|
![]() The Kite Runner, demikianlah judul novel perdana Khaled Hosseini, seorang dokter Amerika berdarah Afghanistan. Mengambil setting Afghan sebelum revolusi dan masa kekejaman rezim Taliban, novel ini hadir menyentuh hati. Karena begitu memesonanya novel ini, sehingga tidak rugi untuk dijadikan bacaan favorit. Sebuah kisah tentang dosa! "Hanya ada 1 macam dosa," kata si Baba, ayah Amir, sang tokoh utama. " Mencuri! Dosa-dosa yang lain adalah variasi dari dosa itu!" Selanjutnya Si Baba juga mengatakan, " Kalau kau membunuh seorang pria, kau mencuri kehidupannya. Kau mencuri seorang suami dari istrinya, merampok seorang ayah dari anak-anaknya, Kalau kau menipu, kau mencuri hak seseorang untuk mendapatkan kebenaran. Kalau kau berbuat curang, kau mencuri hak seseorang untuk mendapatkan keadilan. Tak ada tindakan yang lebih buruk daripada mencuri!" Tetapi, itulah yang dilakukan Si Baba. Juga Amir! Si Baba mencuri dari Ali, pembantu keluarganya. Si Amir mencuri dari Hassan, putra Ali. Kisah indah ini terasa pedih, menyesakkan hati, tetapi begitu kuat dan memesona ketika lembar-lembar halaman berganti. Di hampir ujung kisah, terungkap dosa si Baba: Ali, si pembantu ternyata mandul dan Hassan, si sumbing, merupakan 'hasil curian' si Baba dari istri Ali! Si Amir membiarkan Hassan dianiaya oleh Assef dkk, untuk memenangkan dirinya sebagai "The Kite Runner" dalam rangka menjangkau hati si Baba! Untuk menebus dosanya kepada Hassan, Amir yang telah bermukim di Amerika Serikat, kembali ke Afghan di tengah kekejaman rezim Taliban, mempertaruhkan nyawanya demi manusia terbaik yang menyayanginya dengan tulus, manusia yang menyusu pada payudara yang sama dengan dia. Amir pergi mencari Sohrab, putra Hassan yang juga sama seperti ayahnya, Hassan, terikat dalam kekejaman Assef. Sebuah penebusan dosa dilakukan Hassan dengan mempertaruhkan dirinya, demi memberikan harapan dalam hidup Sohrab. Dalam kehidupan kita, seringkali kita mengabaikan orang-orang yang menyayangi kita, yang menghargai kehidupan kita lebih dari diri mereka sendiri. Sebelum telanjur, menyesal ketika waktu telah membawa mereka pergi dari kita, rasa peduli kita perlu disemaikan demi kehidupan yang lebih indah. Sehingga kita tidak perlu menjadi seperti Amir, melakukan sesuatu demi Hassan, tetapi Hassan sendiri tidak pernah dilihatnya lagi sejak menjadi korban fitnahnya di masa kecil yang haus akan kasih sayang si Baba........... Sehingga tidak salah kalau kita mengatakan bahwa si Baba-lah si pendosa terbesar dalam keseluruhan cerita, merampas masa kecil anaknya sendiri, pangkal semua penebusan dosa yang dilakukan Amir. |
| Josh January 5, 2007 12:49 AM PST Sebuah drama yang keren ternyata. Sudah lihat di toko buku, baru sekarang pengen beli. | ||
| Leave a Comment: |