-
Dunia bukanlah tempat kue hangat dibagikan secara gratis.
-
Aku seburuk kau memandang orang lain dan secantik kau memandang dirimu sendiri.
-
Dengan membicarakannya, kau membuat kesedihan dan deritamu menghebat.
-
Cintai aku seperti kau mencintai bunga karena wanginya. Jangan memandangku sebagai duri.
-
Kau adalah separuh apel sementara aku separuh sisanya.
-
Dendam dan kebencian adalah kantong kepedihan yang tertutup dan tetap tandus seperti mata air yang kering.
-
Kata-kata saling terkait dan segera setelah kau meluncurkan kata pertama, kata-kata berikutnya akan menyusul.
-
Mata berpaling untuk membiarkan lidah bicara. Tak ada organ tubuh yang sevulgar lidah dan tak ada yang sepemalu mata.
-
Lidah lebih banyak berdusta dibandingkan organ tubuh lainnya.
-
Siapa saja yang akrab dengan seluk-beluk kehidupan, siapa saja yang mampu melakukan permainan dengan baik dan paham dengan aturan mainnya akan tahu betul bahwa meskipun jatuh bangun, hidup adalah permainan yang indah.
-
Bila Tuhan--dengan segala kearifan-Nya--menutup sebuah pintu, Dia akan membuka pintu lain dengan murah hati.
-
Lelaki adalah pakaian perempuan dan perempuan adalah pakaian lelaki.
-
Masa kecil adalah musim semi kehidupan.
-
Tawa dan air mata tampak sama di sebuah wajah renta: dua-duanya menimbulkan kerut.
-
Tuhan mengisi hari seorang wanita dengan kesibukan-kesibukan sederhana.
-
Bila hidup menjadi berat, tangan mulai meraba-raba di kegelapan, mencari sesuatu untuk dipegang, dan saling berebut secara diam-diam.