ("&amp;referer=" + escape(document.referrer)); document.write ("'><" + "/script>"); //--> </script><noscript><a href='http://ads.blogdrive.com/adclick.php?n=a6b05a3e' target='_blank' rel=nofollow><img src='http://ads.blogdrive.com/adview.php?what=zone:3&amp;n=a6b05a3e' border='0' alt=''></a></noscript></center>






Selamat Datang di Dunia Buku-ku!
Blog ini berisi review buku-buku yang pernah kubaca.
Terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.



Home
About Me
Multiply
E-mail
Links


My Unkymood Punkymood (Unkymoods)


<< March 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31



Baca1


Silahkan Meracau di Sini....








Sebuah Buku



Untuk review lain, silahkan pilih:
 

Open in alternate window

This free script provided by
JavaScript Kit





 

web Jody’s Blog






"Dunia Buku adalah sebuah dunia tempat aksara menciptakan keajaiban, satu demi satu dipintal menjadi kata, ditenun menjadi kalimat, dijahit menjadi buku, dan diapresiasi selaras emosi dan logika"


Baca Buku




Kutipan-kutipan


Kutipan Harper Lee


Kutipan Alexander Romanoff


kutipan cinta








Botchan banner dari Gramedia








If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, March 05, 2007
TRAVELERS' TALE




Judul Buku : Travelers' Tale -Belok Kanan : Barcelona!
Penulis : Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidayat, Ninit Yunita
Penyunting : Windy Ariestanty
Terbit : Cetakan 1, 2007
Tebal : x + 230 hlm; 13 X 19 cm
Penerbit : GagasMedia


 KETIKA CINTA DI PERJALANAN

 
Empat lajang, dua pasang gender, kepala tiga, bersahabat sejak kecil. Semasa SMA, cinta menyapa di antara mereka. Cinta yang tumbuh dari kebersamaan, tetapi berpotensi menggerogoti kebersamaan pula. Dua di antaranya membiarkan cinta mereka tanpa kepastian. Dua yang lain mencoba membunuh cinta yang terhalang perbedaan kepercayaan. Dengan status seperti itu, mereka tumbuh dewasa, terserak di 4 benua dengan pekerjaan masing-masing.

Francis Lim mengira ia akan sukses lari dari jerat cinta monyet ketika ia memutuskan menikah dengan Inez Alegria de la Pena, gadis Catalonia. Ia mengundang 3 sahabatnya untuk hadir pada acara pernikahan yang akan dilaksanakan 1 bulan lagi di Barcelona, kota asal Inez.

Ketiga sahabat Francis memutuskan pergi ke Barcelona dengan dana yang terbatas. Farah Babedan, dari Hoi An, Vietnam, meretas jalan ke Barcelona setelah menyelesaikan kewajibannya di Amman dan Budapest. Jusuf Hasanuddin yang sedang berada di Nairobi bukannya balik ke Cape Town, Afrika Selatan, malah ke Barcelona lewat Abidjan. Retno Wulandari, meninggalkan Kopenhagen, Denmark, menuju Barcelona via Amsterdam.  Francis Lim sendiri sang calon mempelai pria, sehabis acara resital piano di Amerika, menuju Barcelona dari New York City.

Maka, terbangunlah kisah dalam novel bertajuk Travelers' Tale -Belok Kanan: Barcelona!. Pengalaman perjalanan, laporan pandangan mata, dan serpihan-serpihan masa lalu memberkas dalam cerita cinta stereotipikal  yang menjadi pencetus plot novel.

Cinta memang sumber daya yang tidak ada matinya. Sangat banyak buku yang memanfaatkannya sebagai bahan baku. Dan, novel berjudul panjang ini terperangkap untuk melakukan hal yang identik. Namun cinta yang dibesut dalam novel ini, kendati bertolak dari cinta monyet, ternyata telah menggorila dan memiliki tujuan. Cinta seperti ini juga bukan hal yang baru dalam dunia fiksi. Oleh karena itu, pengalaman traveling diasimilasikan untuk mengkreasikan perbedaan. Alhasil, terciptalah kisah cinta multisegi yang terentang penuh ketidakpastian dalam perjalanan menuju horison nan indah, Barcelona. Di manapun para tokoh berada, jalur apapun yang ditempuh, mereka pasti akan tiba sesuai sirkulasi yang telah ditentukan, di jantung Barcelona. Terbukti, meski melewati lokasi peperangan, karakter laki-laki narsis sok ganteng dalam novel ini sampai juga di Barcelona.

Ternyata, cerita cinta stereotipikal yang meliput hidup 4 makhluk ini menjadi karya ringan-renyah yang cukup enak dinikmati. Plot digelar manis mengundang tanya. Tidak ada kerumitan yang berarti. Apa yang akan terjadi di Barcelona telah terbayang di benak pembaca sebelum para tokoh menjejak kota yang pernah dihidupkan dalam lagu oleh pasangan Freddy Mercury-Mike Moran dan Fariz RM ini. Ketika persahabatan dipertaruhkan, akhirnya semua cinta menemukan takdirnya sendiri.

Karena perjalanan anak-anak muda ini berangkat dari lingkaran persahabatan yang telah mereka untai 20 tahun lamanya, kilas balik menjadi teknik yang penting untuk membawa masuk apa yang terjadi di masa lalu ke masa kini untuk memberi pemahaman kepada pembaca. Kilas balik tersebut berpadu kompak dengan kisah traveling yang dideskripsikan dengan enteng dan lancar. Walau di beberapa tempat nyaris terjadi digresi, tetapi aliran sungai cerita sudah ditentukan, sehingga laut lepasnya sudah sangat jelas.

Novel ini dituturkan dengan kelincahan narasi komedi cinta. Menariknya, kelincahan narasi ini digerakkan oleh 4 penulis. Masing-masing penulis mewakili satu karakter. Karena tokoh novelnya terdiri dari 2 pasang gender, maka penulisnya juga sama. Masing-masing sengaja tampil beda, kendati menggunakan perspektif orang pertama –saya, aku, gue, dan gua. Hal ini menjadi kekuatan sekaligus kelemahan dalam berkisah.

Kekuatannya, karena dituturkan oleh 4 narator –dan 4 penulis berbeda- tentu saja dengan kontrol untuk keutuhan penokohan dan plot, ceritanya menjadi lebih natural jika dibandingkan dengan cerita yang dituturkan 4 narator tetapi dikucurkan oleh satu penulis. Kelemahannya, 4 orang dari zaman yang sama, pergaulan yang identik, gaya bicara yang idem ditto (bahasa gaul dengan berbagai bahasa yang ada), hadir satu sama lain bagaikan orang asing.  Farah sibuk ber-gue-gue, Jusuf asyik ber-gua-gua, Retno senang ber-saya-saya, dan Francis getol ber-aku-aku.  Dan ketika mereka terlibat dialog bersama, dengan setia gaya itu dipertahankan. Makanya, tanpa sadar (atau tak terkoreksi), Farah yang doyan ber-gue-gue, khilaf ber-gua-gua (hlm. 139) dan Francis yang biasanya ber-aku-aku, menambah gua dalam cita rasa lidahnya (hlm. 215).

Meski bertutur menggunakan perspektif orang pertama, ketika Retno dan Jusuf menjadi narator dan menceritakan chatting yang mereka lakukan, baik penulis Retno maupun penulis Jusuf menuliskan nama karakter mereka sendiri dan bukan 'saya' atau 'gua' untuk mengimbangi lawan bicaranya (hlm. 29, 30, 43, 44). Pada halaman 83 dan 146 -teks dalam kotak, penulis Jusuf malah menambah-nambahkan 'tim penulis' dalam tulisannya, seakan-akan tidak tahan ingin masuk dalam cerita ciptaannya. Apakah itu perlu?

Selain cukup enak dinikmati, dalam novel ini pembaca akan menemukan tips-tips traveling seperti perencanaan traveling, transit, mengatasi jetlag, teknik  backpacking, obat-obat yang perlu disediakan, dan memilih transportasi serta akomodasi yang mungkin bisa dimanfaatkan oleh pembaca yang hendak bepergian seperti yang pasti telah dilakukan para penulis.

Buku karya 4 penulis –Adhitya, Alaya, Iman, dan Ninit- ini tampil dengan kemasan yang baik dan ide sampul yang tidak pasaran. Sekilas lihat tidak akan menduga jika buku ini sebuah karya fiksi. Satu hal yang saya tidak pahami adalah ketika membaca komentar salah satu komentator novel yang mengatakan bahwa plot novel susah dikenal; mood and background lebih penting dari kejadian yang diceritakan. Dengan mengesampingkan kejadian yang diceritakan, akan jadi apa buku ini selain sekadar travel guides dan laporan perjalanan? 



Barcelona! Such a beautiful horizon
Barcelona! Like a jewel in the sun
Por ti sere gaviota de tu bella mar

Barcelona! Suenan las campanas
Barcelona! Abre tus puerras al mundo
If God is willing, if God is willing, if God is willing
Friends until the end

(Barcelona, Freddie Mercury & Mike Moran)


Posted at 02:40 pm by Jody

CIAO ITALIA!
June 26, 2008   06:03 PM PDT
 
ALLO

salam kenal

:)

CIAO ITALIA!
unmacchiato.blogspot.com
Jody
May 27, 2007   01:55 AM PDT
 
Mungkin sebaiknya dibaca juga, biar ngerti di bagian mana, he he he
imgar
May 20, 2007   06:06 AM PDT
 
waktu temenku baca ini, di tengah2 dia berenti trus nangis dan bilang, 'critanya gua banget!!!'
hehe..sempet kaget juga..dikira kenapa..
jody
March 7, 2007   11:49 AM PST
 
makasih juga. Terus berkarya ya.... n jgn pernah kecewa thdp kritikan.
alaya
March 7, 2007   10:24 AM PST
 
makasih ya udah di-review panjang lebar disini :)
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry