Judul buku : The
Rule of Four
Penulis : Ian Caldwell dan Dustin Thomason
Penerjemah : Jessica Wibowo
Penyunting : Ella Elviana & Hana Zafira
Terbit : Cetakan 1, November 2006
Tebal : 576 hlm
Penerbit : PT Serambi Ilmu Semesta
HYPNEROTOMACHIA
POLIPHILI, TIPU DAYA WANITA BURUK RUPA
"Dari luar, Hypnerotomachia
mungkin tidak memiliki daya tarik, tetapi dari dalam, ia memiliki tipu
muslihat seorang wanita buruk rupa, pesona sebuah misteri yang membuat
kecanduan"
(Thomas Corelli Sullivan, hlm. 24)
Dua anak
muda yang berteman akrab sejak usia 8 tahun berkolaborasi menciptakan novel.
Yang satu bernama Ian Caldwell, seorang sejarawan lulusan Universitas
Princeton. Lainnya Dustin Thomason, seorang dokter lulusan Harvard. Mereka
berhasil mengharmonisasikan ide yang sebagian besar dilakukan menggunakan
fasilitas telepon dan email. Setelah dikerjakan sejak tahun 1998, seperti yang
mereka akui, The Rule of Four diterbitkan tahun 2004 untuk pertama
kalinya. Usai dibaca, ketahuan bahwa novel berlatar Princeton, New Jersey 1999
ini adalah sebuah buku tentang buku. Dan buku yang menjadi pokok permasalahan
dalam novel ini benar-benar ada, tidak seperti buku The History of Love
dalam novel berjudul sama karya Nicole Krauss (Gramedia, 2006).
Tersebutlah sebuah buku berjudul Hypnerotomachia Poliphili yang isinya
sulit dipahami. Selama 500 tahun identitas pengarangnya tidak jelas. Selama itu
pula tujuan sang pengarang menulis buku tidak diketahui. Oleh sebab itu buku
ini menjadi misteri yang menjadi sasaran investigasi.
Hypnerotomachia Poliphili yang dalam bahasa Latin berarti
"Perjuangan Poliphilo demi Cinta dalam Sebuah Mimpi" dan diterbitkan
di Venesia Desember 1499 oleh Aldus Manutius adalah sebuah kisah cinta
(Poliphilo dan Polia), yang menyembunyikan ensiklopedi di dalamnya, mulai dari
arsitektur sampai hewan. Narator mengatakan bahwa dari luar buku ini mungkin
tidak memiliki daya tarik. Tetapi dari dalam memiliki tipu muslihat seorang
wanita buruk rupa, pesona misteri yang membuat kecanduan. Antara lain yang
terjerat 'tipu muslihat wanita buruk rupa' ini adalah trio Richard Curry,
Vincent Taft, dan Patrick Sullivan. Mereka bekerja sama untuk memecahkan
misteri buku yang ditulis menggunakan bahasa seperti Latin, Italia, Yunani,
Yahudi, Arab, Chaldea, bahkan tulisan hieroglif (yang ternyata tidak autentik)
dan kata-kata ciptaan sang pengarang sendiri. Trio ini tidak dapat
mempertahankan kerja sama. Salah satu di antara mereka berkhianat. Buku harian
seorang kepala pelabuhan Genoa milik Curry hilang. Curry menuduh Taft sebagai
pencurinya.
Karena Hypnerotomachia Poliphili inilah Thomas Corelli Sullivan (Tom)
menjadi salah satu sahabat Paul Harris, selain Preston Gilmore Rankin (Gil) dan
Charlie Freeman. Paul Harris yang adalah penggemar Patrick Sullivan -ayah Tom,
memang menjadikan Hypnerotomachia Poliphili sebagai materi tesisnya.
Awalnya Tom membantu Paul, tetapi karena apa yang ia kerjakan mulai merusak
hubungan cinta yang dijalinnya dengan Katie Marchand, Tom melepaskan diri dari
pesona 'sang wanita buruk rupa'. Posisi Tom diganti oleh Bill Stein untuk
melengkapi Vincent Taft sebagai penasihat dan Curry sebagai pembimbing tesis.
Rupanya dalam dunia cendekiawan, mengkhianati sesama cendekiawan dianggap jamak
oleh beberapa individu. Itulah yang terjadi pada tesis Paul. Tanpa bisa
dicegah, pengkhianatan kali ini menyebabkan terbunuhnya 2 tokoh novel. Secara
simultan, misteri yang membungkus Hypnerotomachia Poliphili selama 500
tahun tersingkap. Ternyata buku yang dikarang (dalam novel ini) Francesco
Colonna, seorang bangsawan Roma, menyimpan rahasia lokasi sebuah ruang bawah
tanah tempat karya-karya yang dikumpulkan pada zaman Renaisans disembunyikan
dari tindakan penghancuran yang disebabkan oleh fanatisme keagamaan. Pemecahan
misteri dengan bantuan aturan empat ini mencapai klimaks ketika sesuatu terjadi
yang membuat Paul menghilang dari kehidupan ketiga sahabatnya dan lingkungan
Princeton.
Tetapi cerita tidak hanya sampai di situ. Di akhir novel, duo pengarang ini
menciptakan kejutan. Meski tidak begitu menggedor cukup memberi tahu pembaca,
bahwa hal itu akan mempengaruhi kehidupan Tom Sullivan selanjutnya.
Novel dituturkan oleh Tom Sullivan, narator brilian lulusan Sastra Inggris
Princeton yang sempat terbata-bata dalam penyelesaian tesisnya sendiri
gara-gara Hypnerotomachia Poliphili. Cerita dipaparkan dengan kualitas
narasi yang tangguh sehingga menghasilkan sajian kaya metafora yang enak
dibaca. Kita akan mengikuti daya tarik kesegaran kosmetik kata-kata yang
memoles kisah sejarah, ilmu pengetahuan, dan seni yang dibuhul oleh temali
persahabatan dan kasih sayang. Keseluruhannya menjadi bersinar karena misteri yang
tidak basi, pengolahan narasi yang jitu, dan tetesan kasih sayang yang
menyentuh. Kasih sayang inilah yang menyebabkan Richard Curry berkorban untuk
Paul, keluar dari sarang cendekiawan, demi kebenaran dan kejujuran ilmiah yang
terancam direnggutkan untuk kepentingan pribadi oleh pihak tertentu.

Ian
Caldwell (kiri) dan Dustin Thomason (kanan)
Ketika novel ini dirilis di pasar Amerika (2004), banyak yang membandingkan
dengan best-seller tahun sebelumnya yaitu The Da Vinci Code. Bisa
dipahami mengingat buku ini adalah karya pengarang muda tidak terkenal yang
belum pernah mengarang novel dan langsung menjadi best-seller. Tetapi
terasa berlebihan ketika muncul ungkapan-ungkapan seperti "Lebih bagus
dibanding The Da Vinci Code", "Satu tingkat di atas (Da
Vinci Code)", atau "[Sebuah] Da Vinci Code untuk orang-orang
berotak". Sulit untuk membandingkan novel ini dengan The Da Vinci Code.
Ada kisah pemecahan sandi, tetapi tidak cukup signifikan untuk dibandingkan.
Masing-masing punya kelebihan.
Hypnerotomachia Poliphili yang memercikkan gagasan utama ke dalam
penciptaan novel ini diterbitkan secara anonim. Tetapi jika huruf-huruf pertama
dari setiap bab dalam buku ini (edisi asli) dirangkaikan, akan terbentuk
sebuah akrostik dalam bahasa Latin: Poliam Frater Franciscvs Colvmna
Peramavit yang berarti Bruder Francesco Colonna amat sangat mencintai
Polia. Dalam The Rule of Four, diceritakan bahwa penulisnya adalah
seorang bangsawan Roma bernama Francesco Colonna dan bukan biarawan Venesia
yang juga bernama sama. Terjemahan Inggris lengkap buku ini dikerjakan
oleh seorang musikolog bernama Joscelyn Godwin dan diterbitkan Desember 1999,
500 tahun setelah teks asli diterbitkan (sedangkan novel mengambil setting
beberapa bulan sebelumnya, sekitar perayaan Paskah).
Edisi Indonesia tetap menggunakan judul asli dan diterjemahkan dengan
cemerlang oleh Jessica Wibowo. Kemasan buku juga cukup menarik. Tak
pelak, The Rule of Four terbitan Serambi ini menjadi sajian menawan yang
dapat dijadikan koleksi oleh pembaca yang suka seni, sejarah, dan cerita dengan
kesegaran narasi yang memoles misteri dan kejutan yang terkendali.
Contoh
isi buku Hypnerotomachia Poliphili (Wikipedia)