"Dunia Buku adalah
sebuah dunia tempat aksara menciptakan keajaiban, satu demi satu
dipintal menjadi kata, ditenun menjadi kalimat, dijahit menjadi buku,
dan diapresiasi selaras emosi dan logika"
If you want to be updated on this weblog Enter your email here:
Friday, February 16, 2007
RESEP CINTA
Judul Buku : RESEP CINTA Penulis : Primadonna Angela Tebal : 176 hlm; 20 cm Terbit : Cetakan 1, Februari 2007 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
RESEP CINTA PRIMADONNA ANGELA
Kendati sudah tidak remaja lagi, seperti halnya Meg Cabot penulis serial The Princess Diaries, Primadonna Angela atau Donna piawai menulis cerita-cerita remaja (teenlit). Hal ini dibuktikan Donna dengan menghasilkan novel-novel remaja seperti Belanglicious, Love at First Fall, dan Big Brother Complex. Menyambut Valentine Day, pada tanggal 13 Februari 2007, Gramedia Pustaka Utama merilis karya terbaru Donna berjudul Resep Cinta. Meskipun Donna mengaku lebih gampang mendapatkan judul berbahasa Inggris, kali ini Donna cukup percaya diri menjuduli novel teenlit-nya dengan bahasa Indonesia.
Hampir semua teenlit isinya senada seirama. Biasanya bermuatan cinta yang meliputi naksir, pacaran, putus cinta, sambung cinta, dan gosip-gosip ala remaja. Sehingga dengan sendirinya khusus untuk novel jenis ini telah terbentuk kelompok penggemar yang menyukai tema-tema yang itu-itu saja. Padahal seperti kata Donna (hlm. 168), menulis dan memasak sama saja. Hasil akhir kedua proses itu adalah sebuah hidangan yang siap disantap. Nah, seperti masakan, buku pasti akan menimbulkan kebosanan kalau temanya itu-itu saja. Sudah menggunakan bahan dasar yang identik, pengolahannya idem ditto. Tidak heran teenlit seperti karya Rosemary Kesauly yang berjudul Kana di Negeri Kana menjadi salah satu sajian teenlit yang sangat lezat dinikmati. Cerita terasa lebih gurih, diolah dengan menggunakan bahasa yang baik tanpa kehilangan aroma remaja, dan tidak melantur-lantur seperti kebanyakan teenlit hanya untuk menghasilkan sajian yang itu-itu saja.
Donna, dalam Resep Cinta, mungkin karena sudah bukan remaja seperti kebanyakan penulis teenlit, cukup berhasil mengendalikan gerak dan irama cerita novelnya. Sehingga meski mengusung tema cinta, Resep Cinta tidak terpuruk menjadi teenlit yang cerewet dan mubazir. Walaupun, kalau disimak teliti, seperti umumnya teenlit, kita masih bisa menemukan ungkapan-ungkapan khas remaja yang memiliki kecenderungan hiperbolis.
Suka atau tidak, teknik penyajian Donna akan mengingatkan pada teknik yang dipakai oleh Meg Cabot dalam novel-novel remajanya. Kita akan dihadapkan dengan gaya bercerita yang ceria, konyol dengan susunan yang tidak terlalu baku. Gaya yang sekaligus menyiratkan keluwesan dan kecerdasan sang penulis dalam menyampaikan gagasan.
Cinnamon Cherry, anak sepasang jagoan kuliner senang makan tetapi tidak bisa masak. Pertemuannya dengan Basil yang ternyata tetangga baru sekaligus anak baru di sekolahnya membuat Cherry ngotot belajar masak. Penyebabnya tidak lain karena Cherry jatuh cinta pada Basil sedangkan Basil mendambakan pacar yang jago masak.Ternyata untuk mendapatkan hati Basil (yang namanya memang sejenis bakteri, bukan sekedar mirip) merupakan pekerjaan yang sulit. Setelah belajar masak, Cherry harus berhadapan dengan saingannya, Maya Renggo, jagoan masakan Cina, anak pemilik Bakpau dan Siomay Meihan dan resto Chinese Food.
Untuk memperebutkan Basil, Maya menantang Cheery lomba masak dengan Basil sebagai juri. Siapa yang menang dia lah yang akan menjadi pacar Basil. Sebuah gagasan yang sangat konyol, merendahkan martabat, dan sangat memalukan. Dan untuk menambahkan bumbu kekonyolan, orang tua Maya dan Cherry mendukung adu masak tersebut. Bahkan untuk itu ayah Cherry mengajari putrinya resep pai andalan keluarga yang sangat tersohor.
Tentu saja Cherry gagal mendapatkan Basil karena pada akhirnya Cherry mengurungkan niat untuk membuat pai yang resepnya merupakan rahasia keluarga. Tetapi justru kekalahan Cherry berubah menjadi berkah ketika Perfect Pau didirikan di Orchard Road, Singapura.
Salah satu kekuatan Donna dalam bercerita adalah kemampuan memberikan kejutan menjelang akhir novel, dan ini tampak pada Resep Cinta. Kejutan yang disodorkan Donna memberi nilai lebih dibandingkan teenlit lain. Walaupun kejutan Donna terasa 'dewasa' jika mencerna rahasia di balik ketampanan Basil yang sesungguhnya.
Resep Cinta seperti judulnya mengandung resep-resep masakan yang menurut Donna merupakan hasil kreasi bersama ibunya. Donna mengombinasikan cerita dan resep-resep favoritnya (kecuali resep rahasia pai keluarga Cherry) dengan niat berbagi penuh perasaan cinta kepada pembaca. Oleh karena itu mata kita akan bersentuhan dengan nama-nama yang mengugah selera seperti spageti lemon, yummy chocolate cherry fudge, udang panggang istimewa, ayam madu cinta atau puding lemon salju.
Sayangnya oleh Donna resep-resep tersebut dilampirkan begitu saja di setiap akhir bab yang menyinggung jenis masakan tersebut. Padahal pelampiran resep seperti itu tidak berkontribusi pada jalinan cerita. Artinya jika resep itu tidak dilampirkan tidak akan mengurangi kandungan cerita. Ketika membaca ada kemungkinan pembaca akan mengabaikan resep-resep itu. Kalaupun pembaca tertarik, kemungkinan minat pembaca akan terpecah untuk menuntaskan novelnya atau segera mencoba resep yang ditawarkan Donna.
Berbeda dengan Like Water for Chocolate (1992) yang juga menggunakan resep-resep masakan sebagai salah satu formula novel. Sebagai penulis, Laura Esquivel tidak sekadar melampirkan resep-resep masakannya. Resep-resep masakan sekaligus proses masaknya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan cerita. Esquivel memulai setiap bab novel dengan resep yang berbeda. Setiap resep menimbulkan kenangan tersendiri akan peristiwa-peristiwa berbeda dalam hidup Tita, sang tokoh utama novel. Bagi yang sudah pernah membaca novel ini, pasti tidak bisa melupakan bagaimana salah satu resep Tita, Quail in Rose Petal Sauce, menyebabkan kehebohan karena siapa saja yang mencicipinya kehilangan kendali saking bergairah.
Dengan demikian, Resep Cinta belum menjadi karya utuh dengan ide menarik yang ingin disampaikan penulisnya. Asimilasi yang harmonis antara resep masakan, proses masak, dan konflik akan lebih berpotensi menghasilkan cerita yang jauh lebih matang dan memikat sekalipun ditujukan terutama untuk pembaca remaja.
Judul Buku : The Crystal Garden Penulis : Mohsen Makhmalbaf Penerjemah : Elka Ferani Penyunting : Melvi Yendra Penerbit : Dastan Books, 2006
SAAT PENDERITAAN, SAAT BELAS KASIHAN
Mohsen Makhmalbaf terkenal sebagai sutradara, penulis, editor, dan produser yang film-filmnya telah diikutsertakan pada festival film internasional lebih dari 1000 kali. Dia telah memperoleh lebih dari 20 penghargaan. Selain itu, Mohsen telah mempublikasikan lebih kurang 27 buku yang telah diterjemahkan dalam lebih dari 10 bahasa. Dalam dunia perfilman Iran, keluarga Mohsen Makhmalbaf dikenal sebagai dinasti Makhmalbaf.Karena selain dia, istrinya, Marziyeh Meshkini, kedua putrinya yaitu Samira dan Hana telah mengukuhkan diri sebagai sutradara film. Sekarang Mohsen dan keluarganya tinggal di Kabul, Afghan, membantu mendirikan sekolah dan rumah sakit. Sebelumnya Mohsen Makhmalbaf telah sukses mengirim ribuan anak Afghan bersekolah di Iran.
The Crystal Garden adalah salah satu novel racikan lelaki kelahiran Teheran 29 Mei 1957 yang edisi Indonesianya diterbitkan oleh Dastan Books. Cerita berlatar Teheran, Iran pascarevolusi, saat perang Iran-Irak (1980 – 1988) berkecamuk. Hampir seluruh cerita terjadi di sebuah rumah besar dengan taman dan kolam yang disita negara dan pemiliknya lari keluar negeri. Ada berbagai perempuan dan berbagai kehidupan berkelindan di kamar-kamar pembantu rumah besar itu. Kita tidak akan menemukan cerita yang hanya digulirkan dari satu karakter. Tidak ada plot tunggal. Semua perempuan dalam novel menjadi karakter penting dengan plot kehidupan masing-masing yang dianyam Mohsen menjadi sebuah novel. Persamaan yang merekatkan mereka adalah mereka semua korban-korban perang. Meskipun tidak dalam arti terlibat langsung dalam peperangan.
Layeh, ditinggalkan suaminya, Mansur,yang gugur dalam perang dengan 2 anaknya, Salman dan Sareh dan seorang bayi yang masih dalam kandungan.Suatu ketika Layeh menerima pinangan seorang laki-laki bernama Karim karena dijodohkan orang-orang serumah. Tetapi ternyata Karim seorang tukang pukul dan tidak berniat menjadi ayah bagi anak-anak Layeh.Setelah Layeh keguguran, Karim menghilang dari kehidupannya.
Maliheh, seorang perempuan muda yang menikah dengan Hamid, veteran perang lumpuh dan telah kehilangan kemampuan reproduksi. Hamid sering meragukan cinta Maliheh. Maliheh memang mau menikahi Hamid karena percaya pengorbanan yang ia lakukan akan dibalas di akhirat. Padahal, sebagai perempuan, yang setiap hari melihat anak-anak teman serumah, Maliheh juga mendambakan anaknya sendiri.
Souri, seperti halnya Layeh ditinggalkan suaminya, Akbar, yang tewas dalam perang.Mereka telah memiliki 2 orang anak, Samireh dan Meysam. Souri tidak dekat dengan ibu mertuanya yang mempersalahkan Souri atas kematian anaknya. Souri dinikahkan oleh ayah mertuanya dengan adik suaminya, Ahmad. Ketika cinta mulai menyapa, terjadi sebuah peistiwa yang membuat Ahmad memutuskan ikut berperang. Souri ditinggalkan dalam keadaan hamil.
Alyeh, perempuan tua yang kehilangan 2 anaknya, Akbar dan Ahmad yang tewas dalam perang. Dan seolah tidak cukup, suaminya, Marshadi, juga nekat pergi berperang untuk kemudian tidak pernah kembali lagi.
Khorshid, mantan pembantu rumah besar yang dinikahkan dengan Ali, seorang pelayan,karena kecemburuan istri majikannya.. Ali ternyata tidak lebih dari seorang lelaki lemah yang kerjanya hanya duduk, mengeluh, dan mengisap candu.
Kehidupan para perempuan ini mencapai titik nadir ketika mereka digusur dari rumah besar. Di titik nadir tersebut, Souri melahirkan anak Ahmad. Souri yang lemah tidak bisa menyusui anaknya. Alyeh, ibu mertua Souri yang menjaga bayi Souri merasa putus asa karena tidak berdaya. Alyeh mendongak ke langit, mengigit bibirnya sampai berdarah, dan berteriak keras," Tuhan, di mana Engkau? Apa Kau tidak ada?" Satu pertanyaan yang mengiris hati. Pertanyaan yang bisa terucap oleh siapa pun ketika penderitaan yang menimpa terasa tidak tertanggungkan lagi dan seakan-akan Tuhan menutup mata atas semua yang terjadi. Pertanyaan yang sekaligus merupakan gugatan dari novel ini: siapakah penyebab penderitaan manusia? Tuhankah? Atau manusia sendiri?
Saat Alyeh berteriak lantang, teriakannya secara luar biasa disahut Tuhan. Tuhan tidak berada dalam peperangan. Tuhan sedang menanti terlewatnya ambang batas kemampuan manusia yang mengandalkan diri sendiri untuk memberikan kuasa-Nya yang penuh belas kasihan.
Mohsen menjalin kisah kehidupan manusia-manusia sengsara karena perang ini dengan indah dan apa adanya. Tidak ada yang dipaksakan. Tidak ada yang dibuat-buat. Kita akan dibawanya larut dalam kesedihan, penderitaan, ketakutan, harapan, dan ketidakberdayaan mereka. The Crystal Garden menjadi sebuah novel yang akan meninggalkan jejak yang tidak mudah terhapus dari benak pembaca, sajian yang memikat karena kepedihan yang disodorkan. Selain itu kita tidak akan mudah melupakan kalimat-kalimat indah Mohsen lewat bisikan hati dan kata-kata para tokoh yang diposisikan dengan sangat wajar pada tempatnya. Kita harus membaca sendiri untuk menemukan dan meresapi keindahan verbalisasi Mohsen.
Judul Buku : Puing-Puing Kehidupan Judul Asli : The Remains of the Day Penulis : Kazuo Ishiguro Penerjemah : Femmy Syahrani Penerbit : Hikmah (PT Mizan Publika) Terbit : Cetakan 1, Januari 2007
LELAKI YANG SEMBUNYI DI BALIK MARTABAT
Setelah
sekitar 18 tahun diterbitkan untuk pertama kalinya di Inggris, akhirnya novel The
Remains of the Day karya Kazuo Ishiguro yang menjadi pemenang
Booker Prize tahun 1989 diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia.
Femmy Syahrani yang pernah menerjemahkan Tsotsi (Bentang Pustaka, 2006)
menyulih karya penulis berdarah Jepang ini ke dalam bahasa Indonesia dengan
judul Puing-Puing
Kehidupan.
Inilah
sebuah karya modern tentang kehidupan masa lalu yang terjadi di Inggris
mengambil lokasi utama sebuah rumah kuno bernama Darlington Hall. Cerita
digiring keluar dari rumah tersebut pada tahun 1956 dan melalui Stevens sebagai
narator digerakkan pulang-pergi ke sekitar 30-an tahun sebelumnya. Saat cerita
dimulai, Darlington Hall telah beralih kepemilikan dari keluarga bangsawan Darlington kepada John Farraday, seorang pria Amerika.
Atas
saran Farraday dan keingintahuan misteri kehidupan di balik surat dari Kenton,
bekas pengurus rumah tangga Darlington Hall, Stevens melakukan perjalanan
mengelilingi pedesaan Inggris dengan tujuan akhir bertemu Kenton. Stevens
mengira Kenton yang berpuluh tahun lalu meninggalkan Darlington Hall untuk
menikah tidak bahagia dan ingin kembali bekerja di Darlington Hall. Kebetulan
saat itu Stevens mulai menemukan kesalahan-kesalahan dalam pekerjaanya. Dia
berharap kehadiran Kenton akan membantu memberikan solusi.
Dalam
perjalanan Stevens, kejadian-kejadian masa lalu yang berfokus pada seputar
aktivitas Lord Darlington yang merambah wilayah politik disingkap.
Diceritakan bahwa banyak keputusan politik dibicarakan dan diputuskan di
Darlington Hall. Sebagai kepala pelayan di Darlington Hall, walau tidak
terlibat, Stevens merasa bangga karena mengetahui sepotong-sepotong pembicaraan
para orang terpandang. Dari cerita Stevens juga tersingkap bahwa hubungan Lord
Darlington dengan orang-orang Jerman yang terlibat Nazi akhirnya menjatuhkan
martabat Lord Darlington yang menurut
Stevens sesungguhnya orang yang baik.
Kendati
Stevens cukup banyak memberikan porsi pada kehidupan politik Lord Darlington
dalam tuturannya, tetapi bukan itu sebenarnya yang menjadi inti pembicaraan
Stevens. Stevens menceritakan seputar kehidupan Lord Darlington hanya untuk
membeberkan kepada pembaca bahwa dengan menjadi kepala pelayan di Darlington
Hall dia telah masuk dalam sebuah kelas terpandang Inggris (bahkan dunia)
tempat martabatnya menjulang karena pengabdian yang dilakukannya. Bahkan demi
martabatnya sebagai seorang kepala pelayan Inggris yang sebenarnya
terkesan sangat kaku dan menggelikan, Stevens mengabaikan ayahnya, yang
adalah salah satu stafnya, pada detik-detik terakhir kehidupan sang ayah.
Lebih
jauh lagi, Stevens bahkan tidak mengenal cinta seorang perempuan dalam hidupnya
gara-gara ambisi menjadi kepala pelayan bermartabat tinggi. Stevens telah
menjadi lelaki tumpul kendati diam-diam Kenton mencintainya dan ingin
membuatnya menjadi lebih manusiawi. Pada saat Kenton harus membuat keputusan
terpenting dalam hidupnya, dia berupaya memberi tanda pada Stevens betapa dia
mencintai laki-laki ini, tetapi si pengejar martabat tidak memahaminya.
Baru menjelang pertemuan kembali dengan Kenton setelah berpisah puluhan tahun,
Stevens menyadari kalau Kenton sesungguhnya mencintainya. Saat itu tentu saja
Kenton bukan lagi seorang gadis pelayan, tetapi istri seorang laki-laki dan
calon nenek bagi cucu-cucunya. Stevens juga sudah tua. Terbersit harapan di hati
Stevens untuk membawa Kenton kembali ke Darlington Hall. Tetapi apakah Kenton
benar-benar tidak bahagia seperti kesan yang ditangkap Stevens lewat surat terakhir perempuan
itu? Atau hanya pikiran seorang laki-laki tua yang tidak berkembang karena
tidak pernah mengenal cinta seorang perempuan dalam hidupnya dan merasakan
romantika sebuah pernikahan?
Pertanyaan
yang tersisa setelah membaca novel ini mungkin berada pada pertanyaan yang
dilontarkan Kenton pada halaman 323 : "Anda sendiri bagaimana, Mr. Stevens? Apa
yang menanti Anda di Darlington Hall di masa depan?"
Pertanyaan telak yang dijawab Stevens dengan dangkal. Kerja, kerja, dan kerja
lagi. Jawaban Stevens mungkin akan membuat miris pembaca yang berhati peka.
Keunikan
novel ini adalah pengarang bukan seorang Inggris yang menceritakan kehidupan
khas Inggris. Kazuo Ishiguro adalah penulis laki-laki kelahiran Nagasaki, Jepang, yang
pindah ke Inggris pada usia 5 tahun. Antara lain dia telah menulis novel-novel
seperti A
Pale View of Hills (1982), An Artist of the Floating World
(1986), The
Unconsoled (1995), When We Were Orphans (2000) dan
Never
Let Me Go (2005). The Remains of the Day yang
diterbitkan pertama kali tahun 1989 adalah salah satu buku laris yang telah
diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan telah terjual sejuta lebih
eksemplar dalam bahasa Inggris saja. Novel ini telah difilmkan dan
dibintangi Anthony Hopkins sebagai Stevens dan Emma Thompson sebagai Kenton.
Untuk upaya Kazuo Ishiguro dalam bidang sastra dia telah menerima lencana Order
of the British Empire pada tahun 1995 dan tanda jasa Chevalier de L'Ordre
des Arts et des Lettres pada tahun 1998.
Keunggulan
edisi Indonesia
ini adalah terjemahan yang bagus, kemasan yang baik dengan jenis huruf
yang enak dibaca dan jelas. Mungkin ceritanya akan terkesan membosankan bagi
sebagian orang. Tetapi bagi pencinta sastra novel ini adalah salah satu karya
yang menawan dari dunia masa lalu Inggris yang dijahit oleh penulis masa kini.
Judul Buku : LUC dan AKU Judul Asli : AFTER Penulis : Francis Chalifour Penerjemah : Alexandra Karina Terbit : Januari, 2007 Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
SETELAH AYAHNYA PERGI
Apa yang terjadi dengan kita setelah orang yang dekat dengan kita atau yang kita sayangi meninggal dunia?
Suka atau tidak, kehidupan akan terus berlanjut dengan mengabaikan pikiran atau perasaan kita yang mungkin menjadi sensitif. Saat kehidupan berlanjut, kita baru bisa mengetahui apakah kita bisa bertahan atau tidak.
Ayah Francis, Ben, meninggal dunia ketika Francis sedang berkarya wisata di New York. Telepon dari ibunya meningkah acara Francis dan memintanya segera kembali ke Montreal. Francis merasa bersalah karena tidak berada di dekat ayahnya ketika Ben melakukan usaha bunuh diri dan berhasil. Sebelumnya Ben telah mencoba bunuh diri dan Francis mendapuk dirinya sebagai mata-mata untuk mencegah ayahnya melakukan hal bodoh itu lagi. Francis berpikir selama dia bisa mengawasi Ben, dia bisa menyelamatkan ayahnya.
Kehilangan ayah sudah menjadi masalah bagi Francis. Masih ditambah lagi dengan sebab kematian yang memalukan. Bagi Francis, berpredikat lebih miskin dari teman-temannya tidak separah dibandingkan menjadi anak dari seorang laki-laki yang bunuh diri. Di tengah metode mea culpa (mempersalahkan diri) yang diterapkannya,Francis juga dihinggapi ketakutan ibunya akan meninggalkan dia dan adiknya, Luc. Francis juga bingung bagaimana menjelaskan hakikat kematian Ben pada Luc. Luc menyangka suatu saat ayah mereka akan kembali.
Bacalah kalimat yang dilontarkan Luc, seperti di bawah ini:
"Kapan Papa pulang, Francis? Maman bilang dia sudah pergi untuk selamanya. Apa itu selamanya?"
"Bisakah Papa berhenti meninggal untuk ulang tahunku? Apakah aku membunuh Papa karena aku mengatakan padanya aku tidak menyayanginya lagi? Aku tidak benar-benar bermaksud mengatakannya, Francis."
Sampai suatu malam, Luc bermaksud menggantung anjingnya, Sputnik, karena ingin anjing itu menemukan sang ayah.
Sejalan dengan masalah kematian ayahnya akibat gantung diri, Francis dihadapkan dengan masalah remaja. Francis jatuh cinta pada seorang gadis yang tidak mencintainya. Ketika cintanya ditolak, ibunya malah sukses menjalin cinta dengan seorang laki-laki bertopi hijau. Francis protes dan menghasut Luc untuk menampik kehadiran pengganti ayah mereka.
Kemudian satu memo bertanggal 14 Agustus 1953 membuat Francis memutuskan meninggalkan semua rasa sakit, frustrasi, kemarahan dan segala kekonyolan yang telah ia lakukan. Francis meninggalkan Montreal menuju Toronto dengan harapan untuk melakukan kekonyolan yang lain!
After yang dimasukkan dalam kategori novel TeenLit oleh Gramedia Pustaka Utama merupakan hasil karya Francis Chalifour seorang guru ilmu sosial di Toronto, Canada. Kisah Francis (seperti nama si penulis) rupanya berangkat dari minat penulis yang mengambil spesialisasi pengaruh proses berduka dalam pembelajaran anak di University of Ottawa. Sebelum After, Chalifour telah menulis novel dalam bahasa Prancis dengan judul Zoom Papaye.
After yang diindonesiakan sebagai Luc dan Aku menurut saya kurang kena karena cerita justru lebih fokus pada keadaan kejiwaan Francis pasca meninggalnya sang ayah dan bukan, misalnya, hubungan dengan adiknya dalam mengatasi kepedihan.
Teenlit versi Gramedia ini disajikan dengan huruf-huruf yang cukup besar sehingga sangat ramah mata. Selain itu, karena cerita mengalir lancar dan cepat, kita hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk menyudahinya.
Judul Buku : Kantring Genjer-genjer Penulis : Teguh WinarshoAS Terbit : Cetakan Pertama, Februari 2007 Penerbit : PUstaka puJAngga
KANTRING YANG TIDAK BIKIN 'KANTRING'
Teguh
Winarsho AS adalah seorang penulis Indonesia yang cukup produktif.
Selain telah menghasilkan kumpulan cerpen seperti Bidadari Bersayap Belati,
Perempuan
Semua Orang, Kabar dari Langit, dan Tato Naga,
Teguh juga telah menulis novel-novel seperti Tunggu Aku di Ulegle, Jadikan
Aku Pacar Gelapmu, dan beberapa novel yang dipublikasikan lewat
koran seperti Suara Pembaruan, Sinar Harapan, dan Republika.
Kantring
Genjer-genjer adalah novel Teguh yang diterbitkan oleh PUstaka
puJAngga (tulisannya memang demikian) yang berlokasi di Lamongan
dengan embel-embel dari kitab kuning sampai komunis. Embel-embel
ini sama sekali tidak berpengaruh signifikan pada isi cerita. Yang jelas,
sampulnya, terutama sampul belakang, tidak akan ditemukan hubungannya dengan
cerita yang ada.
Judul
novel mungkin akan menyebabkan kebingungan seperti judulnya pada
sebagian pembaca. Apa maksud judul ini? Kantring dan Genjer-genjer. Apakah
karena pembaca bisa dibuat bingung oleh novel ini? Ataukah lagu genjer-genjer
itu memang membingungkan? Semoga saja semua pembaca, apalagi yang tidak
berlatar belakang Jawa mengerti arti judul yang sama sekali tidak ada
penjelasan dari pengarang (bandingkan dengan Kalatidha karya Seno Gumira
Ajidarma). Ataukah novel ini memang ditargetkan untuk pembaca dari suku Jawa?
Karena selanjutnya, pembaca akan disuguhkan banyak kata dalam bahasa Jawa.
Semoga saja, dengan tidak ada padanan kata bahasa Indonesia yang diberikan,
pembaca bisa dhong (=mengerti) apa yang diinginkan pengarang.
Lepas
dari itu, Kantring Genjer-genjer adalah sebuah novel yang
cukup menarik. Temanya mungkin sudah biasa. Ada mistik, ada sejarah, sehingga ada ontran-ontran
(=geger, kekacauan). Soal mistik mungkin sudah sejak dahulu kita
kenal. Tapi sejarah, apalagi yang berbicara masalah seputar peristiwa Lubang
Buaya sepertinya baru mengemuka secara bebas pasca reformasi. Sekarang kedua
tema ini sudah terasa sangat biasa. Bahkan mungkin ada yang sudah bosan. Untuk
itu kepiawaian penulis diperlukan untuk menciptakan karya yang menarik sangat
dibutuhkan. Salah satunya tentu saja adalah gaya bercerita. Dan itulah yang rupanya
diandalkan oleh Teguh.
Kantring
Genjer-genjer dipintal menjadi novel dari tujuh bab yang dijalin berdasarkan
pengalaman tokoh aku dan cerita yang didengarnya dari seorang
laki-laki tua yang dijumpainya sewaktu kembali ke dusun Panjen.
Adalah
Sadikin, seorang pengangkut batu di kali Krasak, selamat dari godaan iblis
perempuan penghuni kali (?) tetapi berulang kali mencoba mengakhiri hidupnya dengan
bunuh diri. Ternyata Sadikin tetap tidak mati-mati. Orang-orang Panjen
menganggapnya sakti dan ingin berguru padanya. Maka Sadikin mendirikan
padepokan dengan mengangkat Ki Sangir sebagai kepala dengan tujuan untuk
mendapatkan kekayaan. Padepokan tersebut berkembang dengan pesat dan menyedot
ratusan cantrik (=murid atau santri) dengan jualan utama ilmu pati sukma. Ki
Sangir meyakinkan pada orang-orang bahwa semua ilmu yang ia ajarkan adalah atas
izin Gusti Allah. Padahal arah kiblat saja dia tidak tahu.
Kyai
Barnawi, pemilik pesantren tua yang nyaris ambruk murka karena 15 santrinya
beralih ke padepokan Sadikin. Kemurkaannya membuat Ki Sangir menganggapnya
sebagai ancaman besar bagi padepokan. Untuk melawan Barnawi, Sangir memutuskan
memperistri perempuan iblis penunggu kali Krasak yang dinamainya sebagai Nyi
Ratu Krasak. Padahal anak Sangir dari istri tuanya (yang ternyata bernama
Kantring) menjadi santri pesantren Barnawi. Untuk mencegah hal yang
dikhawatirkan Sadikin bahwa anak Sangir akan bersatu dengan Barnawi untuk
melawan ayahnya, Sangir memutuskan mengirim anaknya menjadi tentara. Dalam
hati, Sadikin ingin menyingkirkan Sangir agar tetap menjadi orang nomor satu di
padepokan dan bisa mendapatkan tubuh molek Suni, istri muda Sangir.
Padepokan
Sadikin dibangun menjadi lebih megah dengan batu-batu kali Krasak tanpa
gangguan Nyi Ratu Krasak, kemudian dirayakan dengan pesta mabuk-mabukan dan
seks. Tidak mau kalah pamor di mata orang-orang Panjen, Barnawi menyuruh
santri-santrinya untuk menjarah orang-orang Panjen dengan alasan semua yang ada
di muka bumi dan langit adalah milik Gusti Allah, jadi itu juga adalah rizki
Gusti Allah bagi mereka. Bersamaan dengan penjarahan yang dilakukan
santri-santrinya, Kyai Barnawi mendoakan keselamatan mereka. Kemudian dengan
hasil penjarahan, pesantren direnovasi dan Barnawi menambah koleksi istri.
Sementara
itu, Sadikin menjalankan rencana untuk membunuh Sangir. Setelah 3 rencana yang
disusunnya gagal diterapkan, Sadikin mencoba rencana keempat. Namun, pada saat
menjalankan rencana keempat, Sangir menyantet Sadikin sampai akhirnya laki-laki
itu mati.
Permusuhan
Sangir dan Barnawi terus merebak sampai pasca peristiwa Lubang Buaya. Barnawi
memanfaatkan situasi yang panas dengan menuduh Sangir sebagai antek PKI.
Barnawi terbunuh. Kodim turun tangan. Para
tentara melancarkan aksi pembunuhan masal. Tapi Sangir menghilang.
Selain
kisah permusuhan di atas, diceritakan juga tentang si aku
yang baru pulang ke dusunnya dan berkali-kali diperkosa oleh Nyi Ratu Krasak.
Tokoh aku inilah yang menjadi anak Sangir dari istri tuanya,
Kantring. Dia jadi santri di pesantren Barnawi, kemudian dikirim Sangir untuk
menjadi tentara. Pada saat tokoh aku bercerita, dia baru kembali dari Jakarta setelah peristiwa
yang dikenal sebagai G30SPKI. Tokoh aku ini terlibat penculikan para jenderal
dan ikut membunuh mereka di Lubang Buaya. Pada saat para tentara yang
ditugaskan menculik dan membunuh para jenderal digaruk untuk dibunuh, si aku
melarikan diri hingga kembali ke dusunnya.
Tapi
tepat saat si aku merasa dusunnya sudah tidak aman baginya dan memutuskan
pergi, dia dihadapkan dengan pilihan berat yang harus diambilnya di bawah
todongan pistol.
* * *
Seluruh
cerita yang kita baca adalah laporan si aku pada Kantring, ibunya yang telah
meninggal. Kantring, seperti namanya, memiliki rahasia yang membuatnya
kebingungan sebenarnya anaknya itu hasil hubungan dengan Sangir atau Barnawi
yang diam-diam kawin siri dengannya. Siapa ayah kandung si aku, tidak ada
jawaban hingga cerita berakhir.
Seperti
disebut sebelumnya cerita dijalin dari pengalaman si aku dan cerita yang
didengarnya dari seorang laki-laki tua pengangkut batu yang kemudian mati
dibunuh. Mengingat sebagian besar cerita didasarkan pada penuturan si
laki-laki tua, pada banyak tempat terasa janggal membaca detail yang
disampaikan, apalagi mencakup hal-hal pribadi yang hanya diketahui oleh Ki
Sangir, Kyai Barnawi, dan Sadikin. Misalnya, dari mana si tua tahu eksperimen
seksual yang dilakukan Sadikin dengan seekor angsa? (Hal. 22). Bagaimana si tua
tahu isi hati dan kepala para tokoh yang kemudian disampaikan kembali si aku?
Selain
beberapa kesalahan cetak, kita juga akan menjumpai kata yang terkesan tidak
tepat disampaikan pada saat cerita yang kita baca berlangsung. Contohnya kata doktrin
pada hal. 21 atau orgasme pada hal. 39. Benarkah kata-kata ini lazim
diucapkan oleh orang dusun waktu itu?
Tapi
coba simak nakal-nya Teguh. Terlepas dari benar-tidaknya peran
Soeharto di balik peristiwa Lubang Buaya, coba baca teliti, siapa sesungguhnya
sosok Lasmi yang mengajak si aku bercinta dan menceritakan rahasia di balik
peristiwa Lubang Buaya tersebut. Bacalah hal. 108 untuk menegaskan jawabannya.
Satu
hal lagi. Siapakah nama tokoh aku yang sesungguhnya? Hanya bisa ditemukan di
kalimat terakhir novel. Untuk yang pernah belajar sejarah mungkin bisa
menghubung-hubungkan sendiri.
Secara
keseluruhan, Kantring Genjer-genjer adalah novel yang cerdas,
jenaka, dan berani.
Judul Buku : Cinta Andromeda Penulis : Tria
Barmawi Penerbit : Gramedia
Pustaka Utama Terbit : Januari
2007 Tebal : 336
halaman, 20 cm Jenis Buku : Novel
Metropop
CINTA ANDROMEDA:
CINTA SEBUAH ROBOT
Setelah
menghasilkan 2 buku yang oleh Gramedia Pustaka Utama dimasukkan dalam kelompok
novel Metropop, yaitu Lost In Teleporter dan Siapa Bilang Kawin itu Enak?,
Tria Barmawi kembali menyapa pembaca buku dengan metropop berjudul Cinta
Andromeda. Seperti halnya Lost In Teleporter, Cinta
Andromeda, dilihat dari tema dan seting yang digunakan, bisa
digolongkan sebagai novel sains fiksi populer.
Kendati tema sains fiksi sudah sering dilayarlebarkan, tema yang diangkat Tria
ini tidak termasuk tema pasaran di dunia buku Indonesia. Hal itu disebabkan
karena tema sejenis jarang dieksplorasi oleh penulis-penulis kita. Penulis yang
pernah menggarap tema ini antara lain Marga T. Marga T menulis novelet sains
fiksi,Si
Jelita dari Chiyodaku yang dapat dijumpai dalam kumpulan novelet
dan cerpen berjudul Ketika Lonceng Berdentang (Alam Budaya, 1986) serta
novel berjudul Manusia Asap dari Pattaya(GPU, 1990). Sehingga boleh
dikata, apa yang diangkat Tria Barmawi bukanlah tema yang baru.
Tapi tentu saja Tria Barmawi memiliki keistimewaan yang membuat novelnya
memiliki daya tarik.Tria berhasil membangun novel sains fiksi dengan aroma
populer yang sangat kental menggunakan karakter-karakter ala chiklit
tanpa mengabaikan kenyataan perkembangan teknologi. Semua diraciknya dengan
cerdas.
Kelebihan Tria yang lain adalah kemahirannya membangun plot, meletakkan suspens
pada tempat-tempat tertentu, bahkan menyudahi novelnya dengan menggoda.Tria
juga bisa disebut sebagai pencerita yang kocak.Dialog-dialognya yang
menggelitik tawa bertaburan di sela-sela ketegangan yang dirancangnya.
Dari segi karakter-karakter ciptaannya, Tria memiliki kemampuan deskripsi yang
tangguh sehingga tokoh-tokohnya terkesan meyakinkan dan tidak membingungkan.
Cinta
Andromeda berseting Indonesia
tahun 2070. Konon, saat itu mobil yang digunakan sudah sangat canggih sehingga
ada mobil yang doyan ngerumpi. Tapi meskipun sudah tahun 2070, kata-kata
seperti 'matre' atau 'ember' ternyata tidak menjadi kuno. Yang menjadi kuno
adalah film-film seperti A.I. dan Stepford
Wives serta novel Sophie Kinsella. Tapi yang mencengangkan adalah
penggunaan robot yang sudah biasa untuk berbagai kebutuhan. Produsen robot
berlomba-lomba menciptakan robot yang lama kelamaan semakin menyerupai manusia.
Teknologi terus dikembangkan untuk menghasilkan robot yang bukan hanya secara
fisik seperti manusia, tapi juga secara emosional. Sehingga, pada gilirannya,
dapat ditebak, akan sulit sekali nanti membedakan manusia asli dan robot. Robot
ala manusia ini dikenal sebagai android atau humanoid. Sebagai bayangannya bagi
yang pernah nonton Stepford Wives, kira-kira akan tampak manusiawi
seperti karakter yang diperankan Glenn Close dan Christopher Walken.
Adalah Andromeda, humanoid yang akan dijadikan prototipe untuk calon-calon
manusia tetiron lainnya seperti "nanny-noid" dan
"teacher-noid". Gerakannya sangat natural seperti ekspresi wajahnya.
Teknologi canggih memberikannya kulit yang begitu halus, tingkat intelejensia
yang yahud, kemampuan berbahasa asing, bermain biola, dan bela diri. Semuanya
menyatu dalam fisik yang tak mengenal lelah. Andromeda adalah proyek ambisius
Vinidici Technology yang ditujukan untuk mewujudkan impian setiap pembuat robot
yaitu menciptakan android yang memiliki emosi, bisa mengasihi dan dikasihi.
Untuk itu Andromeda digiring keluar Vinidici guna mendapatkan pembelajaran
cinta dari manusia yang bisa menyayanginya dengan tulus tanpa mengetahui dia
adalah mesin. Tim sukses Andromeda adalah Nunoid Project di bawah kepemimpinan Harrison dengan 5 supervisor yang terdiri atas Erik,
Mariska, Ramon, Sonya, dan Melati.
Salsabila Rustam atau Salsa, 24 tahun, gadis cerdas dan baik hati, seorang
perencana keuangan, dijadikan target untuk proyek edukasi cinta Andromeda.
Salsa adalah satu dari 3 sekawan yang anggota lainnya adalah Kika, pakar
komputer yang anggun, dan Wina, jurnalis fashion majalah nan cantik dan modis.
Andromeda diperkenalkan kepada Salsa sebagai cowok impian yang memiliki
karakter berbeda dengan cowok umumnya pada tahun 2070. Pada tahun 2070
diceritakan bahwa cowok-cowok semakin tidak punya rasa malu, dalam angkutan
umum seperti monorail, mereka akan tetap duduk, meskipun di dekat mereka ada
wanita hamil atau wanita yang kerepotan menggendong bayi. Andromeda memberikan
tempat duduknya kepada Salsa, sehingga Salsa terpesona padanya. Apalagi
Andromeda begitu tampan dan sempurna. Mereka pun menjalin hubungan.
Salsa memperkenalkan cowok impiannya kepada Kika dan Wina. Dan karena Andro itu
android, ada saja keanehan yang dibuatnya. Misalnya jika fitur deteksi irisnya
sedang aktif atau ketika dia menggunakan kalimat-kalimat khas robot. Naluri
jurnalis Wina terusik mengamati keanehan-keanehan Andromeda. Wina melakukan
penyelidikan untuk menyingkap jati diri Andromeda.Tanpa disadarinya, semua
gerak-geriknya diamati oleh tim Nunoid Project. Akibatnya Wina dibunuh untuk
mencegah kegagalan proyek Andromeda gara-gara ulahnya.
Sebuah perusahaan robot terkenal, Robotech Corporation tertarik dengan tawaran
Nunoid Project. Perusahaan ini menginginkan Andromeda tidak sekadar android
yang bisa dijadikan teman atau kekasih yang baik, tapi juga bisa berkeluarga
dan memiliki anak. Oleh karena itu diatur supaya Salsa bisa menikah dengan
Andromeda. Mereka bisa saling mencintai, berhubungan suami-istri dan bisa punya
anak dengan memanfaatkan sperma dari bank sperma karena Andromeda tidak bisa
memproduksi sperma sendiri. Kenyataan ini menggoyahkan Erik, kemudian Mariska.
Mereka harus menyelamatkan Salsa sekalipun mesti menghancurkan kebahagiaan
Salsa pada hari pernikahannya.
Secara keseluruhan, Cinta Andromeda adalah novel populer yang memikat.
Gerak cerita diayun sang penulis dengan lepas. Tria sukses menggeliatkan kisah
dengan cerdas dan kocak. Ada
saat menegangkan. Ada
saat menggelitik tawa. Ada
saat pembaca digiring dalam irama kontemplatif ala Tria Barmawi. Kita akan
dibawa Tria dalam kondisi seperti sedang menonton sebuah film berseting
futuristik.
Walaupun tidak lepas dari kisah seputar cinta-cintaan, Cinta
Andromeda mengusung pesan moral yang kuat dan jelas. Bahwa sudah
selayaknya teknologi dikembangkan untuk kebutuhan manusia, tapi jangan sampai
teknologi melecehkan dan merusak nilai-nilai kemanusiaan, agama dan norma-norma
yang ada.
Ada hal-hal
yang perlu diperhatikan Tria dalam menyajikan ceritanya. Pertama, ketika Tria
menggunakan sudut pandang orang ketiga dengan filter dari satu karakter
sebaiknya tuturan hati sang karakter dibedakan dengan tuturan narator. Sebagai
contoh (hal. 169):
Hmm…benar
dugaanku. Dia baru membuat gambar di saat-saat terakhir. Sejak tadi dia hanya
mengamati orang lewat. Apa yang dia lakukan? Apa… Mariska tiba-tiba terhenyak.
Apa dia mengikuti Andromeda tadi?
Jika membaca kalimat sebelum dan sesudahnya, kalimat ini tampak dituturkan oleh
tokoh "aku", padahal Tria sedang memakai sudut pandang orang ketiga
yang dibidik dari karakter Mariska.
Kedua, pada halaman 150 Tria menceritakan bahwa Wina dan Salsa sedang duduk-duduk
di ruang keluarga rumah Salsa sambil ngemil. Pada halaman 155,
setelah Salsa marah-marah, diceritakan bahwa, Wina berdiri dan melangkah
keluar kamar. Padahal tidak diceritakan mereka pindah dari ruang
keluarga ke kamar sembari bercakap-cakap. Dalam hal ini dibutuhkan ketelitian
terutama dari pihak Tria sebagai penulis.
Ketiga,
mungkin sebaiknya Tria menghindari dialog-dialog yang membingungkan. Baca
halaman 186 ketika Salsa menanyai Kika apakah Wina meneleponnya. Kika berbohong
dengan menyatakan bahwa Wina tidak meneleponnya. Tapi Kika juga menyebutkan
bahwa Wina mengatakan padanya Wina mau lembur hari itu. Kika terus mengatakan
soal lembur sampai halaman 191. Anehnya Salsa yang cerdas tidak menangkap
ketidaklogisan kata-kata Kika, jika memang itu dimaksudkan penulis.
Tapi, untuk genre metropop ala Gramedia, jelas Cinta Andromeda
adalah novel yang unik, pintar, dan menarik untuk dibaca.
Judul Buku :
Kekasih Gelap Penulis : Sanie
B. Kuncoro Penyunting : Imam
Risdiyanto Penerbit : C|
Publishing, Desember 2006
MANIS SENDU SANIE B. KUNCORO
Cinta
adalah ladang tema yang sering dibajak dan digarap oleh banyak penulis di
seluruh dunia. Pengaruhnya terhadap kehidupan manusia memang dahsyat. Cinta
bisa membuat dunia lebih berwarna karena cinta bukan saja menawarkan
kebahagiaan, tapi juga menawarkan torehan luka di hati manusia. Sekalipun bisa
menyebabkan luka, manusia tetap tidak kapok-kapok untuk bercinta, dengan
berbagai cara, terang-terangan, atau gelap-gelapan. Karena itu lahir lah buku
dengan judul menantang "Kekasih Gelap".
Namun,
jangan dulu buru-buru berpikir yang tidak-tidak. Jangan berharap akan menemukan
eksplorasi seksual yang intens dalam buku ini seperti novel-novel Sandra Brown.
Jangan juga menuduhnya sebagai chicklit yang cenderung memanfaatkan gaya tutur dan ide cerita
yang senada seirama.
"Kekasih
Gelap" karya Sanie B. Kuncoro adalah satu dari 2 novelet yang ada dalam
buku ini. Novelet lain diberi judul "Jalan Sunyi". "Kekasih
Gelap" mungkin ditonjolkan sebagai judul karena memenangkan Juara II Lomba
Cerber Femina tahun 2003. Meskipun demikian, 2 novelet ini sesungguhnya
memiliki kekuatan yang sama.
Apa
pun yang Sanie tawarkan dalam ceritanya, ada benang merah yang menyejajarkan 2
novelet ini pada wilayah yang sama. Bahwa cinta, bagaimanapun rumitnya, bisa
tercipta secara mendadak. Dan juga bisa terbelah kepada lebih dari satu
orang.Itu lah yang dialami tokoh-tokoh Sanie dalam karyanya ini.
Dalam
"Jalan Sunyi" Sanie menghadirkan karakter perempuan bernama Puan. Di
tengah-tengah persiapan acara pernikahannya, mendadak Puan dihadapkan dengan
pertanyaan ciptaannya sendiri. "Apakah aku siap?" (hal. 13). Puan
mengalami depresi. Menjadi waswas dan takut dengan apa yang akan terjadi
setelah menikah. Ketakutan yang menurut Jingga, sahabatnya (hal. 17) hanya
terjadi pada pasangan yang dijodohkan. Padahal sebelum memutuskan menikah Puan
dan calon suaminya, Limar, telah menjalin hubungan bertahun-tahun.
Jingga
menyarankan Puan untuk berlibur. Sebagai tujuan liburan ditetapkan desa nenek
Jingga, Tanah Bumi, yang secara geografis, tidak jelas ada di belahan mana di Indonesia. Puan
menginap di rumah nenek Jingga, Umi. Tidak dijelaskan rinci, tapi rupanya nenek
Umi bukan sembarangan nenek. Walau domisili di desa yang stasiun kereta apinya
kecil, kusam, dan sunyi serta listrik menyala hanya sampai pukul 9 malam, nenek
Umi membaca novel seperti Va' dove ti porta il cuore (Pergilah Ke mana
Hati Membawamu) karya Susana Tamaro. Cara bicara nenek Umi juga cerdas
menggunakan kata-kata seperti "menolerir", "filosofi air"
dan "pengaruh hormon". Rupanya nenek Umi bukan nenek-nenek desa
stereotipikal novel-novel kebanyakan.
Di
Tanah Bumi, Puan bertemu Darga, seorang arsitek muda yang sedang menangani
proyek resort di desa antah-berantah nan sepi itu. Cinta menyelip secara
mendadak dalam hati masing-masing. Puan menampik gelora cintanya karena dia
sudah menjadi calon pengantin. Meskipun berprinsip cinta masih bisa
diperebutkan selama janur belum melengkung dan rumah belum berhias bunga
pengantin, Darga mencoba mengalah. Justru Puan yang tidak bisa melupakan Darga bahkan
setelah terpisah jauh dengan laki-laki itu. Kegelisahan Puan membuat Limar
mengetahui ada orang lain selain dia dalam benak Puan. Limar menyerahkan
keputusan masa depan hubungan mereka kepada Puan.
Sanie
mengolah "Jalan Sunyi" dengan nada-nada manis dan sendu. Dia
menunjukkan bahwa ada kalanya perempuan nekat mempertaruhkan kehidupannya untuk
sesuatu yang sesungguhnya nihil. Cikal bakal kebahagiaan dirusakkan untuk
pesona mendadak yang semu. Sekalipun menyadari cinta yang dimiliki Limar,
tunangannya, begitu besar, Puan tidak cukup memiliki sikap untuk menghargainya.
Akibatnya kelak, dia tidak punya pengampunan yang cukup untuk
memaafkan dirinya sendiri.
Justru
cinta Limar yang membebaskan mengetuk kesadaran Darga. Darga memutuskan untuk
mengkhianati dirinya sendiri karena sadar tidak sanggup memberikan cinta
sebesar cinta yang diberikan Limar pada Puan.
Keputusan
yang kemudian diambil Puan tidak hanya menyakitkan hati satu orang saja, tapi
sekaligus hati 3 orang.
Sanie
menutup kisah "Jalan Sunyi" yang melodramatis dengan indah melalui
proses batin tiga karakter utamanya yang sangsi dan kehilangan keyakinan diri.
Dalam
"Kekasih Gelap" Sanie menghadirkan perempuan bernama Senja yang mau
menjadi kekasih gelap Ruben. Ruben mengajak Senja ikut kapal pesiar karena
Aline, istrinya yang tengah hamil ngidam naik kapal pesiar. Maksud Ruben,
walaupun dia menemani istrinya, dia juga tetap bisa menikmati saat-saat indah
di atas kapal pesiar bersama selingkuhannya.
Keikutsertaan
Senja yang bak kerbau dicocok hidung diatur sedemikian rupa dengan memanfaatkan
Benteng, laki-laki yang berutang judi pada Ruben. Benteng berperan sebagai
pasangan Senja. Walaupun sempat bersitegang, mereka akhirnya bisa memahami diri
masing-masing. Ketika kapal singgah di Bandar Melaka, keduanya mengunjungi
gereja tua St. Paul
dan benteng A Famosa. Di sana
mereka bertemu Khalila yang mengubah paradigma dan visi mereka dan menciptakan
impian untuk diwujudkan.
Sebenarnya
ketika Senja bertemu Benteng pertama kali, arah cerita sudah bisa ditebak. Yang
tidak bisa ditebak adalah peristiwa yang bakal mempersatukan mereka.
Sekali
lagi Sanie menganyam sebuah kisah yang manis-sendu. Tapi dibandingkan dengan
"Jalan Sunyi", "Kekasih Gelap" disampul dengan akhir yang
memberikan harapan.
Baca
keindahan bertutur Sanie manakala Senja menyadari apa yang telah ia lakukan
selama ini adalah kesia-siaan belaka (hal. 136).
Senja
mengatakan pada Ruben, "Yang kaupunya adalah cinta yang terbelah. Dan
itu tidak cukup untukku." (hal. 146).
Ketika
Ruben ngotot mempertahankan hubungan yang keliru, Senja menambahkan mantap,
"….sesungguhnya aku hanyalah sekedar tamu di teras hatimu. Sebagai
tamu, tentulah kau perlakukan aku dengan istimewa. Dan sebagai tamu kubawa
sesuatu yang indah bagimu, sebagai variasi penyegar kehidupanmu. Tapi tamu
tetaplah tamu. Waktuku hanya sesaat, hakku sangat terbatas. Begitu kuambil
lebih dari yang sepatutnya, maka jadilah aku sebagai duri dalam daging
dalam hidupmu". (hal. 147).
Secara
keseluruhan, isi buku "Kekasih Gelap" dituturkan secara ringan tanpa
menimbulkan kerinyut di wajah pembaca. Apalagi Sanie mengalirkan cerita tanpa
bertele-tele, menderas pada lautan akhir yang menyentuh. Keduanya terasa indah
dan bening. Dengan penuturan yang lebih intens, mengingat pengalaman menulis
Sanie yang banyak, Sanie bisa hadir menjadi satu penulis yang meramaikan
belantika sastra Indonesia.
Sanie bisa mengembangkan wilayah ceritanya untuk tidak sekedar berkutat pada
masalah cinta semata-mata.
Tapi
untuk penggemar kisah cinta yang diracik manis dan indah, "Kekasih
Gelap" bisa dijadikan alternatif bacaan.
Judul Buku :
Q & A Penulis : Vikas Swarup Penerjemah
: Agung Prihantoro Terbit: Cetakan 1, Desember
2006 Tebal : 458 halaman Penerbit:
Serambi Ilmu Semesta
PELAYAN BAR 1 MILIAR RUPEE
Setelah debut Khaled Hosseini yang gemilang dengan novel
berjudul The
Kite Runner (edisi Indonesia
diterbitkan Qanita, 2006), saya berharap akan tampil lagi novel dengan daya
pikat yang lebih kurang sama, meskipun berbeda tema.
Q&A, novel dengan judul hanya
3 huruf menjawab harapan saya. Dan sama dengan The Kite Runner,
Q&A
adalah karya debut. Tapi kali ini bukan debut seorang dokter, melainkan
diplomat asal India,
Vikas Swarup. Vikas Swarup pernah bertugas di Turki, Amerika Serikat, Etiopia,
dan Inggris. Saat ini bekerja di Departemen Luar Negeri India di New Delhi.
Tema kemanusiaan senantiasa menyentuh hati. Apalagi kalau
tema tersebut dijalin dengan apik dan rancak dalam kecerdasan bertutur sang
pengarang. Q&A memilikinya. Sejak pembagian babnya yang
unik sampai cara pengarang mengemukakan gagasan sudah mengindikasikan betapa
sesungguhnya Q&A adalah novel yang sangat menarik,
berkarakter, dan pastinya akan memberikan petualangan baca yang menggairahkan.
Ide dasar Swarup tidak lain adalah kuis Who Wants
To Be A Millionaire yang sangat populer di berbagai negara,
termasuk India. Di India, kuis ini dikenal dengan nama Kaun
Banega Crorepati (KBC). KBC yang diproduksi oleh Star Entertainment
India awalnya memakai Amitabh Bachchan sebagai host. Setelah
dua musim tayang, Amitabh Bachchan meninggalkan kursi host
dan terakhir dikabarkan sebagai penggantinya adalah aktor tenar Shah Rukh Khan
yang adalah salah satu kontestan musim pertama. Dalam Q&A,
Swarup memplesetkan acara kuis tersebut menjadi Who Will Win A Billion (W3B).
Acara ini diluncurkan di 35 negara oleh perusahaan New Age Telemedia. Di India,
sebagai host-nya
adalah aktor kelas dua, Prem Kumar, yang memegang 29% saham New Age Telemedia
cabang India.
Terdapat skenario di balik acara kuis ini yaitu tidak boleh
ada yang mendapatkan 1 miliar rupee sekurang-kurangnya sebelum 8 bulan
penayangan dengan asumsi selama 8 bulan sebagian besar modal sudah kembali.
Tapi skenario buyar ketika Ram Mohammad Thomas, seorang pramusaji bar berusia
18 tahun bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Pihak W3B menggunakan
polisi korup untuk menghancurkan kemenangan Ram.
Di tengah penyiksaan yang dilakukan polisi, muncul seorang
perempuan bernama Smita Shah yang mengaku sebagai pengacara Ram. Bersama Smita,
kemudian, Ram begadang semalam-malaman menonton DVD rekaman acara kuis yang
belum lagi ditayangkan televisi. Di antara acara menonton itu, Ram
menjelaskan perjalanan hidupnya. Perjalanan hidup Ram tidak dituturkan secara
kronologis, tetapi berdasarkan bagaimana kira-kira sampai Ram yang bukan anak
sekolahan bisa menjawab tepat semua pertanyaan.
Beginilah dialog Ram dan Smita pada halaman 35:
"Jadi aku harus tahu seluruh kehidupanmu untuk memahami
asal-mula jawaban-jawabanmu?" tanya Smita.
"Mungkin."
"Kurasa itulah kuncinya. Bagaimanapun juga, kuis sama
sekali bukan tes pengetahuan, tapi tes ingatan, tes kenangan."
Kemudian terungkaplah cerita kehidupan Ram kepada pembaca.
Pada malam Natal, 18 tahun silam, Ram ditinggalkan di depan
Gereja St. Mary oleh orang tuanya, sehingga seumur hidupnya, dia tidak mengenal
siapa mereka. Ram diadopsi oleh suami-istri pekerja Gereja St. Joseph, lalu
ditinggalkan pada Romo Timothy, pastor gereja tersebut karena suami-istri
itu berpisah. Dalam suatu kejadian yang sangat menggelikan, dia memperoleh nama
dari 3 agama, Ram Mohammad Thomas.
Sejak itu, kita akan diperkenalkan dengan orang-orang yang
Ram temui dalam hidupnya. Hidup yang sangat berwarna.
Romo Timothy dan Romo John
yang memiliki kehidupan ganda (bab 2.000).
Gupta, wakil kepala panti
remaja yang suka melecehkan para penghuni panti kemudian menjual mereka kepada Babu
Pillai yang membikin anak-anak itu cacat dan menjadikan mereka
pengemis (bab 10.000).
Neelima Kumari, mantan aktris Bolywood
yang tidak pernah menikah dan terobsesi dengan kecantikan abadi. Neelima tidak
ingin mati dengan wajah tua dan keriput. Dia ingin mati seperti Marilyn Monroe
atau Mandhubala. Oleh karena itu, dia berdandan secantik-cantiknya dan bunuh
diri dengan harapan akan ditemukan mati dalam keadaan cantik. Tetapi apa yang
terjadi pada Neelima, akan membuat kita miris sekaligus geli (bab 10.000.000).
Balwant Singh, seorang prajurit
desertir yang bermulut besar yang akhirnya menjadi korban mulut besarnya (bab
500.000).
Armaan Ali, bintang film pujaan
sahabat Ram, Salim, yang berpenampilan ala Salman Khan, tetapi
ternyata gay. Salim yang mengidolakannya secara mengejutkan menjadi korban
pelecehan sang aktor(bab 1.000).
Shantaram, ahli astronomi yang
hidupnya hancur karena dikhianati sejawatnya dan mencoba melakukan pelecehan
seksual kepada putrinya sendiri, Gudiya (bab 5.000).
Kolonel Taylor, si manusia serbatahu
yang memperlakukan pembantu-pembantu Indianya dengan semena-mena.
Kolonel yang ternyata seorang mata-mata akhirnya dikalahkan oleh rasa
cinta tanah air seorang remaja yang namanya mewakili 3 agama (bab 50.000).
Perampok muda yang kejam dan mesum, yang mati setelah
bergumul dengan Ram di atas kereta api (bab 200.000), membuat Ram melarikan
diri ke Agra, bekerja sebagai pemandu wisata di Taj Mahal, bertemu dengan Shankar
seorang anak autis dan perempuan bangsawan keji bernama Swapna
Devi (bab 100.000.000).
Prakash Rao, direktur perusahaan
kancing yang membunuh kakaknya, yang kemudian terbunuh dengan cara yang
sama dengan kakaknya di hadapan Ram, sang pramusaji bar (bab 100.000).
Selain itu kita akan diperkenalkan dengan seorang remaja yang
bercita-cita menjadi aktor terkenal, keluarga yang melacurkan anak perempuan
mereka, dan pembunuh bayaran yang hobi bertaruh.
Semua bersengkarut untuk memberikan kemenangan pada Ram di
acara kuis W3B. Mengendap dalam kenangan Ram, dan membuatnya berhasil melewati
pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan Prem Kumar.
Masalah akhirnya datang menghempas kehidupan Ram. Polisi
menggaruknya dari kediamannya seolah dia seorang penjahat. Padahal Ram ikut
kuis tersebut motivasinya bukan untuk mencari uang, kendati hadiahnya sangat
menggiurkan. Ram hanya pernah memiliki uang terbanyak dalam hidupnya ketika
mengantongi 50 ribu rupee sebagai upah kerjanya selama bertahun-tahun yang
kemudian dirampas darinya. Tetapi 1 miliar rupee bukan menjadi tujuan Ram yang
sebenarnya.
Apakah sesungguhnya motivasi Ram?
Temukan kejutan Swarup menjelang tutup novel. Dan Swarup
tidak hanya memberikan satu kejutan saja. Sesungguhnya nyaris di sekujur novel,
tiap bab yang mengikuti jumlah uang yang akan diraih jika sukses menjawab
pertanyaan, ada saja gedoran Swarup. Kita bisa melihat tiap bab, kecuali
bab pertama dan 2 bab terakhir, seperti cerpen-cerpen dari orang-orang yang
ditemui Ram dalam hidupnya dengan kejutan pada akhir kisah.
Q&A adalah sebuah novel yang
menawan dalam segala aspeknya. Ide, penokohan, plot, dan gaya bercerita
berkelindan menghasilkan novel cerdas mengharukan bak campuran komedi,
melodrama dengan nuansa dongeng yang mengasyikkan. Mungkin pembaca akan
terkenang dengan kisah-kisah si miskin yang harus menempuh jalan panjang menuju
kebahagiaan. Ada saat mata kita akan dibuat berkaca-kaca. Ada saat senyuman,
bahkan tawa tidak bisa kita kendalikan. Ada saat memerihkan hati. Tetapi ada
saat jenaka dan bahagia. Semua hanya mengindikasikan betapa piawainya Vikas
Swarup menggiring pembaca mengikuti pesonanya yang dahsyat.
Khusus untuk edisi Indonesia, temukan kiprah Agung
Prihantoro, sang penerjemah yang tidak kalah piawai dalam seleksi diksi.
Mungkin ada kata-kata yang kurang akrab bagi kita, sehingga harus membuka kamus
untuk mengetahui artinya. Juga ada kata-kata yang nyaris hilang ditelan waktu
seperti hatta,
arkian,
dan syahdan. Tetapi bukannya mengganggu, kata-kata itu
hanya membikin karya ini semakin kocak dan menarik saja.
Di akhir novel, jangan lupa, misteri koin keberuntungan Ram
Mohammad Thomas akan diungkapkan untuk melengkapi kejutan-kejutan lainnya.
Judul
Buku : Yang Liu Penulis
: Lan Fang Penyunting:
Imam Risdiyanto Terbit
: Cetakan 1, Desember 2006 Penerbit:
Bentang Pustaka
WAJAH SKIZOFRENIK LAN FANG
Sepertinya tahun 2006 menjadi tahun
hoki bagi perempuan penulis bernama Lan Fang. Perempuan "kebetulan"
ini melahirkan kumpulan cerpen Laki-laki
Yang Salah pada Januari 2006 (Gramedia Pustaka Utama) berisi 15
cerpen. Belum juga setahun (dilihat dari jadwalnya melahirkan), pada bulan
Oktober 2006 Lan Fang telah melahirkan lagi. Bayi
berikutnya adalah novel berjudul Perempuan
Kembang Jepun (Gramedia Pustaka Utama). Setelah melahirkan Perempuan Kembang Jepun yang
merupakan tour de force
seorang Lan Fang sepanjang karier kepenulisannya hingga sekarang, Desember 2006
mengikuti istilahnya, Lan Fang "beranak" lagi. Kali ini proses
bersalin Lan Fang dibidani oleh Bentang Pustaka.
Sering membaca karya Lan Fang,
entah kenapa terasa aneh melihat bukunya di-display
toko buku dan tidak berniat untuk membacanya (tentu saja setelah membeli).
Kali ini proses ngeden Lan Fang mewujud
dalam "sel" 15 cerpen yang menjadi "jaringan" buku dengan
judul Yang Liu.
Semuanya serba perempuan. Maksudnya tokoh utamanya adalah perempuan seperti
gender sang penulis.
Mau tidak mau, kita
"dipaksanya" untuk mengacungkan dua jempol buat usahanya terus
berkiprah di belantika sastra Indonesia. Ketika penulis-penulis cerita remaja
sezamannya menghilang dari peredaran, ternyata Lan Fang tetap setia pada
rotasinya.
Salah satu keunikan Yang Liu adalah penggunaan nama
penulisnya, Lan Fang, dalam 9 cerpen yang ada. 5 cerpen tidak memberikan nama
buat karakter utamanya, 1 cerpen perempuannya diberi nama Putri/Apel.
Menurut cerpen berjudul Yang Liu,
Lan Fang berarti "bunga anggrek yang harum semerbak". Padahal nasib
perempuan-perempuan dalam ceritanya lebih cocok dengan kelopak bunga (yang
berguguran setelah bunga mekar) daripada kuntum bunga itu sendiri.
Di kanvas estetika yang
dibentangkan Fang, perempuan 'lan fang' yang beraneka rupa itu menjelma sosok
yang terpuntir oleh hidup, nasib, cinta dan laki-laki. Potongan-potongan
kehidupan para 'lan fang' disambung oleh Fang menjadi semacam "quilt"
yang utuhnya menyajikan kesenduan. Terkadang malah sapuan "kuas"
kata-kata perempuan kelahiran Banjarmasin 5 Maret 1970 ini berubah menjadi
sapuan ujung skalpel
yang menyebabkan perih di hati pembaca.
Cerita Ini Dimulai dari Tengah membuka sajian Fang. Rupanya disengaja
karena cerpen ini menjadi salah satu ekspresi estetika Fang yang menonjol dalam
antologi ini. Cerita dituturkan menarik menggunakan 2 pelaku sebagai pencerita
yang berganti-ganti setiap pertemuan. Cerpen ini tergolong salah satu cerpen
"perih" versi Fang yang menghadirkan tokoh perempuan tanpa
payudara yang membunuh suaminya. Di ujung cerpen, Fang mengejutkan pembaca
untuk alasan pembunuhan yang dilakukan Lan Fang, tokoh cerpen tersebut.
Setelah pembukaan yang manis, Fang
menebarkan aroma sendu berulang kali.
Dreams Come True. Perempuan impulsif yang mendambakan
kesempurnaan mimpi-mimpinya.
Yang Liu. Perempuan biasa yang menolak cinta
laki-laki setelah pengalaman tragisnya dengan beberapa laki-laki.
Pangeran Kodok dan Putri
Duyung. Perempuan
pengarang ecek-ecek yang mengidamkan lahirnya sisi romantis kekasihnya yang
menempatkan uang di atas segalanya, terutama cinta.
Aku, Denny, dan Matius. Perempuan lajang yang mempertanyakan
pentingnya sebuah perkawinan kepada sahabat baiknya yang seorang laki-laki.
Istana Ilalang. Perempuan kesepian yang bercerai dari
suaminya dan melarikan diri dalam tugas liputan di Borobudur untuk menghindari
perkawinan mantan suaminya.
Ucal dan Si Monyet. Perempuan lajang yang mendadak merasa ngeri
akan menghabiskan waktu sendirian jika teman laki-laki yang dekat
dengannya menikah, sehingga menawarkan pernikahan kepada temannya itu.
Ulang Tahun Koko. Perempuan janda beranak satu yang
terancam pemecatan sebagai pegawai asuransi padahal begitu banyak kebutuhan
hidup yang harus dipenuhi termasuk untuk ulang tahun anak yang dicintainya.
Kemudian, pada mozaik cerpen yang
kesembilan, Lan Fang bak keluar dari kerumunan cerita senada seiramanya. Rumah Tanpa Cermin adalah cerpen
terindah dan terkuat Fang yang ditulis dalam antologi ini. Selain pemilihan judul
dan tema yang elok, Lan Fang dengan pintar memberikan kita cermin untuk melihat
refleksi diri kita sendiri melalui karakter perempuan dalam cerpen ini. Cerpen
juga ditutup dengan efektif.
Setelah itu, kita diperkenalkan
dengan Orasis. Ada
seorang perempuan muda, cantik, dan kaya, tetapi hidup dalam kepalsuan. Namanya
Putri, tetapi ia memaksa untuk dipanggil Apel.
Fang kemudian melanjutkan dengan Toast, menghadirkan perempuan
yang hanya hidup dalam bayang-bayang kekasihnya. Ia bertemu seorang
bartender di sebuah kafe dan mendadak keduanya menjadi
pujangga.
Setelah Toast, Fang menyuguhkan Calon Menantu sebuah cerpen tentang seorang
laki-laki bangsawan Jawa yang kehilangan kewarasannya. Kali ini Fang
menunjukkan bahwa gadis Cina, walaupun dipandang rendah, ternyata
bisa sangat meremukkan hati seorang laki-laki (yang dianggap) pribumi di
Indonesia.
Dua Perempuan adalah kisah Fang mengenai 2 perempuan yang
bertemu di sebuah wisma. Kembali Fang bertutur ala Cerita Ini Dimulai dari Tengah. Cerpen ini juga bisa
dikatakan sebagai hasil proses mengejan
Fang yang manis. Kedua perempuan yang diceritakan Fang dan tak diberi nama itu
ternyata memiliki satu kesamaan yaitu menjalin hubungan dengan laki-laki
beristri. Bedanya adalah paradigma mereka terhadap kehidupan yang dijalani.
Dalam Gong Xi Fa Chai, perempuan ciptaan Fang berbeda
dengan perempuan-perempuan ciptaan lainnya. Perempuan ciptaannya kali ini
adalah perempuan tua yang hidup sesuai filosofi fu lo shou. Pada usia 82 tahun dia mengenang dengan
perasaan rawan bagaimana waktu mengerat tradisi yang seharusnya dipertahankan.
Fang menutup cerpen ini dengan lirih. Dalam cerpen yang manis-sendu ini, Fang
seharusnya berhati-hati menggunakan tokoh populer dalam cerpen. Kali ini Fang
menggunakan Lin Ching Shia. Pada waktu berumur 7 tahun, si nenek telah
dibandingkan dengan Lin Ching Shia. Hal itu tentu saja sudah tidak logis
mengingat tidak mungkin ada anak kecil umur 7 tahun disamakan dengan
perempuan dewasa (hal. 156). Pada usia 82 tahun, si nenek menceritakan bahwa anak
perempuannya yang bernama Yi Che (hal. 163) mirip dengan Lin Ching Shia.
Bagaimana mungkin? Berapa umur Lin Ching Shia ketika si nenek berumur 82 tahun?
Jika dihitung-hitung mungkin sudah seratus tahun lebih. Padahal Lin Ching Shia
yang artis cantik itu kan belum setua itu!
Menutup untaian serba perempuan Lan
Fang, kita dihadapkan dengan perempuan yang sudah bosan 'beranak" dalam Bayi Ketujuh. Perempuan ini
merasa sudah seperti cetakan puding agar-agar jelly. Setelah melahirkan 6 anak perempuan, dia harus
melahirkan lagi anak ketujuh dengan harapan akan mendapatkan anak laki-laki.
Sebuah cerpen sederhana, tetapi bernas dan cerdas, sehingga menjadi penutup
yang pas buat antologi cerpen ini.
Akhirnya, karena antologi ini serba
perempuan, seperti kata-kata Lan Fang (hal. 178), apa yang terjadi pada
karakter-karakter perempuan ciptaannya bisa terjadi pada semua perempuan. Jadi,
wahai perempuan, bacalah buku karya Lan Fang ini untuk menjadi
"cermin" pribadi. Setelah "bercermin", kira-kira dalam
cerpen mana Anda berada?
Judul Buku : MADHOUSE Judul Asli : ASYLUM Penulis : Patrick McGrath Penerjemah : Widati Utami Penyunting : Marvel Neydi Penerbit : Dastan Books,Cetakan 1 Januari 2007
SEBUAH CINTA KATASTROFIK
"Hubungan cinta
katastrofik yang bercirikan pada obsesi seksual menjadi ketertarikanku secara
profesional....."
(Dr.Peter Cleave dalam
"Madhouse")
Pada musim panas tahun 1959, Stella mengikuti suaminya Max
Raphael, seorang psikiater, yang bekerja sebagai wakil inspektur di sebuah
rumah sakit jiwa di luar kotaLondon.
Max ingin merekonstruksi konservatori tua di halaman rumah.
Seorang pematung bernama Edgar Stark, pasien rumah sakit tersebut mendapat
tugas untuk merestorasi konservatori.Edgar menjadi pasien rumah sakit jiwa
setelah membunuh dan memotong kepala serta tubuh Ruth, istri sekaligus
modelnya. Penyebabnya tidak lain karena Edward seorang paranoia berat yang
terkungkung delusinya.
Adapun Stella, walau sudah beranak satu (Charlie)tidak
merasakan kebahagiaan dalam rumah tangga dan perkawinannya. Hubungan
Stella dengan Max telah menjadi hambar. Begitu juga kehidupan seksual
mereka. Pertemuan Stella dengan Edgar yang notabene adalah seorang pria tampan
menguak sisi sensualitas Stella. Stella berselingkuh dengan Edgar.
Perselingkuhan tidak hanya terjadi di konservatori, tetapi berlanjut di kamar
tidur Stella dan Max. Edgar mencuri pakaian Max dan melarikan diri dari rumah
sakit.
Anehnya,
meski sudah tahu kondisi kejiwaan Edgar dan kecenderungannya melakukan
kekerasan, Stella tidak peduli. Bahkan, demi Edgar, perempuan cantik ini
meninggalkan keluarganya untuk hidup bersama dengan Edgar dalam kondisi yang
menyedihkan. Ketika Edgar benar-benar melakukan kekerasan fisik, Stella
meninggalkan Edgar. Tetapi cinta Stella tetap membawanya kembali pada Edgar.
Saat bersamaan tempat persembunyian Edgar sudah diketahui pihak berwenang.
Edgar melarikan diri lagi sementara Stella kembali pada suaminya.
Perbuatan
Stella telah menghancurkan karier Max, suaminya. Namun Stella seakan-akan
tidak peduli. Mereka harus meninggalkan rumah sakit jiwa tersebut dan pindah ke
Cledwyn, Wales Utara. Di tempat itu pun Stella tidak bisa melupakan Edgar.
Stella benar-benar sudah menjelma menjadi robot yang digerakkan oleh obsesinya
terhadap Edgar. Sedihnya, Stella membiarkan anaknya mati.
Stella
tidak dipenjarakan tetapi dirumahsakitjiwakan dalam perawatan Peter Cleave,
rekan kerja suaminya yang sudah menjadi inspektur rumah sakit.
* * *
Madhouse jelas
merupakan sebuah novel psikologis kental yang menyorot kondisi kejiwaan para
tokoh utamanya yang mungkin sulit dipahami nalar. Tindakan Stella berselingkuh
masih bisa dipahami, tetapi bagaimana Stella berkembang menjadi pribadi dengan
kecenderungan masokis yang keras kepala sungguh sesuatu yang menggemaskan.Edgar
adalah pribadi sakit. Tapi ternyata Stella lebih sakit lagi. Kondisi kejiwaan
Stella sangat parah sehingga akhirnya dia mengambil tindakan yang mengejutkan
di akhir novel.
Semua
yang kita baca dituturkan oleh Peter Cleave selaku narator dalam novel ini.
McGrath melukiskan kemahiran Cleave menarasikan tragedi kehidupan Stella.
Apa yang Cleave ceritakan tentang Stella adalah penuturan Stella dalam
sesi-sesi terapi dengannya.Sehingga Madhouse terbangun antara pengalaman dan
pengamatan Cleave serta cerita versi Stella. Oleh karena itu pada bagian akhir
(halaman 480)sedikit janggal ketika Cleave menjelaskan tentang apa yang
dilakukan Stella selesai pesta dansa. Cleave toh tidak akan bertemu Stella
lagi untuk sesi berikutnya dan saat itu Cleave tidak sedang bersama Stella.
Perhatikan
halaman 486:
"Aku belum
mengatakan padanya bahwa Stella ....... karena aku ingin mendengar cerita dari
versinya dulu. Masih ada banyak pertanyaan yang harus dijawab."
Kalimat
ini mengingatkan pada film "The Usual Suspect" (1995) karya sineas
Bryan Singer. Dalam film ini hampir semua cerita dituturkan secara kilas balik
oleh Verbal Kint (Kevin Spacey) di depan penyelidik. Semua yang dituturkan
Verbal Kint ternyata kebohongan belaka. Sehingga semua yang Stella katakan pada
Cleave tentu saja sengaja diposisikan pengarang untuk dapat
dipertanyakan.Tetapi tentu saja belum tentu tidak benar. Dan karena baru
dicetuskan menjelang novel berakhir, kesadaran itu memberi nilai lebih buat
novel ini.
Pada
akhirnya, jelas bagi kita bahwa Madhouse adalah sebuah kisah cinta.Tetapi bukan
kisah cinta biasa, melainkan sebuah kisah cinta katastrofik berintikan obsesi
seksual yang berkesan absurd. Sebuah kisah cinta melodramatis yang hanya
bermuara pada lautan destruksi.
* * *
Sesungguhnya
Madhouse
yang berjudul asli ASYLUM telah difilmkan oleh sutradara David MacKenzie
(II)dengan Natasha Richardson sebagai Stella, Marton Csokas sebagai Edgar
Stark, dan Ian McKellen sebagai Dr. Peter Cleave (2005).
Alur
film persis sama dengan novel, walau ending film dilukiskan lebih dramatis dan
agak berbeda.
Sekalipun
demikian, novel ini tetap tidak dapat diabaikan. Novel dipaparkan sedemikian
rupa oleh penulisnya sehingga terasa sangat enak untuk dinikmati bahkan oleh
yang telah nonton filmnya.Tentu saja dalam film kita tidak akan menemukan
keindahan verbalisasi seperti dalam novel ini yang sesungguhnya merupakan
kekuatan Patrick McGrath sebagai seorang prosais brilian. McGrath menguntai
novelnya dalam kalimat-kalimat indah dengan aroma intelektual, dan karena
dirangkai dengan sangat terkendali novel membentuk aliran sungai kata-kata yang
mengalir lancar menuju lautan kegilaan tempat berakumulasinya obsesi, delusi,
ilusi, dan gairah ragawi.
* * *
Karya
yang indah ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan
cemerlang sehingga kesan cerdasnya begitu terasa dalam setiap halaman. Mungkin
yang agak mengganjal hanya sampul novel yang tidak merefleksikan isi
novel.Tetapi dengan mengabaikan sampulnya kita tetap akan mendapatkan sajian
yang sangat memikat dan tak terlupakan.