"Dunia Buku adalah
sebuah dunia tempat aksara menciptakan keajaiban, satu demi satu
dipintal menjadi kata, ditenun menjadi kalimat, dijahit menjadi buku,
dan diapresiasi selaras emosi dan logika"
If you want to be updated on this weblog Enter your email here:
Thursday, November 30, 2006
MARIA MAGDALENA
Belakangan di Indonesia nama Maria Magdalena makin populer saja. Hal itu dikarenakan oleh terbitnya buku-buku (terutama novel) yang 'menjual' hidup Maria Magdalena. Salah satunya tentu saja Da Vinci Code. Si penjual Maria Magdalena yang bernama Dan Brown ini, berhasil meraup banyak dolar dari kontroversi yang dicetusnya. Tetapi ketika difilmkan, dengan Tom Hanks dan Audrey Tatou sebagai pemeran utama, filmnya kandas seperti bahtera Nuh di puncak Ararat.
Maria Magdalena, memang sosok yang misterius. Setelah disinggung dengan frekwensi hanya sedikit saja dalam Alkitab, namanya tidak pernah terdengar lagi. Berbagai spekulasi diciptakan untuk mereka-reka kehidupannya. Apakah dia seorang perempuan muda? Cantikkah dia? Apakah dia seorang pelacur? Benarkah dia menikah dengan Yesus? Berbagai kesalahan telah dilakukan oleh orang-orang yang kemelit. Perempuan satu ini disamakan dengan Maria lain yang berasal dari Betania, diidentikkan dengan seorang perempuan pendosa, dikacaubalaukan dengan seorang pezinah. Sampai-sampai seorang perempuan peneliti kehidupan Maria Magdalena berkata bahwa untuk semua tuduhan itu Maria Magdalena berhak mendapatkan pengadilan yang layak. Kalau pernah menonton film terkenal "The Passion of the Christ", bisa dilihat bahwa Mel Gibson juga telah terbawa stigma terhadap perempuan ini yang pernah diembuskan oleh Paus Gregorius I (tahun 591). Kalau juga memerhatikan lukisan-lukisan Maria Magdalena, kita akan melihat dia ditampilkan sebagai perempuan cantik, seksi, berambut tergerai, memegang buli-buli pualam (alabastron), berbusana seronok seolah-olah dia benar-benar Monicca Bellucci. Meminjam kalimat Maria Magdalena dalam "Pengakuan Maria Magdalena" karya Lie Chung Yen (Kanisius, 2005), mungkin saja perempuan ini akan berkata, "Emangnya aku ini schizofrenik, bisa punya banyak kepribadian?!"
Pendalaman kehidupan Maria Magdalena dalam Alkitab dengan mengejutkan akan menunjukkan bahwa dia tidak seperti yang khalayak bayangkan. Harusnya Dan Brown mengungkapkan bahwa dalam Alkitab, tidak pernah dikatakan Maria Magdalena itu seorang pelacur! Tetapi itu dikatakannya hanya dalam satu wawancara karena mungkin sudah ada yang mengecam.
Maria Magdalena atau disingkat oleh Arswendo Atmowiloto dalam sebuah puisinya sebagai "Mama" (Salam Mama Penuh Hormat, Sebutir Mangga di Halaman Gereja, paduan puisi, Subentra Citra Pustaka, 1994) memang bukan pelacur. Alkitab jelas-jelas menyatakan kalau dia itu adalah mantan perempuan gila, kecuali Anda punya sebutan lain untuk perempuan yang daripadanya diusir keluar 7 roh jahat!
Mama adalah mantan perempuan gila yang kaya. Diberi nama Magdalena karena dia berasal dari Magdala, sebuah kota di tepi barat Danau Galilea. Dengan kekayaan yang dia miliki, Mama membantu perjalanan Yesus Kristus, bahkan sampai menuju ke Yerusalem di mana Yesus akan disalibkan. Mama tergolong sebagai pemimpin kaum perempuan, bisa diduga. Dan bisa diduga lagi, kalau Mama tidak semuda perempuan cantik yang bernyanyi "I Don't Know How I Love Him" dalam film Jesus Christ Superstar. Mama kemungkinan besar sepantaran ibu dari Yesus, Maria istri Yusuf! Taruh kata, Maria Ibu Yesus, melahirkan Yesus pada usia 13 tahun (WOW!), pada waktu Yesus berusia 33 tahun, Maria Ibu Yesus berusia hampir 50 tahun. Sepantaran itulah Mama. Dan mungkin akan ada argumen , "siapa tahu" Yesus itu mengidap "Oedipus Complex"!
Ide yang menyatakan bahwa Mama adalah istri Yesus dipopulerkan oleh buku seperti "Holy Blood, Holy Grail (1982)" yang dijiplak Dan Brown ke dalam The Da Vinci Code. Novel-novel lain yang mengulik isu yang sama adalah Three Marys (Paul Park, 2003) dan Priest's Madonna (Amy Hassinger, Bentang Pustaka, 2006). The Last Temptation of Christ karya Nikos Kazantzakis sama sekali bukan penggambaran Yesus yang menikah. Dalam novel yang difilmkan oleh Martin Scorsese Maria Magdalena memang digambarkan sebagai pelacur. Pada saat tersula di kayu salib, Yesus mengalami pencobaan terakhir, untuk turun dari salib dan membina keluarga dengan Maria Magdalena, tetapi tentu saja tidak dilakukannya.
Tradisi kuno Gereja Barat menyebut Mama sebagai "apostola apostolorum" yang berarti rasul dari para rasul, karena dialah yang pertama kali bertemu dengan Yesus pasca kebangkitan dan diminta Yesus untuk memberitahukan kepada saudara-saudara seiman bahwa Yesus telah bangkit. Pertemuan Mama dengan Yesus itu memang disebut-sebut sebagai satu skenario terbesar dalam sejarah, sehingga terlalu diangkat-angkat sampai timbul desas-desus pengaruh Mama yang besar dalam hidup Yesus!
Begitu memaksanya untuk menegakkan tesis bahwa Yesus menikah dengan Maria Magdalena, Martin Lunn dalam "Da Vinci Code Decoded (Ufuk Press, 2005" mengatakan bahwa Maria adalah sebutan untuk istri keturunan Raja Daud (Yesus adalah keturunan Daud, dilihat dari silsilahnya). Maria sebenarnya adalah bahasa Latin, bahasa Ibraninya adalah Miryam, bahasa Aram Maryam, dan bahasa Yunani Mariam. Kalau itu merupakan sebutan untuk istri keturunan Daud, bagaimana dia bisa menjelaskan Miryam (Maria/ Mariam/ Maryam) yang dikenal sebagai kakak perempuan Nabi Musa? Apakah dia istri keturunan Daud ;).
Setelah begitu banyaknya buku yang mengusik kehidupan Maria Magdalena (coba tengok ke situs magdalene.org) dengan kecenderungan negatif, kenapa tidak mencoba membaca misalnya sebuah buku berjudul "MAD MARY" (Liz Curtis Higgs, Harvest Publication House, 2003)? Dalam segala hal, saya kira keseimbangan senantiasa dibutuhkan.
1. Coba lihat kembali sejarah manusia dlm mencari TUHANnya, mulai dari men-TUHAN-kan Patung, Binatang, Matahari sampai Dewa-2, Bagaimana dan apa sj yg dilakukan dengan TUHANnya ?, Mengapa semua terjadi spt itu ?
2. Kemudian bagaimana, kapan, dan dimana Agama-agama itu lahir ?
3. Kalau masing-2 Agama mempunyai TUHAN sendiri-2, alangkah banyaknya TUHAN ini ! dan kalau betul demikian, bagaimana TUHAN-2 itu bersahabat dan berdebat ! dan mungkin berkelahi kali ! kalau betul TUHAN lebih dari satu ! (logika Manusia, APA IYA ?).
4. Pastikan TUHAN ini Cuma satu dan tdk mungkin banyak (logika kita/ akal rasio, coba renungkan dalam-2).
5. Jadi TUHANnya Orang Budha, Hindu, Kristen, Shinto, Kong Huchu, ISLAM, aliran kepercayaan mungkin SAMA ? dan hanya SATU (maha Esa !) TUHAN.
6. Kalau TUHAN hanya satu dan Cuma satu-satunya, yang mana diantara TUHAN-TUHAN itu yg mrpk TUHAN sesungguhnya dan siapa beliau ini ? (Mr. X itu ?) dan spt apa wujudnya TUHAN itu ? (setiap orang akan berpikir sesuai dg persepsi masing-2 kan ).
7. Bagaimana manusia (ciptaannya) mengetahui bhw Dia adl TUHANnya dan bagaimana TUHAN menyatakan dirinya serta memberitahukan bhw Dirinya adl TUHAN yg sesungguhnya bagi alam semesta beserta isinya (manusia, fauna, & flaura) ?.
8. Silahkan pelajari semua agama (PROTESTAN, KATHOLIK, ADVENT, ISLAM, HINDU, BUDHA, SINTO, KONG HUCHU, Aliran Kepercayaan) berikut kitab-2 sucinya (TAURAT, JABUR, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, INJIL, AL QUR`AN, WEDA, Dll) apa saja isi kitab-kitab suci dan bagaimana proses diturunkan (dibuatnya) ?
9. Jangan pernah berhenti mencari TUHAN yg sesungguhnya, niscaya dan insyaa ALLAH, TUHAN yg sesungguhnya akan menemui kita.
10. SELAMAT MENCARI, semoga TUHAN yg sesungguh akan segera menemui kita, amien.
BISARA SIANTURI bercerita;
Lelaki bernama Bisara Sianturi ini bukannya sembarangan lelaki. Dia ialah anak muda yang fanatik dengan agama Prostestan.
Apa yang menarik mengenai Bisara ini, ialah percubaannya untuk mempengaruhi sebuah keluarga muslim di Medan agar menerima ajaran Kristian Prostestan berkesudahan dengan kegagalan. Namun dari ketewasannya berdialog dengan seorang haji, menjadi penyebab dia mendapat hidayah dari Allah SWT.
Bisara Sianturi dilahirkan di Tapanuli Utara pada 26hb Jun 1949. Dia dibesarkan dalam didikan keluarga yang taat penganut Prostestan.
Pada tahun 1968 Bisara telah merantau ke Kota Medan. Nasibnya agak baik kerana berkesempatan berkenalan dengan keluarga Walikota(Datuk Bandar) Medan ketika itu, Ahmad Syah. Dari kemesraan hubungan itu dia mendapat kesempatan tinggal bersama-sama di rumah keluarga walikota berkenaan.
Bisara mengaku, selama tinggal di rumah keluarga walikota tersebut, dia cuba mendakwah anak-anak walikota itu lagu-lagu gereja. Kebetulan anak-anak walikota dekat dengannya dan suka dengan lagu-lagu yang diajarkannya. Sementara walikota sendiri tidak pernah marah kepadanya. Bahkan dia pernah bertanya kepada walikota tentang agama apa yang baik. Walikota itu menjawab, bahawa semua agama itu baik.
Pemikiran terbuka walikota seperti itulah uyang membuatnya senang dan berani mengajarkan lagu-lagu gereja kepada anak-anaknya. Menurutnya, kalau orang sudah memeliki pemikiran seperti ini, biasanya akan mudah diajak masuk Kristian."Saya berniat mengkristiankan keluarga ini. Pertama-tama melalui anak-anaknya dulu. Makanya saya ajari mereka lagu-lagu gereja. Anehnya, mereka suka sekali dengan lagui-lagu yang saya ajarkan," kenang Bisara Sianturi.
Usaha Bisara untuk mengkristiankan keluarga walikota melalui anak-anaknya ternyata tidak boleh berjalan dengan lancar. Di rumah walikota itu tinggal juga bapa mertuanya, Haji Nurdin. Meskipun walikota tidak merasa keberatan anak-anaknya diajarkan lagu-lagu gereja, tetapi Haji Nurdin tidak suka kalau cucu-cucunya diajarkan lagu-lagu gereja oleh Bisara.
Pada suatu petang, di ruang depan rumah walikota, Haji Nurdin mengajak Bisara untuk bercakap masalah serius. Haji Nurdin yang luas pengetahuan agamanya ini mengajaknya berdialog mengenai agama. Bahkan beliau menawarkan diri untuk masuk Kristian jika Bisara mampu menyakinkan Haji Nurdin melalui hujah-hujahnya.
"Kalau kamu boleh menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dengan benar, saya berserta keluarga saya seluruhnya dengan ikhlas dan sukarela akan mengikuti kepercayaan kamu," kata Haji Nurdin waktu itu. Tawaran itu tentu saja menggugat hati Bisara. Dia dengan bersemangat menyanggupinya. Dia mengira akan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan Haji Nurdin dengan mudah. Ternyata kemudiannya semua pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Haji Nurdin membuat keyakinnannya terhadap Kristian pula goyah.
"Mana lebih dahulu Tuhan dengan air?" tanya Haji Nurdin.
"Pak Haji ini bercanda. Anak kecil juga bisa menjawab," ucap Bisara.
"Saya tidak bercanda. Kalau kamu boleh menjawapnya, saya dan keluarga akan masuk agamamu!" tegas Haji Nurdin.
"Tentu lebih dahulu Tuhan, kerana Tuhanlah yang menciptakan air," jawab Bisara.
"Kalau begitu, bila Tuhan kamu lahir? Bukankan Tuhanmu, Jesus, lahir pada tahun 1 Masehi? Bukankah tarikh Masehi yang kita pakai sekarang ini mengikuti tarikh kelahiran Jesus? Bukankah sebelum Jesus lahir setelah ada air? Kalau begitu air lebih dulu ada sebelum adanya Tuhanmu?" balas Haji Nurdin. Bisara kebingungan sendiri. Tetapi dia dengan mudah menjawabnya kembali.
"Jesus itu' kan anaknya Tuhan."
"Bukankah dalam ajaran agamamu dikenal ajaran "Trinitas" yang menganggap tiga tuhan, iaitu Tuhan Bapak, Jesus dan Roh Kudus sebagai satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan? Satu bererti tiga dan tiga bererti satu. Kalau demikian, tidak mungkin kita memisahkan Tuhan Bapak, Jesus dan Roh Kudus.
"Kalau Tuhan Jesus jatuh atau diragukan dengan pertanyaan seperti tadi, bererti yang lain juga ikut jatuh," kata Haji Nurdin.
Bisara tambah bingung. Ianya tidak boleh membantah lagi.
"Yang kedua. Dalam Injil Matius pasal 27 ayat 46, disebutkan bahawa Jesus meminta tolong ketika sedang disalib. Cuba kamu fikir, bagaimana mungkin Tuhan yang Maha Sempurna minta tolong, Kalau Tuhan minta tolong, bererti dia tidak pantas dianggap Tuhan," kata Haji Nurdin.
Kali ini Bisara tambah terkejut. Dia tidak menyangka Haji Nurdin mengerti banyak tentang Injil. Oleh itu, dia tidak mampu menjawab lagi.
Bisara kesal, meskipun semua meresap ke dalam hatinya, tetapi ia tidak menerima begitu saja. Dia balik bertanya kepada Haji Nurdin tentang kebiasaan orang islam menyunat anak-laki-lakinya.
Al-Haj Lord Headly Al-Farooq
Seorang Bangsawan, Negarawan dan Pengarang
Mungkin ada kawan-kawan saya yang mengira bahwa saya telah terpengaruh oleh orang-orang Islam. Dugaan itu tidak benar, sebab kepindahan saya kepada agama Islam adalah timbul dari kesadaran saya sendiri, hasil pemikiran saya sendiri.
Saya telah bertukar pikiran dengan orang-orang Islam terpelajar tentang agama hanya terjadi beberapa minggu yang lalu. Dan perlu pula saya kemukakan bahwa saya sangat bergembira setelah ternyata bahwa semua teori dan kesimpulan saya persis seluruhnya cocok dengan Islam.
Kesadaran beragama, sebagaimana yang ditegaskan oleh Al-Qur'an, harus timbul dari kebebasan memilih dan putusan yang spontan, dan tidak boleh ada paksaan. Mengenai hal ini, Jesus Al-Masih menyatakan kepada para pengikutnya:
"Dan orang tidak akan dapat menerima kamu atau memperhatikan kata-kata kamu, apabila kamu meninggalkan dia." -- Injil Markus, VI, 2.
Saya banyak mengetahui tentang aliran Protestan yang fanatik, yang berpendapat bahwa kewajiban mereka ialah mendatangi rumah-rumah orang Katolik Roma untuk mengusahakan supaya kawan-kawan se-"kandang"-nya itu bertaubat. Tidak bisa diragukan lagi bahwa tindakan yarig menyolok ini, adalah suatu tindakan yang tidak jujur, bahkan setiap jiwa yang murni akan mengutuknya, karena hal itu dapat membangkitkan pertentangan-pertentangan yang menodai keluhuran agama. Maaf saya katakan, bahwa kebanyakan misi Nasrani juga telah mengambil langkah-langkah yang sama terhadap saudara-saudaranya yang memeluk agama Islam. Saya tidak habis pikir; mengapa mereka selalu berusaha memurtadkan orang-orang yang pada hakekatnya lebih dekat kepada ajaran Jesus yang sebenarnya dari pada mereka sendiri?! Saya katakan demikian, sebab dalam hal kebaikan, toleransi dan keluasan berpikir dalam akidah Islam lebih dekat kepada ajaran Kristus, dari pada ajaran-ajaran sempit dari Gereja-gereja Kristen sendiri.
Sebagai contoh ialah Kredo Athanasia yang mengecam akidah Trinitas dengan keterangannya yang sangat membingungkan. Aliran ini yang sangat penting dan berperanan menentukan dalam salah satu ajaran pokok dari Gereja, menyatakan dengan tegas bahwa dia mewakili ajaran Katolik, dan kalau kita tidak percaya kepadanya, kita akan celaka selama-lamanya. Tapi kita diharuskan olehnya supaya percaya kepada akidah Trinitas. Dengan kata lain. Kita diwajibkan beriman kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Agung, kemudian pada waktu yang sama kita diharuskan menutupinya dengan kezaliman dan kekejaman, seolah-olah kita menutupi manusia paling jahat. Sedangkan Allah swt. amat jauh dari kemungkinan bisa dibatasi oleh rencana manusia lemah yang mempercayai akidah Trinitas atau Tatslits.
Masilh ada satu contoh lagi tentang kemauan berbuat baik. Saya pernah menerima surat --tentang kecenderungan saya kepada Islam-- dimana penulisnya menyatakan bahwa apabila saya tidak percaya kepada ke-Tuhan-an Yesus Kristus, saya tidak akan mendapat keselamatan. Pada hal soal ke-Tuhan-an Yesus itu menurut pendapat saya tidak sepenting soal: "Apakah Yesus Kristus telah menyampaikan Risalah Tuhan kepada manusia atau tidak?" Jika saya meragukan soal ini, pastilah pikiran saya akan tergoncang. Akan tetapi, alhamdulillah, saya tidak ragu-ragu sedikitpun, dan saya harap bahwa kepercayaan saya kepada Yesus dan segala ajarannya tetap kuat seperti keyakinan setiap orang Islam atau setiap pengikut Yesus Kristus. Sebagaimana yang sering saya kemukakan bahwa agama Islam dan agama Kristen yang diajarkan oleh Yesus sendiri, adalah laksana dua saudara sepupu. Antara kedua agama itu hanya berbeda dengan adanya dogma-dogma dan tatacara yang mungkin tidak diperlukan.
Sekarang ini manusia sudah mulai menjurus kepada ketiadaan iman kepada Allah s.w.t. manakala mereka diminta supaya percaya kepada dogma-dogma dan kepercayaan-kepercayaan yang berpandangan sempit, dan dalam waktu yang bersamaan manusia haus kepada suatu agama yang dapat berbicara kepada akal dan athifah (sentiment) kemanusiaan.
Siapakah yang pernah mendengar bahwa seorang Muslim menjadi seorang atheist? Memang mungkin ada beberapa kejadian, tapi saya sangat meragukannya. Saya tahu ada beribu-ribu orang pria dan wanita, yang dalam hatinya adalah Muslim, akan tetapi secara biasa mereka tidak berani mengemukakan isi hatinya secara terang-terangan, dengan maksud supaya bisa menghindari gangguan-gangguan dan kesulitan-kesulitan yang akan dialami kalau mereka menyatakan ke-Islamannya secara terbuka. Justru saya sendiri mengalami yang demikian itu selama 20 tahun dalam keimanan saya secara terang-terangan yang telah menyebabkan hilangnya pikiran baik dari teman-teman saya.
Saya telah menerangkan alasan-alasan saya, mengapa saya menghormati ajaran-ajaran Islam, dan saya umumkan bahwa saya sendiri telah memeluk Islam lebih baik dari pada sewaktu saya masih seorang Kristen. Saya hanya bisa mengharap bahwa kawan-kawan saya mau mengikuti contoh ini yang saya tahu adalah suatu contoh yang baik, yang akan membawa kebahagiaan kepada setiap orang yang memandang langkah hidup saya sebagai suatu kemajuan dan jauh dari bersifat bermusuhan terhadap agama Kristen.
Tentang Pengarang : Lord Headly Al-Farooq
Lord Headly Al-Farooq dilahirkan pada tahun 1855. Beliau adalah seorang bangsawan Inggris, negarawan dan pengarang. Belajar pada Universitas Cambridge dan menjadi seorang bangsawan pada tahun 1877, mengabdikan diri dalam kemiliteran dengan pangkat Kapten, dan terakhir sebagai Letnan Kolonel dalam Batalion IV Infanteri di North Minister Fusilier. Walaupun beliau seorang insinyur, beliau berkecimpung juga dalam bidang kesusastraan. Beliau pernah menjabat sebagai Redaktur s.k. "Salisbury Journal" dan banyak mengarang buku-buku, dan yang paling terkenal ialah "A Western Awakening to Islam".
Beliau telah menyatakan ke-Islaman-nya pada tanggal 16 Nopember 1913 dan berganti nama menjadi Syaikh Rahmatullah Al-Farooq. Beliau banyak melakukan perjalanan, dan pernah mengunjungi India pada tahun 1928.
Name December 1, 2006 10:07 AM PST Memang seringkali kebaikan seseorang sering disalah artikan oleh orang yang mungkin kurang menerima kebaikan yang sepantasnya seperti Dan Brown dan pada akhirnya hanya melahirkan sifat sinis yang selalu curiga~cemburu akan kebaikan seseorang dgn mengatakan so bahugel stou dorang tapi "Dan Brown" yang lain masih banyak lagi makanya para Pendeta yang sebenarnya harus lebih banyak bergumul agar ada hikmat dari TUHAN supaya apabila ada "Dan Brown" yang lain lagi mereka dapat menjawab sebagaimana adanya keyakinan itu, jadi jadilah gembala yang sebenarnya bukan mengurusi TK