<body><center><script language='JavaScript' type='text/javascript' src='http://ads.blogdrive.com/adx.js'></script> <script language='JavaScript' type='text/javascript'> <!-- if (!document.phpAds_used) document.phpAds_used = ','; phpAds_random = new String (Math.random()); phpAds_random = phpAds_random.substring(2,11); document.write ("<" + "script language='JavaScript' type='text/javascript' src='"); document.write ("http://ads.blogdrive.com/adjs.php?n=" + phpAds_random); document.write ("&amp;what=zone:3"); document.write ("&amp;exclude=" + document.phpAds_used); if (document.referrer) document.write ("&amp;referer=" + escape(document.referrer)); document.write ("'><" + "/script>"); //--> </script><noscript><a href='http://ads.blogdrive.com/adclick.php?n=a6b05a3e' target='_blank' rel=nofollow><img src='http://ads.blogdrive.com/adview.php?what=zone:3&amp;n=a6b05a3e' border='0' alt=''></a></noscript></center>






Selamat Datang di Dunia Buku-ku!
Blog ini berisi review buku-buku yang pernah kubaca.
Terima kasih telah berkunjung, semoga bermanfaat.



Home
About Me
Multiply
E-mail
Links


My Unkymood Punkymood (Unkymoods)


<< March 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31



Baca1


Silahkan Meracau di Sini....








Sebuah Buku



Untuk review lain, silahkan pilih:
 

Open in alternate window

This free script provided by
JavaScript Kit





 

web Jody’s Blog






"Dunia Buku adalah sebuah dunia tempat aksara menciptakan keajaiban, satu demi satu dipintal menjadi kata, ditenun menjadi kalimat, dijahit menjadi buku, dan diapresiasi selaras emosi dan logika"


Baca Buku




Kutipan-kutipan


Kutipan Harper Lee


Kutipan Alexander Romanoff


kutipan cinta








Botchan banner dari Gramedia








If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, February 16, 2007
RESEP CINTA



Judul Buku : RESEP CINTA
Penulis : Primadonna Angela
Tebal : 176 hlm; 20 cm

Terbit : Cetakan 1, Februari 2007
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


 RESEP CINTA PRIMADONNA ANGELA


Kendati sudah tidak remaja lagi, seperti halnya Meg Cabot penulis serial The Princess Diaries, Primadonna Angela atau Donna piawai menulis cerita-cerita remaja (teenlit). Hal ini dibuktikan Donna dengan menghasilkan novel-novel remaja seperti Belanglicious, Love at First Fall, dan Big Brother Complex. Menyambut Valentine Day, pada tanggal 13 Februari 2007, Gramedia Pustaka Utama merilis karya terbaru Donna berjudul Resep Cinta. Meskipun Donna mengaku lebih gampang mendapatkan judul berbahasa Inggris, kali ini Donna cukup percaya diri menjuduli novel teenlit-nya dengan bahasa Indonesia.

Hampir semua teenlit isinya senada seirama. Biasanya bermuatan cinta yang meliputi naksir, pacaran, putus cinta, sambung cinta, dan gosip-gosip ala remaja. Sehingga dengan sendirinya khusus untuk novel jenis ini telah terbentuk kelompok penggemar yang menyukai tema-tema yang itu-itu saja. Padahal seperti kata Donna (hlm. 168), menulis dan memasak sama saja. Hasil akhir kedua proses itu adalah sebuah hidangan yang siap disantap. Nah, seperti masakan, buku pasti akan menimbulkan kebosanan kalau temanya itu-itu saja. Sudah menggunakan bahan dasar yang identik, pengolahannya idem ditto. Tidak heran teenlit seperti karya Rosemary Kesauly yang berjudul Kana di Negeri Kana menjadi salah satu sajian teenlit yang sangat lezat dinikmati. Cerita terasa lebih gurih, diolah dengan menggunakan bahasa yang baik tanpa kehilangan aroma remaja, dan tidak melantur-lantur seperti kebanyakan teenlit hanya untuk menghasilkan sajian yang itu-itu saja.

Donna, dalam Resep Cinta, mungkin karena sudah bukan remaja seperti kebanyakan penulis teenlit, cukup berhasil mengendalikan gerak dan irama cerita novelnya. Sehingga meski mengusung tema cinta, Resep Cinta tidak terpuruk menjadi teenlit yang  cerewet dan mubazir. Walaupun, kalau disimak teliti, seperti umumnya teenlit, kita masih bisa menemukan ungkapan-ungkapan khas remaja yang memiliki kecenderungan hiperbolis.

Suka atau tidak, teknik penyajian Donna akan mengingatkan pada teknik yang dipakai oleh Meg Cabot dalam novel-novel remajanya. Kita akan dihadapkan dengan gaya bercerita yang ceria, konyol dengan susunan yang tidak terlalu baku. Gaya yang sekaligus menyiratkan keluwesan dan kecerdasan sang penulis dalam menyampaikan gagasan.

Cinnamon Cherry, anak sepasang jagoan kuliner senang makan tetapi tidak bisa masak. Pertemuannya dengan Basil yang ternyata tetangga baru sekaligus anak baru di sekolahnya membuat Cherry ngotot belajar masak. Penyebabnya tidak lain karena Cherry jatuh cinta pada Basil sedangkan Basil mendambakan pacar yang jago masak.Ternyata untuk mendapatkan hati Basil (yang namanya memang sejenis bakteri, bukan sekedar mirip) merupakan pekerjaan yang sulit. Setelah belajar masak, Cherry harus berhadapan dengan saingannya, Maya Renggo, jagoan masakan Cina, anak pemilik Bakpau dan Siomay Meihan dan resto Chinese Food.

Untuk memperebutkan Basil, Maya menantang Cheery lomba masak dengan Basil sebagai juri. Siapa yang menang dia lah yang akan menjadi pacar Basil. Sebuah gagasan yang sangat konyol, merendahkan martabat, dan sangat memalukan. Dan untuk menambahkan bumbu kekonyolan, orang tua Maya dan Cherry mendukung adu masak tersebut. Bahkan untuk itu ayah Cherry mengajari putrinya resep pai andalan keluarga yang sangat tersohor.

Tentu saja Cherry gagal mendapatkan Basil karena pada akhirnya Cherry mengurungkan niat untuk membuat pai yang resepnya merupakan rahasia keluarga. Tetapi justru kekalahan Cherry berubah menjadi berkah ketika Perfect Pau didirikan di Orchard Road, Singapura.

Salah satu kekuatan Donna dalam bercerita adalah kemampuan memberikan kejutan menjelang akhir novel, dan ini tampak pada Resep Cinta. Kejutan yang disodorkan Donna memberi nilai lebih dibandingkan teenlit lain. Walaupun kejutan Donna terasa 'dewasa' jika mencerna rahasia di balik ketampanan Basil yang sesungguhnya.

Resep Cinta seperti judulnya mengandung resep-resep masakan yang menurut Donna merupakan hasil kreasi bersama ibunya. Donna mengombinasikan cerita dan resep-resep favoritnya (kecuali resep rahasia pai keluarga Cherry) dengan niat berbagi penuh perasaan cinta kepada pembaca. Oleh karena itu mata kita akan bersentuhan dengan nama-nama  yang mengugah selera seperti spageti lemon, yummy chocolate cherry fudge, udang panggang istimewa, ayam madu cinta atau puding lemon salju.

Sayangnya oleh Donna resep-resep tersebut dilampirkan begitu saja di setiap akhir bab yang menyinggung jenis masakan tersebut. Padahal pelampiran resep seperti itu tidak berkontribusi pada jalinan cerita. Artinya jika resep itu tidak dilampirkan tidak akan mengurangi kandungan cerita. Ketika membaca ada kemungkinan pembaca akan mengabaikan resep-resep itu. Kalaupun pembaca tertarik, kemungkinan minat pembaca akan terpecah untuk menuntaskan novelnya atau segera mencoba resep yang ditawarkan Donna.

Berbeda dengan Like Water for Chocolate (1992) yang juga menggunakan resep-resep masakan sebagai salah satu formula novel. Sebagai penulis, Laura Esquivel tidak  sekadar melampirkan resep-resep masakannya. Resep-resep masakan sekaligus proses masaknya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan cerita. Esquivel memulai setiap bab novel dengan resep yang berbeda. Setiap resep menimbulkan kenangan tersendiri akan peristiwa-peristiwa berbeda dalam hidup Tita, sang tokoh utama novel. Bagi yang sudah pernah membaca novel ini, pasti tidak bisa melupakan bagaimana salah satu resep Tita, Quail in Rose Petal Sauce, menyebabkan kehebohan karena siapa saja yang mencicipinya kehilangan kendali saking bergairah.

Dengan demikian, Resep Cinta belum menjadi karya utuh dengan ide menarik yang ingin disampaikan penulisnya. Asimilasi yang harmonis antara resep masakan, proses masak, dan konflik akan lebih berpotensi menghasilkan cerita yang jauh lebih matang dan memikat sekalipun ditujukan terutama untuk pembaca remaja.


Posted at 03:34 pm by Jody
Make a comment  

Thursday, February 15, 2007
THE CRYSTAL GARDEN




Judul Buku : The Crystal Garden
Penulis : Mohsen Makhmalbaf
Penerjemah : Elka Ferani
Penyunting : Melvi Yendra
Penerbit : Dastan Books,  2006


SAAT PENDERITAAN, SAAT BELAS KASIHAN


Mohsen Makhmalbaf terkenal sebagai sutradara, penulis, editor, dan produser yang film-filmnya telah diikutsertakan pada festival film internasional lebih dari 1000 kali. Dia telah memperoleh lebih dari 20 penghargaan. Selain itu, Mohsen telah mempublikasikan lebih kurang 27 buku yang telah diterjemahkan dalam lebih dari 10 bahasa. Dalam dunia perfilman Iran, keluarga Mohsen Makhmalbaf dikenal sebagai dinasti Makhmalbaf.Karena selain dia, istrinya, Marziyeh Meshkini, kedua putrinya yaitu Samira dan Hana telah mengukuhkan diri sebagai sutradara film. Sekarang Mohsen dan keluarganya tinggal di Kabul, Afghan, membantu mendirikan sekolah dan rumah sakit. Sebelumnya Mohsen Makhmalbaf telah sukses mengirim ribuan anak Afghan bersekolah di Iran.

The Crystal Garden adalah salah satu novel racikan lelaki kelahiran Teheran 29 Mei 1957 yang edisi Indonesianya diterbitkan oleh Dastan Books. Cerita berlatar Teheran, Iran pascarevolusi, saat perang Iran-Irak (1980 – 1988) berkecamuk. Hampir seluruh cerita terjadi di sebuah rumah besar dengan taman dan kolam yang disita negara dan pemiliknya lari keluar negeri. Ada berbagai perempuan dan berbagai kehidupan berkelindan di kamar-kamar pembantu rumah besar itu. Kita tidak akan menemukan cerita yang hanya digulirkan dari satu karakter. Tidak ada plot tunggal. Semua perempuan dalam novel menjadi karakter penting dengan plot kehidupan masing-masing yang dianyam Mohsen menjadi sebuah novel. Persamaan yang merekatkan mereka adalah mereka semua korban-korban perang. Meskipun tidak dalam arti terlibat langsung dalam peperangan.

Layeh, ditinggalkan suaminya, Mansur,yang gugur dalam perang dengan 2 anaknya, Salman dan Sareh dan seorang bayi yang masih dalam kandungan.Suatu ketika Layeh menerima pinangan seorang laki-laki bernama Karim karena dijodohkan orang-orang serumah. Tetapi ternyata Karim seorang tukang pukul dan tidak berniat menjadi ayah bagi anak-anak Layeh.Setelah Layeh keguguran, Karim menghilang dari kehidupannya.

Maliheh, seorang perempuan muda yang menikah dengan Hamid, veteran perang lumpuh dan telah kehilangan kemampuan reproduksi. Hamid sering meragukan cinta Maliheh. Maliheh memang mau menikahi Hamid karena percaya pengorbanan yang ia lakukan akan dibalas di akhirat. Padahal, sebagai perempuan, yang setiap hari melihat anak-anak teman serumah, Maliheh juga mendambakan  anaknya sendiri.

Souri, seperti halnya Layeh ditinggalkan suaminya, Akbar, yang tewas dalam perang.Mereka telah memiliki 2 orang anak, Samireh dan Meysam. Souri tidak dekat dengan ibu mertuanya yang mempersalahkan Souri atas kematian anaknya. Souri dinikahkan oleh ayah mertuanya dengan adik suaminya, Ahmad. Ketika cinta mulai menyapa, terjadi sebuah peistiwa yang membuat Ahmad memutuskan ikut berperang. Souri ditinggalkan dalam keadaan hamil.

Alyeh, perempuan tua yang kehilangan 2 anaknya, Akbar dan Ahmad yang tewas dalam perang. Dan seolah tidak cukup, suaminya, Marshadi, juga nekat pergi berperang untuk kemudian tidak pernah kembali lagi.

Khorshid, mantan pembantu rumah besar yang dinikahkan dengan Ali, seorang pelayan,karena kecemburuan istri majikannya.. Ali ternyata tidak lebih dari seorang lelaki lemah yang kerjanya hanya duduk, mengeluh, dan mengisap candu.

Kehidupan para perempuan ini mencapai titik nadir ketika mereka digusur dari rumah besar. Di titik nadir tersebut, Souri melahirkan anak Ahmad. Souri yang lemah tidak bisa menyusui anaknya. Alyeh, ibu mertua Souri yang menjaga bayi Souri merasa putus asa karena tidak berdaya. Alyeh mendongak ke langit, mengigit bibirnya sampai berdarah, dan berteriak keras," Tuhan, di mana Engkau? Apa Kau tidak ada?" Satu pertanyaan yang mengiris hati. Pertanyaan yang bisa terucap oleh siapa pun ketika penderitaan yang menimpa terasa tidak tertanggungkan lagi dan seakan-akan Tuhan menutup mata atas semua yang terjadi. Pertanyaan yang sekaligus merupakan gugatan dari novel ini: siapakah penyebab penderitaan manusia? Tuhankah? Atau manusia sendiri?

Saat Alyeh berteriak lantang, teriakannya secara luar biasa disahut Tuhan. Tuhan tidak berada dalam peperangan. Tuhan sedang menanti terlewatnya ambang batas kemampuan manusia yang mengandalkan diri sendiri untuk memberikan kuasa-Nya yang penuh belas kasihan.

Mohsen menjalin kisah kehidupan manusia-manusia sengsara karena perang ini dengan indah dan apa adanya. Tidak ada yang dipaksakan. Tidak ada yang dibuat-buat. Kita akan dibawanya larut dalam kesedihan, penderitaan, ketakutan, harapan, dan ketidakberdayaan mereka. The Crystal Garden menjadi sebuah novel yang akan meninggalkan jejak yang tidak mudah terhapus dari benak pembaca, sajian yang memikat karena kepedihan yang disodorkan. Selain itu kita tidak akan mudah melupakan kalimat-kalimat indah Mohsen lewat bisikan hati dan kata-kata para tokoh yang diposisikan dengan sangat wajar pada tempatnya. Kita harus membaca sendiri untuk menemukan dan meresapi keindahan verbalisasi Mohsen.

 

Posted at 08:58 pm by Jody
Make a comment  

THE REMAINS OF THE DAY


Judul Buku : Puing-Puing Kehidupan
Judul Asli : The Remains of the Day
Penulis : Kazuo Ishiguro
Penerjemah : Femmy Syahrani
Penerbit : Hikmah (PT Mizan Publika)
Terbit : Cetakan 1, Januari 2007


LELAKI YANG SEMBUNYI DI BALIK MARTABAT


Setelah sekitar 18 tahun diterbitkan untuk pertama kalinya di Inggris, akhirnya novel The Remains of the Day karya Kazuo Ishiguro yang menjadi pemenang Booker Prize tahun 1989 diterjemahkan dan diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Femmy Syahrani yang pernah menerjemahkan Tsotsi (Bentang Pustaka, 2006) menyulih karya penulis berdarah Jepang ini ke dalam bahasa Indonesia dengan judul Puing-Puing Kehidupan.

Inilah sebuah karya modern tentang kehidupan masa lalu yang terjadi di Inggris mengambil lokasi utama sebuah rumah kuno bernama Darlington Hall. Cerita digiring keluar dari rumah tersebut pada tahun 1956 dan melalui Stevens sebagai narator digerakkan pulang-pergi ke sekitar 30-an tahun sebelumnya. Saat cerita dimulai, Darlington Hall telah beralih kepemilikan dari keluarga bangsawan Darlington kepada John Farraday, seorang pria Amerika.

Atas saran Farraday dan keingintahuan misteri kehidupan di balik surat dari Kenton, bekas pengurus rumah tangga Darlington Hall, Stevens melakukan perjalanan mengelilingi pedesaan Inggris dengan tujuan akhir bertemu Kenton. Stevens mengira Kenton yang berpuluh tahun lalu meninggalkan Darlington Hall untuk menikah tidak bahagia dan ingin kembali bekerja di Darlington Hall. Kebetulan saat itu Stevens mulai menemukan kesalahan-kesalahan dalam pekerjaanya. Dia berharap kehadiran Kenton akan membantu memberikan solusi.

Dalam perjalanan Stevens, kejadian-kejadian masa lalu yang berfokus pada seputar aktivitas Lord Darlington yang merambah wilayah politik  disingkap. Diceritakan bahwa banyak keputusan politik dibicarakan dan diputuskan di Darlington Hall. Sebagai kepala pelayan di Darlington Hall, walau tidak terlibat, Stevens merasa bangga karena mengetahui sepotong-sepotong pembicaraan para orang terpandang. Dari cerita Stevens juga tersingkap bahwa hubungan Lord Darlington dengan orang-orang Jerman yang terlibat Nazi akhirnya menjatuhkan martabat  Lord Darlington yang menurut Stevens sesungguhnya orang yang baik.

Kendati Stevens cukup banyak memberikan porsi pada kehidupan politik Lord Darlington dalam tuturannya, tetapi bukan itu sebenarnya yang menjadi inti pembicaraan Stevens. Stevens menceritakan seputar kehidupan Lord Darlington hanya untuk membeberkan kepada pembaca bahwa dengan menjadi kepala pelayan di Darlington Hall dia telah masuk dalam sebuah kelas terpandang Inggris (bahkan dunia) tempat martabatnya menjulang karena pengabdian yang dilakukannya. Bahkan demi martabatnya sebagai seorang kepala pelayan Inggris yang sebenarnya terkesan sangat kaku dan menggelikan, Stevens mengabaikan ayahnya, yang adalah salah satu stafnya, pada detik-detik terakhir kehidupan sang ayah.

Lebih jauh lagi, Stevens bahkan tidak mengenal cinta seorang perempuan dalam hidupnya gara-gara ambisi menjadi kepala pelayan bermartabat tinggi. Stevens telah menjadi lelaki tumpul kendati diam-diam Kenton mencintainya dan ingin membuatnya menjadi lebih manusiawi. Pada saat Kenton harus membuat keputusan terpenting dalam hidupnya, dia berupaya memberi tanda pada Stevens betapa dia mencintai laki-laki ini, tetapi si pengejar martabat tidak memahaminya. Baru menjelang pertemuan kembali dengan Kenton setelah berpisah puluhan tahun, Stevens menyadari kalau Kenton sesungguhnya mencintainya. Saat itu tentu saja Kenton bukan lagi seorang gadis pelayan, tetapi istri seorang laki-laki dan calon nenek bagi cucu-cucunya. Stevens juga sudah tua. Terbersit harapan di hati Stevens untuk membawa Kenton kembali ke Darlington Hall. Tetapi apakah Kenton benar-benar tidak bahagia seperti kesan yang ditangkap Stevens lewat surat terakhir perempuan itu? Atau hanya pikiran seorang laki-laki tua yang tidak berkembang karena tidak pernah mengenal cinta seorang perempuan dalam hidupnya dan merasakan romantika sebuah pernikahan?

Pertanyaan yang tersisa setelah membaca novel ini mungkin berada pada pertanyaan yang dilontarkan Kenton pada halaman 323 : "Anda sendiri bagaimana, Mr. Stevens? Apa yang menanti Anda di Darlington Hall di masa depan?" Pertanyaan telak yang dijawab Stevens dengan dangkal. Kerja, kerja, dan kerja lagi. Jawaban Stevens mungkin akan membuat miris pembaca yang berhati peka.

Keunikan novel ini adalah pengarang bukan seorang Inggris yang menceritakan kehidupan khas Inggris. Kazuo Ishiguro adalah penulis laki-laki kelahiran Nagasaki, Jepang, yang pindah ke Inggris pada usia 5 tahun. Antara lain dia telah menulis novel-novel seperti A Pale View of Hills (1982), An Artist of the Floating World (1986), The Unconsoled (1995), When We Were Orphans (2000) dan Never Let Me Go (2005). The Remains of the Day yang diterbitkan pertama kali tahun 1989 adalah salah satu buku laris yang telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan telah terjual sejuta lebih eksemplar dalam bahasa Inggris saja. Novel ini telah difilmkan dan dibintangi Anthony Hopkins sebagai Stevens dan Emma Thompson sebagai Kenton. Untuk upaya Kazuo Ishiguro dalam bidang sastra dia telah menerima lencana Order of the British Empire pada tahun 1995 dan tanda jasa Chevalier de L'Ordre des Arts et des Lettres pada tahun 1998.

Keunggulan edisi Indonesia ini adalah terjemahan yang bagus, kemasan yang baik dengan jenis huruf yang enak dibaca dan jelas. Mungkin ceritanya akan terkesan membosankan bagi sebagian orang. Tetapi bagi pencinta sastra novel ini adalah salah satu karya yang menawan dari dunia masa lalu Inggris yang dijahit oleh penulis masa kini.

 

Posted at 11:35 am by Jody
Make a comment  

Wednesday, February 14, 2007
AFTER


 Judul Buku : LUC dan AKU
Judul Asli : AFTER
Penulis : Francis Chalifour
Penerjemah : Alexandra Karina
Terbit : Januari, 2007
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama


SETELAH AYAHNYA PERGI


Apa yang terjadi dengan kita setelah orang yang dekat dengan kita atau yang kita sayangi meninggal dunia?

Suka atau tidak, kehidupan akan terus berlanjut dengan mengabaikan pikiran atau perasaan kita yang mungkin menjadi sensitif. Saat kehidupan berlanjut, kita baru bisa mengetahui apakah kita bisa bertahan atau tidak.

Ayah Francis, Ben, meninggal dunia ketika Francis sedang berkarya wisata di New York. Telepon dari ibunya meningkah acara Francis dan memintanya segera kembali ke Montreal. Francis merasa bersalah karena tidak berada di dekat ayahnya ketika Ben melakukan usaha bunuh diri dan berhasil. Sebelumnya Ben telah mencoba bunuh diri dan Francis mendapuk dirinya sebagai mata-mata untuk mencegah ayahnya melakukan hal bodoh itu lagi. Francis berpikir selama dia bisa mengawasi Ben, dia bisa menyelamatkan ayahnya.

Kehilangan ayah sudah menjadi masalah bagi Francis. Masih ditambah lagi dengan sebab kematian yang memalukan. Bagi Francis, berpredikat lebih miskin dari teman-temannya tidak separah dibandingkan menjadi anak dari seorang laki-laki yang bunuh diri. Di tengah metode mea culpa (mempersalahkan diri) yang diterapkannya,Francis juga dihinggapi ketakutan ibunya akan meninggalkan dia dan adiknya, Luc. Francis juga bingung bagaimana menjelaskan hakikat kematian Ben pada Luc.  Luc menyangka suatu saat ayah mereka akan kembali.

Bacalah kalimat yang dilontarkan Luc, seperti di bawah ini:

"Kapan Papa pulang, Francis? Maman bilang dia sudah pergi untuk selamanya. Apa itu selamanya?"

"Bisakah Papa berhenti meninggal untuk ulang tahunku? Apakah aku membunuh Papa karena aku mengatakan padanya aku tidak menyayanginya lagi? Aku tidak benar-benar bermaksud mengatakannya, Francis."

Sampai suatu malam, Luc bermaksud menggantung anjingnya, Sputnik, karena ingin anjing itu menemukan sang ayah.

Sejalan dengan masalah kematian ayahnya akibat gantung diri, Francis dihadapkan dengan masalah remaja. Francis jatuh cinta pada seorang gadis yang tidak mencintainya. Ketika cintanya ditolak, ibunya malah sukses menjalin cinta dengan seorang laki-laki bertopi hijau. Francis protes dan menghasut Luc untuk menampik kehadiran pengganti ayah mereka.

Kemudian satu memo bertanggal 14 Agustus 1953 membuat Francis memutuskan meninggalkan semua rasa sakit, frustrasi, kemarahan dan segala kekonyolan yang telah ia lakukan. Francis meninggalkan Montreal menuju Toronto dengan harapan untuk melakukan kekonyolan yang lain!

After yang dimasukkan dalam kategori novel TeenLit oleh Gramedia Pustaka Utama merupakan hasil karya Francis Chalifour seorang guru ilmu sosial di Toronto, Canada. Kisah Francis (seperti nama si penulis) rupanya berangkat dari minat penulis yang mengambil spesialisasi pengaruh proses berduka dalam pembelajaran anak di University of Ottawa. Sebelum After, Chalifour telah menulis novel dalam bahasa Prancis dengan judul Zoom Papaye.

After yang diindonesiakan sebagai Luc dan Aku menurut saya kurang kena karena cerita justru lebih fokus pada keadaan kejiwaan Francis pasca meninggalnya sang ayah dan bukan, misalnya, hubungan dengan adiknya dalam mengatasi kepedihan.

Teenlit versi Gramedia ini disajikan dengan huruf-huruf yang cukup besar sehingga sangat ramah mata. Selain itu, karena cerita mengalir lancar dan cepat, kita hanya membutuhkan waktu yang singkat untuk menyudahinya.


Posted at 09:13 am by Jody
Make a comment  

Saturday, February 10, 2007
KANTRING GENJER-GENJER


Judul Buku : Kantring Genjer-genjer
Penulis : Teguh Winarsho AS
Terbit : Cetakan Pertama, Februari 2007
Penerbit : PUstaka puJAngga


KANTRING YANG TIDAK BIKIN 'KANTRING'


Teguh Winarsho AS adalah seorang penulis Indonesia yang cukup produktif. Selain telah menghasilkan kumpulan cerpen seperti Bidadari Bersayap Belati, Perempuan Semua Orang, Kabar dari Langit, dan Tato Naga, Teguh juga telah menulis novel-novel seperti Tunggu Aku di Ulegle, Jadikan Aku Pacar Gelapmu, dan beberapa novel yang dipublikasikan lewat koran seperti Suara Pembaruan, Sinar Harapan, dan Republika.

Kantring Genjer-genjer adalah novel Teguh yang diterbitkan oleh PUstaka puJAngga (tulisannya memang demikian) yang berlokasi di Lamongan dengan embel-embel dari kitab kuning sampai komunis. Embel-embel ini sama sekali tidak berpengaruh signifikan pada isi cerita. Yang jelas, sampulnya, terutama sampul belakang, tidak akan ditemukan hubungannya dengan cerita yang ada.

Judul novel mungkin akan menyebabkan kebingungan seperti judulnya pada sebagian pembaca. Apa maksud judul ini? Kantring dan Genjer-genjer. Apakah karena pembaca bisa dibuat bingung oleh novel ini? Ataukah lagu genjer-genjer itu memang membingungkan? Semoga saja semua pembaca, apalagi yang tidak berlatar belakang Jawa mengerti  arti judul yang sama sekali tidak ada penjelasan dari pengarang (bandingkan dengan Kalatidha karya Seno Gumira Ajidarma). Ataukah novel ini memang ditargetkan untuk pembaca dari suku Jawa? Karena selanjutnya, pembaca akan disuguhkan banyak kata dalam bahasa Jawa. Semoga saja, dengan tidak ada padanan kata bahasa Indonesia yang diberikan, pembaca bisa dhong (=mengerti) apa yang diinginkan pengarang.

Lepas dari itu, Kantring Genjer-genjer adalah sebuah novel yang cukup menarik. Temanya mungkin sudah biasa. Ada mistik, ada sejarah, sehingga ada ontran-ontran (=geger, kekacauan). Soal mistik mungkin sudah sejak dahulu kita kenal. Tapi sejarah, apalagi yang berbicara masalah seputar peristiwa Lubang Buaya sepertinya baru mengemuka secara bebas pasca reformasi. Sekarang kedua tema ini sudah terasa sangat biasa. Bahkan mungkin ada yang sudah bosan. Untuk itu kepiawaian penulis diperlukan untuk menciptakan karya yang menarik sangat dibutuhkan. Salah satunya tentu saja adalah gaya bercerita. Dan itulah yang rupanya diandalkan oleh Teguh.

Kantring Genjer-genjer dipintal menjadi novel dari tujuh bab yang dijalin berdasarkan pengalaman tokoh aku dan cerita yang didengarnya dari seorang laki-laki tua yang dijumpainya sewaktu kembali ke dusun Panjen.

Adalah Sadikin, seorang pengangkut batu di kali Krasak, selamat dari godaan iblis perempuan penghuni kali (?) tetapi berulang kali mencoba mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Ternyata Sadikin tetap tidak mati-mati. Orang-orang Panjen menganggapnya sakti dan ingin berguru padanya. Maka Sadikin mendirikan padepokan dengan mengangkat Ki Sangir sebagai kepala dengan tujuan untuk mendapatkan kekayaan. Padepokan tersebut berkembang dengan pesat dan menyedot ratusan cantrik (=murid atau santri) dengan jualan utama ilmu pati sukma. Ki Sangir meyakinkan pada orang-orang bahwa semua ilmu yang ia ajarkan adalah atas izin Gusti Allah. Padahal arah kiblat saja dia tidak tahu.

Kyai Barnawi, pemilik pesantren tua yang nyaris ambruk murka karena 15 santrinya beralih ke padepokan Sadikin. Kemurkaannya membuat Ki Sangir menganggapnya sebagai ancaman besar bagi padepokan. Untuk melawan Barnawi, Sangir memutuskan memperistri perempuan iblis penunggu kali Krasak yang dinamainya sebagai Nyi Ratu Krasak. Padahal anak Sangir dari istri tuanya (yang ternyata bernama Kantring) menjadi santri pesantren Barnawi. Untuk mencegah hal yang dikhawatirkan Sadikin bahwa anak Sangir akan bersatu dengan Barnawi untuk melawan ayahnya, Sangir memutuskan mengirim anaknya menjadi tentara. Dalam hati, Sadikin ingin menyingkirkan Sangir agar tetap menjadi orang nomor satu di padepokan dan bisa mendapatkan tubuh molek Suni, istri muda Sangir.

Padepokan Sadikin dibangun menjadi lebih megah dengan batu-batu kali Krasak tanpa gangguan Nyi Ratu Krasak, kemudian dirayakan dengan pesta mabuk-mabukan dan seks. Tidak mau kalah pamor di mata orang-orang Panjen,  Barnawi menyuruh santri-santrinya untuk menjarah orang-orang Panjen dengan alasan semua yang ada di muka bumi dan langit adalah milik Gusti Allah, jadi itu juga adalah rizki Gusti Allah bagi mereka. Bersamaan dengan penjarahan yang dilakukan santri-santrinya, Kyai Barnawi mendoakan keselamatan mereka. Kemudian dengan hasil penjarahan, pesantren direnovasi dan Barnawi menambah koleksi istri.

Sementara itu, Sadikin menjalankan rencana untuk membunuh Sangir. Setelah 3 rencana yang disusunnya gagal diterapkan, Sadikin mencoba rencana keempat. Namun, pada saat menjalankan rencana keempat, Sangir menyantet Sadikin sampai akhirnya laki-laki itu mati.

Permusuhan Sangir dan Barnawi terus merebak sampai pasca peristiwa Lubang Buaya. Barnawi memanfaatkan situasi yang panas dengan menuduh Sangir sebagai antek PKI. Barnawi terbunuh. Kodim turun tangan. Para tentara melancarkan aksi pembunuhan masal. Tapi Sangir menghilang.

Selain kisah permusuhan di atas, diceritakan juga tentang si aku yang baru pulang ke dusunnya dan berkali-kali diperkosa oleh Nyi Ratu Krasak. Tokoh aku inilah yang menjadi anak Sangir dari istri tuanya, Kantring. Dia jadi santri di pesantren Barnawi, kemudian dikirim Sangir untuk menjadi tentara. Pada saat tokoh aku bercerita, dia baru kembali dari Jakarta setelah peristiwa yang dikenal sebagai G30SPKI. Tokoh aku ini terlibat penculikan para jenderal dan ikut membunuh mereka di Lubang Buaya. Pada saat para tentara yang ditugaskan menculik dan membunuh para jenderal digaruk untuk dibunuh, si aku melarikan diri hingga kembali ke dusunnya.

Tapi tepat saat si aku merasa dusunnya sudah tidak aman baginya dan memutuskan pergi, dia dihadapkan dengan pilihan berat yang harus diambilnya di bawah todongan pistol.

* * *

Seluruh cerita yang kita baca adalah laporan si aku pada Kantring, ibunya yang telah meninggal. Kantring, seperti namanya, memiliki rahasia yang membuatnya kebingungan sebenarnya anaknya itu hasil hubungan dengan Sangir atau Barnawi yang diam-diam kawin siri dengannya. Siapa ayah kandung si aku, tidak ada jawaban hingga cerita berakhir.

Seperti disebut sebelumnya cerita dijalin dari pengalaman si aku dan cerita yang didengarnya dari seorang laki-laki tua pengangkut batu yang kemudian mati dibunuh. Mengingat sebagian besar cerita didasarkan pada penuturan si laki-laki tua, pada banyak tempat terasa janggal membaca detail yang disampaikan, apalagi mencakup hal-hal pribadi yang hanya diketahui oleh Ki Sangir, Kyai Barnawi, dan Sadikin. Misalnya, dari mana si tua tahu eksperimen seksual yang dilakukan Sadikin dengan seekor angsa? (Hal. 22). Bagaimana si tua tahu isi hati dan kepala para tokoh yang kemudian disampaikan kembali si aku?

Selain beberapa kesalahan cetak, kita juga akan menjumpai kata yang terkesan tidak tepat disampaikan pada saat cerita yang kita baca berlangsung. Contohnya kata doktrin pada hal. 21 atau orgasme pada hal. 39. Benarkah kata-kata ini lazim diucapkan oleh orang dusun waktu itu?

Tapi coba simak nakal-nya Teguh. Terlepas dari benar-tidaknya peran Soeharto di balik peristiwa Lubang Buaya, coba baca teliti, siapa sesungguhnya sosok Lasmi yang mengajak si aku bercinta dan menceritakan rahasia di balik peristiwa Lubang Buaya tersebut. Bacalah hal. 108 untuk menegaskan jawabannya.

Satu hal lagi. Siapakah nama tokoh aku yang sesungguhnya? Hanya bisa ditemukan di kalimat terakhir novel. Untuk yang pernah belajar sejarah mungkin bisa menghubung-hubungkan sendiri.

Secara keseluruhan, Kantring Genjer-genjer adalah novel yang cerdas, jenaka, dan berani.


Posted at 09:57 pm by Jody
Comments (3)  

Wednesday, February 07, 2007
CINTA ANDROMEDA

 Judul Buku : Cinta Andromeda
Penulis : Tria Barmawi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Terbit : Januari 2007
Tebal : 336 halaman, 20 cm
Jenis Buku : Novel Metropop


CINTA ANDROMEDA: CINTA SEBUAH ROBOT

 

Setelah menghasilkan 2 buku yang oleh Gramedia Pustaka Utama dimasukkan dalam kelompok novel Metropop, yaitu Lost In Teleporter dan Siapa Bilang Kawin itu Enak?, Tria Barmawi kembali menyapa pembaca buku dengan metropop berjudul Cinta Andromeda. Seperti halnya Lost In Teleporter, Cinta Andromeda, dilihat dari tema dan seting yang digunakan, bisa digolongkan sebagai novel sains fiksi populer.

Kendati tema sains fiksi sudah sering dilayarlebarkan, tema yang diangkat Tria ini tidak termasuk tema pasaran di dunia buku Indonesia. Hal itu disebabkan karena tema sejenis jarang dieksplorasi oleh penulis-penulis kita. Penulis yang pernah menggarap tema ini antara lain Marga T. Marga T menulis novelet sains fiksi,Si Jelita dari Chiyodaku yang dapat dijumpai dalam kumpulan novelet dan cerpen berjudul Ketika Lonceng Berdentang (Alam Budaya, 1986) serta novel berjudul Manusia Asap dari Pattaya(GPU, 1990). Sehingga boleh dikata, apa yang diangkat Tria Barmawi bukanlah tema yang baru.

Tapi tentu saja Tria Barmawi memiliki keistimewaan yang membuat novelnya memiliki daya tarik.Tria berhasil membangun novel sains fiksi dengan aroma populer yang sangat kental menggunakan karakter-karakter ala chiklit tanpa mengabaikan kenyataan perkembangan teknologi. Semua diraciknya dengan cerdas.

Kelebihan Tria yang lain adalah kemahirannya membangun plot, meletakkan suspens pada tempat-tempat tertentu, bahkan menyudahi novelnya dengan menggoda.Tria juga bisa disebut sebagai pencerita yang kocak.Dialog-dialognya yang menggelitik tawa bertaburan di sela-sela ketegangan yang dirancangnya.

Dari segi karakter-karakter ciptaannya, Tria memiliki kemampuan deskripsi yang tangguh sehingga tokoh-tokohnya terkesan meyakinkan dan tidak membingungkan.

Cinta Andromeda berseting Indonesia tahun 2070. Konon, saat itu mobil yang digunakan sudah sangat canggih sehingga ada mobil yang doyan ngerumpi. Tapi meskipun sudah tahun 2070, kata-kata seperti 'matre' atau 'ember' ternyata tidak menjadi kuno. Yang menjadi kuno adalah film-film seperti A.I. dan Stepford Wives serta novel Sophie Kinsella. Tapi yang mencengangkan adalah penggunaan robot yang sudah biasa untuk berbagai kebutuhan. Produsen robot berlomba-lomba menciptakan robot yang lama kelamaan semakin menyerupai manusia. Teknologi terus dikembangkan untuk menghasilkan robot yang bukan hanya secara fisik seperti manusia, tapi juga secara emosional. Sehingga, pada gilirannya, dapat ditebak, akan sulit sekali nanti membedakan manusia asli dan robot. Robot ala manusia ini dikenal sebagai android atau humanoid. Sebagai bayangannya bagi yang pernah nonton Stepford Wives, kira-kira akan tampak manusiawi seperti karakter yang diperankan Glenn Close dan Christopher Walken.

Adalah Andromeda, humanoid yang akan dijadikan prototipe untuk calon-calon manusia tetiron lainnya seperti "nanny-noid" dan "teacher-noid". Gerakannya sangat natural seperti ekspresi wajahnya. Teknologi canggih memberikannya kulit yang begitu halus, tingkat intelejensia yang yahud, kemampuan berbahasa asing, bermain biola, dan bela diri. Semuanya menyatu dalam fisik yang tak mengenal lelah. Andromeda adalah proyek ambisius Vinidici Technology yang ditujukan untuk mewujudkan impian setiap pembuat robot yaitu menciptakan android yang memiliki emosi, bisa mengasihi dan dikasihi. Untuk itu Andromeda digiring keluar Vinidici guna mendapatkan pembelajaran cinta dari manusia yang bisa menyayanginya dengan tulus tanpa mengetahui dia adalah mesin. Tim sukses Andromeda adalah Nunoid Project di bawah kepemimpinan Harrison dengan 5 supervisor yang terdiri atas Erik, Mariska, Ramon, Sonya, dan Melati.

Salsabila Rustam atau Salsa, 24 tahun, gadis cerdas dan baik hati, seorang perencana keuangan, dijadikan target untuk proyek edukasi cinta Andromeda. Salsa adalah satu dari 3 sekawan yang anggota lainnya adalah Kika, pakar komputer yang anggun, dan Wina, jurnalis fashion majalah nan cantik dan modis. Andromeda diperkenalkan kepada Salsa sebagai cowok impian yang memiliki karakter berbeda dengan cowok umumnya pada tahun 2070. Pada tahun 2070 diceritakan bahwa cowok-cowok semakin tidak punya rasa malu, dalam angkutan umum seperti monorail, mereka akan tetap duduk, meskipun di dekat mereka ada wanita hamil atau wanita yang kerepotan menggendong bayi. Andromeda memberikan tempat duduknya kepada Salsa, sehingga Salsa terpesona padanya. Apalagi Andromeda begitu tampan dan sempurna. Mereka pun menjalin hubungan.

Salsa memperkenalkan cowok impiannya kepada Kika dan Wina. Dan karena Andro itu android, ada saja keanehan yang dibuatnya. Misalnya jika fitur deteksi irisnya sedang aktif atau ketika dia menggunakan kalimat-kalimat khas robot. Naluri jurnalis Wina terusik mengamati keanehan-keanehan Andromeda. Wina melakukan penyelidikan untuk menyingkap jati diri Andromeda.Tanpa disadarinya, semua gerak-geriknya diamati oleh tim Nunoid Project. Akibatnya Wina dibunuh untuk mencegah kegagalan proyek Andromeda gara-gara ulahnya.

Sebuah perusahaan robot terkenal, Robotech Corporation tertarik dengan tawaran Nunoid Project. Perusahaan ini menginginkan Andromeda tidak sekadar android yang bisa dijadikan teman atau kekasih yang baik, tapi juga bisa berkeluarga dan memiliki anak. Oleh karena itu diatur supaya Salsa bisa menikah dengan Andromeda. Mereka bisa saling mencintai, berhubungan suami-istri dan bisa punya anak dengan memanfaatkan sperma dari bank sperma karena Andromeda tidak bisa memproduksi sperma sendiri. Kenyataan ini menggoyahkan Erik, kemudian Mariska. Mereka harus menyelamatkan Salsa sekalipun mesti menghancurkan kebahagiaan Salsa pada hari pernikahannya.

Secara keseluruhan, Cinta Andromeda adalah novel populer yang memikat. Gerak cerita diayun sang penulis dengan lepas. Tria sukses menggeliatkan kisah dengan cerdas dan kocak. Ada saat menegangkan. Ada saat menggelitik tawa. Ada saat pembaca digiring dalam irama kontemplatif ala Tria Barmawi. Kita akan dibawa Tria dalam kondisi seperti sedang menonton sebuah film berseting futuristik.

Walaupun tidak lepas dari kisah seputar cinta-cintaan, Cinta Andromeda mengusung pesan moral yang kuat dan jelas. Bahwa sudah selayaknya teknologi dikembangkan untuk kebutuhan manusia, tapi jangan sampai teknologi melecehkan dan merusak nilai-nilai kemanusiaan, agama dan norma-norma yang ada.

Ada hal-hal yang perlu diperhatikan Tria dalam menyajikan ceritanya. Pertama, ketika Tria menggunakan sudut pandang orang ketiga dengan filter dari satu karakter sebaiknya tuturan hati sang karakter dibedakan dengan tuturan narator. Sebagai contoh (hal. 169):

Hmm…benar dugaanku. Dia baru membuat gambar di saat-saat terakhir. Sejak tadi dia hanya mengamati orang lewat. Apa yang dia lakukan? Apa… Mariska tiba-tiba terhenyak. Apa dia mengikuti Andromeda tadi?

Jika membaca kalimat sebelum dan sesudahnya, kalimat ini tampak dituturkan oleh tokoh "aku", padahal Tria sedang memakai sudut pandang orang ketiga yang dibidik dari karakter Mariska.

Kedua, pada halaman 150 Tria menceritakan bahwa Wina dan Salsa sedang duduk-duduk di ruang keluarga rumah Salsa sambil ngemil. Pada halaman 155, setelah Salsa marah-marah, diceritakan bahwa, Wina berdiri dan melangkah keluar kamar. Padahal tidak diceritakan mereka pindah dari ruang keluarga ke kamar sembari bercakap-cakap. Dalam hal ini dibutuhkan ketelitian terutama dari pihak Tria sebagai penulis.

Ketiga, mungkin sebaiknya Tria menghindari dialog-dialog yang membingungkan. Baca halaman 186 ketika Salsa menanyai Kika apakah Wina meneleponnya. Kika berbohong dengan menyatakan bahwa Wina tidak meneleponnya. Tapi Kika juga menyebutkan bahwa Wina mengatakan padanya Wina mau lembur hari itu. Kika terus mengatakan soal lembur sampai halaman 191. Anehnya Salsa yang cerdas tidak menangkap ketidaklogisan kata-kata Kika, jika memang itu dimaksudkan penulis.

Tapi, untuk genre metropop ala Gramedia, jelas Cinta Andromeda adalah novel yang unik, pintar, dan menarik untuk dibaca.


Posted at 10:27 pm by Jody
Comment (1)  

Tuesday, February 06, 2007
KEKASIH GELAP


Judul Buku : Kekasih Gelap
Penulis : Sanie B. Kuncoro

Penyunting : Imam Risdiyanto

Penerbit : C| Publishing, Desember 2006


MANIS SENDU SANIE B. KUNCORO


Cinta adalah ladang tema yang sering dibajak dan digarap oleh banyak penulis di seluruh dunia. Pengaruhnya terhadap kehidupan manusia memang dahsyat. Cinta bisa membuat dunia lebih berwarna karena cinta bukan saja menawarkan kebahagiaan, tapi juga menawarkan torehan luka di hati manusia. Sekalipun bisa menyebabkan luka, manusia tetap tidak kapok-kapok untuk bercinta, dengan berbagai cara, terang-terangan, atau gelap-gelapan. Karena itu lahir lah buku dengan judul menantang "Kekasih Gelap".

Namun, jangan dulu buru-buru berpikir yang tidak-tidak. Jangan berharap akan menemukan eksplorasi seksual yang intens dalam buku ini seperti novel-novel Sandra Brown. Jangan juga menuduhnya sebagai chicklit yang cenderung memanfaatkan gaya tutur dan ide cerita yang senada seirama.

"Kekasih Gelap" karya Sanie B. Kuncoro adalah satu dari 2 novelet yang ada dalam buku ini. Novelet lain diberi judul "Jalan Sunyi". "Kekasih Gelap" mungkin ditonjolkan sebagai judul karena memenangkan Juara II Lomba Cerber Femina tahun 2003. Meskipun demikian, 2 novelet ini sesungguhnya memiliki kekuatan yang sama.

Apa pun yang Sanie tawarkan dalam ceritanya, ada benang merah yang menyejajarkan 2 novelet ini pada wilayah yang sama. Bahwa cinta, bagaimanapun rumitnya, bisa tercipta secara mendadak. Dan juga bisa terbelah kepada lebih dari satu orang.Itu lah yang dialami tokoh-tokoh Sanie dalam karyanya ini.

Dalam "Jalan Sunyi" Sanie menghadirkan karakter perempuan bernama Puan. Di tengah-tengah persiapan acara pernikahannya, mendadak Puan dihadapkan dengan pertanyaan ciptaannya sendiri. "Apakah aku siap?" (hal. 13). Puan mengalami depresi. Menjadi waswas dan takut dengan apa yang akan terjadi setelah menikah. Ketakutan yang menurut Jingga, sahabatnya (hal. 17) hanya terjadi pada pasangan yang dijodohkan. Padahal sebelum memutuskan menikah Puan dan calon suaminya, Limar, telah menjalin hubungan bertahun-tahun.

Jingga menyarankan Puan untuk berlibur. Sebagai tujuan liburan ditetapkan desa nenek Jingga, Tanah Bumi, yang secara geografis, tidak jelas ada di belahan mana di Indonesia. Puan menginap di rumah nenek Jingga, Umi. Tidak dijelaskan rinci, tapi rupanya nenek Umi bukan sembarangan nenek. Walau domisili di desa yang stasiun kereta apinya kecil, kusam, dan sunyi serta listrik menyala hanya sampai pukul 9 malam, nenek Umi membaca novel seperti Va' dove ti porta il cuore (Pergilah Ke mana Hati Membawamu) karya Susana Tamaro. Cara bicara nenek Umi juga cerdas menggunakan kata-kata seperti "menolerir", "filosofi air" dan "pengaruh hormon". Rupanya nenek Umi bukan nenek-nenek desa stereotipikal novel-novel kebanyakan.

Di Tanah Bumi, Puan bertemu Darga, seorang arsitek muda yang sedang menangani proyek resort di desa antah-berantah nan sepi itu. Cinta menyelip secara mendadak dalam hati masing-masing. Puan menampik gelora cintanya karena dia sudah menjadi calon pengantin. Meskipun berprinsip cinta masih bisa diperebutkan selama janur belum melengkung dan rumah belum berhias bunga pengantin, Darga mencoba mengalah. Justru Puan yang tidak bisa melupakan Darga bahkan setelah terpisah jauh dengan laki-laki itu. Kegelisahan Puan membuat Limar mengetahui ada orang lain selain dia dalam benak Puan. Limar menyerahkan keputusan masa depan hubungan mereka kepada Puan.

Sanie mengolah "Jalan Sunyi" dengan nada-nada manis dan sendu. Dia menunjukkan bahwa ada kalanya perempuan nekat mempertaruhkan kehidupannya untuk sesuatu yang sesungguhnya nihil. Cikal bakal kebahagiaan dirusakkan untuk pesona mendadak yang semu. Sekalipun menyadari cinta yang dimiliki Limar, tunangannya, begitu besar, Puan tidak cukup memiliki sikap untuk menghargainya. Akibatnya kelak, dia tidak punya pengampunan yang cukup untuk memaafkan dirinya sendiri.

Justru cinta Limar yang membebaskan mengetuk kesadaran Darga. Darga memutuskan untuk mengkhianati dirinya sendiri karena sadar tidak sanggup memberikan cinta sebesar cinta yang diberikan Limar pada Puan.

Keputusan yang kemudian diambil Puan tidak hanya menyakitkan hati satu orang saja, tapi sekaligus hati 3 orang.

Sanie menutup kisah "Jalan Sunyi" yang melodramatis dengan indah melalui proses batin tiga karakter utamanya yang sangsi dan kehilangan keyakinan diri.

Dalam "Kekasih Gelap" Sanie menghadirkan perempuan bernama Senja yang mau menjadi kekasih gelap Ruben. Ruben mengajak Senja ikut kapal pesiar karena Aline, istrinya yang tengah hamil ngidam naik kapal pesiar. Maksud Ruben, walaupun dia menemani istrinya, dia juga tetap bisa menikmati saat-saat indah di atas kapal pesiar bersama selingkuhannya.

Keikutsertaan Senja yang bak kerbau dicocok hidung diatur sedemikian rupa dengan memanfaatkan Benteng, laki-laki yang berutang judi pada Ruben. Benteng berperan sebagai pasangan Senja. Walaupun sempat bersitegang, mereka akhirnya bisa memahami diri masing-masing. Ketika kapal singgah di Bandar Melaka, keduanya mengunjungi gereja tua St. Paul dan benteng A Famosa. Di sana mereka bertemu Khalila yang mengubah paradigma dan visi mereka dan menciptakan impian untuk diwujudkan.

Sebenarnya ketika Senja bertemu Benteng pertama kali, arah cerita sudah bisa ditebak. Yang tidak bisa ditebak adalah peristiwa yang bakal mempersatukan mereka.

Sekali lagi Sanie menganyam sebuah kisah yang manis-sendu. Tapi dibandingkan dengan "Jalan Sunyi", "Kekasih Gelap" disampul dengan akhir yang memberikan harapan.

Baca keindahan bertutur Sanie manakala Senja menyadari apa yang telah ia lakukan selama ini adalah kesia-siaan belaka (hal. 136).

Senja mengatakan pada Ruben, "Yang kaupunya adalah cinta yang terbelah. Dan itu tidak cukup untukku." (hal. 146).

Ketika Ruben ngotot mempertahankan hubungan yang keliru, Senja menambahkan mantap, "….sesungguhnya aku hanyalah sekedar tamu di teras hatimu. Sebagai tamu, tentulah kau perlakukan aku dengan istimewa. Dan sebagai tamu kubawa sesuatu yang indah bagimu, sebagai variasi penyegar kehidupanmu. Tapi tamu tetaplah tamu. Waktuku hanya sesaat, hakku sangat terbatas. Begitu kuambil lebih dari yang sepatutnya, maka jadilah aku sebagai duri dalam daging dalam hidupmu". (hal. 147).

Secara keseluruhan, isi buku "Kekasih Gelap" dituturkan secara ringan tanpa menimbulkan kerinyut di wajah pembaca. Apalagi Sanie mengalirkan cerita tanpa bertele-tele, menderas pada lautan akhir yang menyentuh. Keduanya terasa indah dan bening. Dengan penuturan yang lebih intens, mengingat pengalaman menulis Sanie yang banyak, Sanie bisa hadir menjadi satu penulis yang meramaikan belantika sastra Indonesia. Sanie bisa mengembangkan wilayah ceritanya untuk tidak sekedar berkutat pada masalah cinta semata-mata.

Tapi untuk penggemar kisah cinta yang diracik manis dan indah, "Kekasih Gelap" bisa dijadikan alternatif bacaan.


Posted at 08:29 pm by Jody
Make a comment  

Saturday, February 03, 2007
Q & A


Judul Buku : Q & A
Penulis : Vikas Swarup
Penerjemah : Agung Prihantoro
Terbit: Cetakan 1, Desember 2006
Tebal : 458 halaman

Penerbit: Serambi Ilmu Semesta


PELAYAN BAR 1 MILIAR RUPEE


Setelah debut Khaled Hosseini yang gemilang dengan novel berjudul The Kite Runner (edisi Indonesia diterbitkan Qanita, 2006), saya berharap akan tampil lagi novel dengan daya pikat yang lebih kurang sama, meskipun berbeda tema.

Q&A, novel dengan judul hanya 3 huruf menjawab harapan saya. Dan sama dengan The Kite Runner, Q&A adalah karya debut. Tapi kali ini bukan debut seorang dokter, melainkan diplomat asal India, Vikas Swarup. Vikas Swarup pernah bertugas di Turki, Amerika Serikat, Etiopia, dan Inggris. Saat ini bekerja di Departemen Luar Negeri India di New Delhi.

Tema kemanusiaan senantiasa menyentuh hati. Apalagi kalau tema tersebut dijalin dengan apik dan rancak dalam kecerdasan bertutur sang pengarang. Q&A memilikinya. Sejak pembagian babnya yang unik sampai cara pengarang mengemukakan gagasan sudah mengindikasikan betapa sesungguhnya Q&A adalah novel yang sangat menarik, berkarakter, dan pastinya akan memberikan petualangan baca yang menggairahkan.

Ide dasar Swarup tidak lain adalah kuis Who Wants To Be A Millionaire yang sangat populer di berbagai negara, termasuk India. Di India, kuis ini dikenal dengan nama Kaun Banega Crorepati (KBC). KBC yang diproduksi oleh Star Entertainment India awalnya memakai Amitabh Bachchan sebagai host. Setelah dua musim tayang, Amitabh Bachchan meninggalkan kursi host dan terakhir dikabarkan sebagai penggantinya adalah aktor tenar Shah Rukh Khan yang adalah salah satu kontestan musim pertama. Dalam Q&A, Swarup memplesetkan acara kuis tersebut menjadi Who Will Win A Billion (W3B). Acara ini diluncurkan di 35 negara oleh perusahaan New Age Telemedia. Di India, sebagai host-nya adalah aktor kelas dua, Prem Kumar, yang memegang 29% saham New Age Telemedia cabang India.

Terdapat skenario di balik acara kuis ini yaitu tidak boleh ada yang mendapatkan 1 miliar rupee sekurang-kurangnya sebelum 8 bulan penayangan dengan asumsi selama 8 bulan sebagian besar modal sudah kembali. Tapi skenario buyar ketika Ram Mohammad Thomas, seorang pramusaji bar berusia 18 tahun bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Pihak W3B menggunakan polisi korup untuk menghancurkan kemenangan Ram.

Di tengah penyiksaan yang dilakukan polisi, muncul seorang perempuan bernama Smita Shah yang mengaku sebagai pengacara Ram. Bersama Smita, kemudian, Ram begadang semalam-malaman menonton DVD rekaman acara kuis yang belum lagi ditayangkan televisi.  Di antara acara menonton itu, Ram menjelaskan perjalanan hidupnya. Perjalanan hidup Ram tidak dituturkan secara kronologis, tetapi berdasarkan bagaimana kira-kira sampai Ram yang bukan anak sekolahan bisa menjawab tepat semua pertanyaan.

Beginilah dialog Ram dan Smita pada halaman 35:

"Jadi aku harus tahu seluruh kehidupanmu untuk memahami asal-mula jawaban-jawabanmu?" tanya Smita.

"Mungkin."

"Kurasa itulah kuncinya. Bagaimanapun juga, kuis sama sekali bukan tes pengetahuan, tapi tes ingatan, tes kenangan."

Kemudian terungkaplah cerita kehidupan Ram kepada pembaca.

Pada malam Natal, 18 tahun silam, Ram ditinggalkan di depan Gereja St. Mary oleh orang tuanya, sehingga seumur hidupnya, dia tidak mengenal siapa mereka. Ram diadopsi oleh suami-istri pekerja Gereja St. Joseph, lalu ditinggalkan pada Romo Timothy, pastor gereja tersebut karena suami-istri itu berpisah. Dalam suatu kejadian yang sangat menggelikan, dia memperoleh nama dari 3 agama, Ram Mohammad Thomas.

Sejak itu, kita akan diperkenalkan dengan orang-orang yang Ram temui dalam hidupnya. Hidup yang sangat berwarna.

Romo Timothy dan Romo John yang memiliki kehidupan ganda (bab 2.000).

Gupta, wakil kepala panti remaja yang suka melecehkan para penghuni panti kemudian menjual mereka kepada Babu Pillai yang membikin anak-anak itu cacat dan menjadikan mereka pengemis (bab 10.000).

Neelima Kumari, mantan aktris Bolywood yang tidak pernah menikah dan terobsesi dengan kecantikan abadi. Neelima tidak ingin mati dengan wajah tua dan keriput. Dia ingin mati seperti Marilyn Monroe atau Mandhubala. Oleh karena itu, dia berdandan secantik-cantiknya dan bunuh diri dengan harapan akan ditemukan mati dalam keadaan cantik. Tetapi apa yang terjadi pada Neelima, akan membuat kita miris sekaligus geli (bab 10.000.000).

Balwant Singh, seorang prajurit desertir yang bermulut besar yang akhirnya menjadi korban mulut besarnya (bab 500.000).

Armaan Ali, bintang film pujaan sahabat Ram, Salim, yang berpenampilan ala Salman Khan, tetapi ternyata gay. Salim yang mengidolakannya secara mengejutkan menjadi korban pelecehan sang aktor(bab 1.000).

Shantaram, ahli astronomi yang hidupnya hancur karena dikhianati sejawatnya dan mencoba melakukan pelecehan seksual kepada putrinya sendiri, Gudiya (bab 5.000).

Kolonel Taylor, si manusia serbatahu yang memperlakukan pembantu-pembantu Indianya dengan semena-mena. Kolonel yang ternyata seorang mata-mata akhirnya dikalahkan oleh rasa cinta tanah air seorang remaja yang namanya mewakili 3 agama (bab 50.000).

Perampok muda yang kejam dan mesum, yang mati setelah bergumul dengan Ram di atas kereta api (bab 200.000), membuat Ram melarikan diri ke Agra, bekerja sebagai pemandu wisata di Taj Mahal, bertemu dengan Shankar seorang anak autis dan perempuan bangsawan keji bernama Swapna Devi (bab 100.000.000).

Prakash Rao, direktur perusahaan kancing yang membunuh kakaknya, yang kemudian terbunuh dengan cara yang sama dengan kakaknya di hadapan Ram, sang pramusaji bar (bab 100.000).

Selain itu kita akan diperkenalkan dengan seorang remaja yang bercita-cita menjadi aktor terkenal, keluarga yang melacurkan anak perempuan mereka, dan pembunuh bayaran yang hobi bertaruh.

Semua bersengkarut untuk memberikan kemenangan pada Ram di acara kuis W3B. Mengendap dalam kenangan Ram, dan membuatnya berhasil melewati pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan Prem Kumar.

Masalah akhirnya datang menghempas kehidupan Ram. Polisi menggaruknya dari kediamannya seolah dia seorang penjahat. Padahal Ram ikut kuis tersebut motivasinya bukan untuk mencari uang, kendati hadiahnya sangat menggiurkan. Ram hanya pernah memiliki uang terbanyak dalam hidupnya ketika mengantongi 50 ribu rupee sebagai upah kerjanya selama bertahun-tahun yang kemudian dirampas darinya. Tetapi 1 miliar rupee bukan menjadi tujuan Ram yang sebenarnya.

Apakah sesungguhnya motivasi Ram?

Temukan kejutan Swarup menjelang tutup novel. Dan Swarup tidak hanya memberikan satu kejutan saja. Sesungguhnya nyaris di sekujur novel, tiap bab yang mengikuti jumlah uang yang akan diraih jika sukses menjawab pertanyaan, ada saja gedoran Swarup. Kita bisa melihat tiap bab, kecuali bab pertama dan 2 bab terakhir, seperti cerpen-cerpen dari orang-orang yang ditemui Ram dalam hidupnya dengan kejutan pada akhir kisah.

Q&A adalah sebuah novel yang menawan dalam segala aspeknya. Ide, penokohan, plot, dan gaya bercerita berkelindan menghasilkan novel cerdas mengharukan bak campuran komedi, melodrama dengan nuansa dongeng yang mengasyikkan. Mungkin pembaca akan terkenang dengan kisah-kisah si miskin yang harus menempuh jalan panjang menuju kebahagiaan. Ada saat mata kita akan dibuat berkaca-kaca. Ada saat senyuman, bahkan tawa tidak bisa kita kendalikan. Ada saat memerihkan hati. Tetapi ada saat jenaka dan bahagia. Semua hanya mengindikasikan betapa piawainya Vikas Swarup menggiring pembaca mengikuti pesonanya yang dahsyat.

Khusus untuk edisi Indonesia, temukan kiprah Agung Prihantoro, sang penerjemah yang tidak kalah piawai dalam seleksi diksi. Mungkin ada kata-kata yang kurang akrab bagi kita, sehingga harus membuka kamus untuk mengetahui artinya. Juga ada kata-kata yang nyaris hilang ditelan waktu seperti hatta, arkian, dan syahdan. Tetapi bukannya mengganggu, kata-kata itu hanya membikin karya ini semakin kocak dan menarik saja.

Di akhir novel, jangan lupa, misteri koin keberuntungan Ram Mohammad Thomas akan diungkapkan untuk melengkapi kejutan-kejutan lainnya.


Posted at 08:41 pm by Jody
Comment (1)  

Sunday, January 28, 2007
YANG LIU


Judul Buku : Yang Liu
Penulis : Lan Fang
Penyunting: Imam Risdiyanto
Terbit : Cetakan 1, Desember 2006
Penerbit: Bentang Pustaka


WAJAH SKIZOFRENIK LAN FANG


Sepertinya tahun 2006 menjadi tahun hoki bagi perempuan penulis bernama Lan Fang. Perempuan "kebetulan" ini melahirkan kumpulan cerpen Laki-laki Yang Salah pada Januari 2006 (Gramedia Pustaka Utama) berisi 15 cerpen. Belum juga setahun (dilihat dari jadwalnya melahirkan), pada bulan Oktober 2006 Lan Fang telah melahirkan lagi. Bayi berikutnya adalah novel berjudul Perempuan Kembang Jepun (Gramedia Pustaka Utama). Setelah melahirkan Perempuan Kembang Jepun yang merupakan tour de force seorang Lan Fang sepanjang karier kepenulisannya hingga sekarang, Desember 2006 mengikuti istilahnya, Lan Fang "beranak" lagi. Kali ini proses bersalin Lan Fang dibidani oleh Bentang Pustaka.

Sering membaca karya Lan Fang, entah kenapa terasa aneh melihat bukunya di-display  toko buku dan tidak berniat untuk membacanya (tentu saja setelah membeli).

Kali ini proses ngeden Lan Fang mewujud dalam "sel" 15 cerpen yang menjadi "jaringan" buku dengan judul Yang Liu. Semuanya serba perempuan. Maksudnya tokoh utamanya adalah perempuan seperti gender sang penulis.

Mau tidak mau, kita "dipaksanya" untuk mengacungkan dua jempol buat usahanya terus berkiprah di belantika sastra Indonesia. Ketika penulis-penulis cerita remaja sezamannya menghilang dari peredaran, ternyata Lan Fang tetap setia pada rotasinya.

Salah satu keunikan Yang Liu adalah penggunaan nama penulisnya, Lan Fang, dalam 9 cerpen yang ada. 5 cerpen tidak memberikan nama buat karakter utamanya, 1 cerpen perempuannya diberi nama Putri/Apel. Menurut cerpen berjudul Yang Liu, Lan Fang berarti "bunga anggrek yang harum semerbak". Padahal nasib perempuan-perempuan dalam ceritanya lebih cocok dengan kelopak bunga (yang berguguran setelah bunga mekar) daripada kuntum bunga itu sendiri.

Di kanvas estetika yang dibentangkan Fang, perempuan 'lan fang' yang beraneka rupa itu menjelma sosok yang terpuntir oleh hidup, nasib, cinta dan laki-laki. Potongan-potongan kehidupan para 'lan fang' disambung oleh Fang menjadi semacam "quilt" yang utuhnya menyajikan kesenduan. Terkadang malah sapuan "kuas" kata-kata perempuan kelahiran Banjarmasin 5 Maret 1970 ini berubah menjadi sapuan ujung skalpel yang menyebabkan perih di hati pembaca.

Cerita Ini Dimulai dari Tengah membuka sajian Fang. Rupanya disengaja karena cerpen ini menjadi salah satu ekspresi estetika Fang yang menonjol dalam antologi ini. Cerita dituturkan menarik menggunakan 2 pelaku sebagai pencerita yang berganti-ganti setiap pertemuan. Cerpen ini tergolong salah satu cerpen "perih" versi Fang yang menghadirkan tokoh perempuan tanpa payudara yang membunuh suaminya. Di ujung cerpen, Fang mengejutkan pembaca untuk alasan pembunuhan yang dilakukan Lan Fang, tokoh cerpen tersebut.

Setelah pembukaan yang manis, Fang menebarkan aroma sendu berulang kali.

Dreams Come True. Perempuan impulsif yang mendambakan kesempurnaan mimpi-mimpinya.

Yang Liu. Perempuan biasa yang menolak cinta laki-laki setelah pengalaman tragisnya dengan beberapa laki-laki.

Pangeran Kodok dan Putri Duyung. Perempuan pengarang ecek-ecek yang mengidamkan lahirnya sisi romantis kekasihnya yang menempatkan uang di atas segalanya, terutama cinta.

Aku, Denny, dan Matius. Perempuan lajang yang mempertanyakan pentingnya sebuah perkawinan kepada sahabat baiknya yang seorang laki-laki.

Istana Ilalang. Perempuan kesepian yang bercerai dari suaminya dan melarikan diri dalam tugas liputan di Borobudur untuk menghindari perkawinan mantan suaminya.

Ucal dan Si Monyet. Perempuan lajang yang mendadak merasa ngeri akan menghabiskan waktu sendirian jika teman laki-laki yang dekat dengannya menikah, sehingga menawarkan pernikahan kepada temannya itu.

Ulang Tahun Koko. Perempuan janda beranak satu  yang terancam pemecatan sebagai pegawai asuransi padahal begitu banyak kebutuhan hidup yang harus dipenuhi termasuk untuk ulang tahun anak yang dicintainya.

Kemudian, pada mozaik cerpen yang kesembilan, Lan Fang bak keluar dari kerumunan cerita senada seiramanya. Rumah Tanpa Cermin adalah cerpen terindah dan terkuat Fang yang ditulis dalam antologi ini. Selain pemilihan judul dan tema yang elok, Lan Fang dengan pintar memberikan kita cermin untuk melihat refleksi diri kita sendiri melalui karakter perempuan dalam cerpen ini. Cerpen juga ditutup dengan efektif.

Setelah itu, kita diperkenalkan dengan Orasis. Ada seorang perempuan muda, cantik, dan kaya, tetapi hidup dalam kepalsuan. Namanya Putri, tetapi ia memaksa untuk dipanggil Apel.

Fang kemudian melanjutkan dengan Toast, menghadirkan perempuan yang hanya hidup dalam bayang-bayang kekasihnya. Ia bertemu seorang  bartender  di sebuah kafe dan mendadak keduanya menjadi pujangga.

Setelah Toast, Fang menyuguhkan Calon Menantu sebuah cerpen tentang seorang laki-laki bangsawan Jawa yang kehilangan kewarasannya. Kali ini Fang menunjukkan bahwa gadis Cina, walaupun dipandang rendah, ternyata bisa sangat meremukkan hati seorang laki-laki (yang dianggap) pribumi di Indonesia.

Dua Perempuan adalah kisah Fang mengenai 2 perempuan yang bertemu di sebuah wisma. Kembali Fang bertutur ala Cerita Ini Dimulai dari Tengah. Cerpen ini juga bisa dikatakan sebagai hasil proses mengejan Fang yang manis. Kedua perempuan yang diceritakan Fang dan tak diberi nama itu ternyata memiliki satu kesamaan yaitu menjalin hubungan dengan laki-laki beristri. Bedanya adalah paradigma mereka terhadap kehidupan yang dijalani.

Dalam Gong Xi Fa Chai, perempuan ciptaan Fang berbeda dengan perempuan-perempuan ciptaan lainnya. Perempuan ciptaannya kali ini adalah perempuan tua yang hidup sesuai filosofi fu lo shou. Pada usia 82 tahun dia mengenang dengan perasaan rawan bagaimana waktu mengerat tradisi yang seharusnya dipertahankan. Fang menutup cerpen ini dengan lirih. Dalam cerpen yang manis-sendu ini, Fang seharusnya berhati-hati menggunakan tokoh populer dalam cerpen. Kali ini Fang menggunakan Lin Ching Shia. Pada waktu berumur 7 tahun, si nenek telah dibandingkan dengan Lin Ching Shia. Hal itu tentu saja sudah tidak logis mengingat tidak mungkin ada anak kecil umur 7 tahun disamakan dengan perempuan dewasa (hal. 156). Pada usia 82 tahun, si nenek menceritakan bahwa anak perempuannya yang bernama Yi Che (hal. 163) mirip dengan Lin Ching Shia. Bagaimana mungkin? Berapa umur Lin Ching Shia ketika si nenek berumur 82 tahun? Jika dihitung-hitung mungkin sudah seratus tahun lebih. Padahal Lin Ching Shia yang artis cantik itu kan belum setua itu!

Menutup untaian serba perempuan Lan Fang, kita dihadapkan dengan perempuan yang sudah bosan 'beranak" dalam Bayi Ketujuh. Perempuan ini merasa sudah seperti cetakan puding agar-agar jelly. Setelah melahirkan 6 anak perempuan, dia harus melahirkan lagi anak ketujuh dengan harapan akan mendapatkan anak laki-laki. Sebuah cerpen sederhana, tetapi bernas dan cerdas, sehingga menjadi penutup yang pas buat antologi cerpen ini.

Akhirnya, karena antologi ini serba perempuan, seperti kata-kata Lan Fang (hal. 178), apa yang terjadi pada karakter-karakter perempuan ciptaannya bisa terjadi pada semua perempuan. Jadi, wahai perempuan, bacalah buku karya Lan Fang ini untuk menjadi "cermin" pribadi. Setelah "bercermin", kira-kira dalam cerpen mana Anda berada? 

 

Posted at 04:55 pm by Jody
Make a comment  

Saturday, January 27, 2007
ASYLUM/MADHOUSE


Judul Buku : MADHOUSE
Judul Asli : ASYLUM
Penulis : Patrick McGrath
Penerjemah : Widati Utami
Penyunting : Marvel Neydi
Penerbit : Dastan Books,Cetakan 1 Januari 2007


SEBUAH CINTA KATASTROFIK


"Hubungan cinta katastrofik yang bercirikan pada obsesi seksual menjadi ketertarikanku secara profesional....."

(Dr.Peter Cleave dalam "Madhouse")

 

Pada musim panas tahun 1959, Stella mengikuti suaminya Max Raphael, seorang psikiater, yang bekerja sebagai wakil inspektur di sebuah rumah sakit jiwa di luar kota London.

Max ingin merekonstruksi konservatori tua di halaman rumah. Seorang pematung bernama Edgar Stark, pasien rumah sakit tersebut mendapat tugas untuk merestorasi konservatori.Edgar menjadi pasien rumah sakit jiwa setelah membunuh dan memotong kepala serta tubuh Ruth, istri sekaligus modelnya. Penyebabnya tidak lain karena Edward seorang paranoia berat yang terkungkung delusinya.

Adapun Stella, walau sudah beranak satu (Charlie)tidak merasakan kebahagiaan dalam rumah tangga dan perkawinannya. Hubungan Stella dengan Max telah menjadi hambar. Begitu juga kehidupan seksual mereka. Pertemuan Stella dengan Edgar yang notabene adalah seorang pria tampan menguak sisi sensualitas Stella. Stella berselingkuh dengan Edgar. Perselingkuhan tidak hanya terjadi di konservatori, tetapi berlanjut di kamar tidur Stella dan Max. Edgar mencuri pakaian Max dan melarikan diri dari rumah sakit.

Anehnya, meski sudah tahu kondisi kejiwaan Edgar dan kecenderungannya melakukan kekerasan, Stella tidak peduli. Bahkan, demi Edgar, perempuan cantik ini meninggalkan keluarganya untuk hidup bersama dengan Edgar dalam kondisi yang menyedihkan. Ketika Edgar benar-benar melakukan kekerasan fisik, Stella meninggalkan Edgar. Tetapi cinta Stella tetap membawanya kembali pada Edgar. Saat bersamaan tempat persembunyian Edgar sudah diketahui pihak berwenang. Edgar melarikan diri lagi sementara Stella kembali pada suaminya.

Perbuatan Stella telah menghancurkan karier Max, suaminya. Namun Stella seakan-akan tidak peduli. Mereka harus meninggalkan rumah sakit jiwa tersebut dan pindah ke Cledwyn, Wales Utara. Di tempat itu pun Stella tidak bisa melupakan Edgar. Stella benar-benar sudah menjelma menjadi robot yang digerakkan oleh obsesinya terhadap Edgar. Sedihnya, Stella membiarkan anaknya mati.

Stella tidak dipenjarakan tetapi dirumahsakitjiwakan dalam perawatan Peter Cleave, rekan kerja suaminya yang sudah menjadi inspektur rumah sakit.

* * *

Madhouse jelas merupakan sebuah novel psikologis kental yang menyorot kondisi kejiwaan para tokoh utamanya yang mungkin sulit dipahami nalar. Tindakan Stella berselingkuh masih bisa dipahami, tetapi bagaimana Stella berkembang menjadi pribadi dengan kecenderungan masokis yang keras kepala sungguh sesuatu yang menggemaskan.Edgar adalah pribadi sakit. Tapi ternyata Stella lebih sakit lagi. Kondisi kejiwaan Stella sangat parah sehingga akhirnya dia mengambil tindakan yang mengejutkan di akhir novel.

Semua yang kita baca dituturkan oleh Peter Cleave selaku narator dalam novel ini. McGrath melukiskan kemahiran Cleave menarasikan tragedi kehidupan Stella. Apa yang Cleave ceritakan tentang Stella adalah penuturan Stella dalam sesi-sesi terapi dengannya.Sehingga Madhouse terbangun antara pengalaman dan pengamatan Cleave serta cerita versi Stella. Oleh karena itu pada bagian akhir (halaman 480)sedikit janggal ketika Cleave menjelaskan tentang apa yang dilakukan Stella selesai pesta dansa. Cleave toh tidak akan bertemu Stella lagi untuk sesi berikutnya dan saat itu Cleave tidak sedang bersama Stella.

Perhatikan halaman 486:

"Aku belum mengatakan padanya bahwa Stella ....... karena aku ingin mendengar cerita dari versinya dulu. Masih ada banyak pertanyaan yang harus dijawab." 

Kalimat ini mengingatkan pada film "The Usual Suspect" (1995) karya sineas Bryan Singer. Dalam film ini hampir semua cerita dituturkan secara kilas balik oleh Verbal Kint (Kevin Spacey) di depan penyelidik. Semua yang dituturkan Verbal Kint ternyata kebohongan belaka. Sehingga semua yang Stella katakan pada Cleave tentu saja sengaja diposisikan pengarang untuk dapat dipertanyakan.Tetapi tentu saja belum tentu tidak benar. Dan karena baru dicetuskan menjelang novel berakhir, kesadaran itu memberi nilai lebih buat novel ini.

Pada akhirnya, jelas bagi kita bahwa Madhouse adalah sebuah kisah cinta.Tetapi bukan kisah cinta biasa, melainkan sebuah kisah cinta katastrofik berintikan obsesi seksual yang berkesan absurd. Sebuah kisah cinta melodramatis yang hanya bermuara pada lautan destruksi.

* * *

Sesungguhnya Madhouse yang berjudul asli ASYLUM telah difilmkan  oleh sutradara David MacKenzie (II)dengan Natasha Richardson sebagai Stella, Marton Csokas sebagai Edgar Stark, dan Ian McKellen sebagai Dr. Peter Cleave (2005).

Alur film persis sama dengan novel, walau ending film dilukiskan lebih dramatis dan agak berbeda.

Sekalipun demikian, novel ini tetap tidak dapat diabaikan. Novel dipaparkan sedemikian rupa oleh penulisnya sehingga terasa sangat enak untuk dinikmati bahkan oleh yang telah nonton filmnya.Tentu saja dalam film kita tidak akan menemukan keindahan verbalisasi seperti dalam novel ini yang sesungguhnya merupakan kekuatan Patrick McGrath sebagai seorang prosais brilian. McGrath menguntai novelnya dalam kalimat-kalimat indah dengan aroma intelektual, dan karena dirangkai dengan sangat terkendali novel membentuk aliran sungai kata-kata yang mengalir lancar menuju lautan kegilaan tempat berakumulasinya obsesi, delusi, ilusi, dan gairah ragawi.

* * *

Karya yang indah ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan cemerlang sehingga kesan cerdasnya begitu terasa dalam setiap halaman. Mungkin yang agak mengganjal hanya sampul novel yang tidak merefleksikan isi novel.Tetapi dengan mengabaikan sampulnya kita tetap akan mendapatkan sajian yang sangat memikat dan tak terlupakan. 

 

Posted at 12:58 pm by Jody
Make a comment  

Previous Page Next Page